NII atau DI TII Diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo
untuk meneruskan proklamasi 17 Agustus 1945 setelah kekosongan kekuasaan di Jawa Barat setelah hijrahnya Ibukota RI ke Jogyakarta. Mulainya konfrontasi fisik ‘TNI vs Hizbullah’
Dikenal juga sbg Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Doktrin utamanya Iman-Hijrah-Jihad
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali ke UUD 1945 yang dijiwai semangat Piagam Jakarta. (setelah perdebatan konstituante kelompok Islam vs Nasionalis)
Operasi Pagar Betis. 1962 Kartosuwiryo ditangkap. 36 pengikut utamanya menyerah turun gunung.
1974 Peristiwa Malari, dokumen Ramadi dan intrik Ali Moertopo mengkooptasi ex.DI/TII
Pemberontakan Daud Beureuh di Aceh sbg Imam baru NII memisahkan diri dari NKRI tahun 1974
Tahun 1975 Abu Daud ditangkap dan digantikan oleh Adah Djaelani, binaan Intelejen BAIS
Dibentuk KW VIII Lampung dan KW IX Jakarta Raya yang meliputi Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Banten dipimpin oleh Abu Karim Hasan dan membentuk Lembaga Kerasulan (LK)
Menciptakan doktrin, Mabadi Tsalatsah (RMU) mengadopsi aliran sesat LK (Isa Bugis)
Abu Karim Hasan wafat tahun 1992, kedudukannya digantikan oleh Abu Toto alias Abu Ma’ariq alias Toto Salam. Dimulainya exploitasi dana besar-besaran melalui Fa’i & Pos Mawarid
Tahun 1996, Abu Toto menjadi Imam NII didampingi Adah Djaelani & Ules Suja’i memulai pembangunan proyek Ummul Quro Ma’had Al Zaytun di desa Mekar Jaya, Indramayu Jawa Barat didukung kekuatan ‘Cendana’ & Rezim ORBA
Mei 1998 Soeharto jatuh. Proyek At-Tien & Al Zaytun tetap berlanjut sebagai Proyek Pembusukan
Tahun 1999 meresmikan Ma’had Al Zaytun sebagai Metamorfosis ‘Institut Suffah’ yang pernah ‘dicita-citakan’ SM.Kartosuwiryo dalam membangun kekuatan SDM Darul Islam.
Tahun 2003 a.n. Presiden Megawati Ka BIN Hendropriyono membackup Ma’had Al Zaytun DAN HENDROPRIYONO WAKTU ITU SELAKU KABIN MENGANCAM BAHWA SETIAP INFORMASI YANG MENYUDUTKAN DAN MENGHUJAT ALZAYTUN ADALAH IBLIS DAN AKAN DIHAJAR DENGAN TANGAN DAN KEKUASAANYA
Pada Pemilu & Pilpres 2004 dipakai rezim Neo Orba untuk memenangkan Pemilu 2004
2006 Soeharto meresmikan Gedung Perkuiahan Jenderal Besar Soeharto
2009 Partai Golkar menang telak di pesantren alzaytun
Rezim Orde Baru yang tiranik, despotic dan korupt yang di arsiteki Soeharto, sepertinya menemukan lahannya yang subur dalam wilayah kekuasaan AS Panji Gumilang ( bahkan tak ada bedanya dalam kenyataan dilapangan ) baik melalui aparat – aparatnya yang berada di teritorial dari tingkat Musa/ desa, Ibrahim/ Camat sampai dengan Kepala Daerah/ Pimpinan Wilayah NII KW IX hingga aparat – aparat fungsionalnya yang di Ma’had Al-Zaytun, seperti exsponen. Satu hal kenapa korupsi telah menjadi kecenderungan yang sangat potensil dan menjadi budaya disini, adalah karena seseorang yang telah menjadi pimpinan diteritorial dari tingkat terendah hingga tertinggi itu adalah mafia ( tidak ada pekerjaan lain, selain layaknya seorang kepala geng/ preman yang tugasnya hanya mempressur/ menggencet otoritas structural organisasi dibawahnya dan menunggu setoran kewajiban dana dimana target maximal adalah bahasa standart yang memang harus dicapai dan jika target yang telah menjadi tolak ukur selesainya suatu kewajiban. Dan lebih sial dan celakanya lagi akumulasi pressure yang demikian tinggi dari atas kebawah ( top down ) yang terus menerus, membuat orang – orang yang menduduki posisi jabatan keaparatan di NII KW IX Abu Toto jadi hilang akal, kalut dan tanpa solusi ( karena ketiadaan waktu dan lain hal ) sehingga tidak aneh kemudian menemui jalan buntu dalam kemelut tugasnya memenuhi target – target yang telah ditetapkan, sedangkan dirinya sendiri garus memobilisasi full time 24 jam penuh seharian dimarkas operasionalnya, lalu apa yang bisa banyak dikerjakan untuk aktivitas lain diluar aktivitas NII KWIX Abu Toto, perekrutan, kaderisasi, pembinaan aqidah dan penggalangan dana. Sehingga tidak aneh kemudian muncul korupsi secara laten disana – sini dengan modus pungutan dan dana setoran yang telah terkumpul oleh otoritas aparat yang dibawahnya ( sekian % masuk setoran keatas dan sekian % masuk kantong pribadi ), jadi dalam hal ini antara rezim Soeharto dengan AS Panji Gumilang. tidak ada bedanya.
Itu yang baru terjadi pada wilayah territorial ( diluar Al-Zaytun ). Lalu bagaimana dengan yang ada di Ma’had Al-Zaytun dan modus operandinya. Dengan wilayah kerja yang hanya terpaku disitu – situ juga dimana tidak mempunyai lagi otoritas penuh seperti kayaknya diteritorial yang bisa melakukan sikat sekian % untuk diatas dan sekian % untuk kantong pribadi, pungut uang ini pungut uang itu sehingga dirinya bisa tetap exist dari ancaman – ancama krisis ’ jalan buntu ‘. Ternyata modus operandinya AS Panji Gumilang adalah seperti layaknya rezim Soeharto yang memberikan jabatan – jabatan strategis, empuk dan basah kepada para pembantu – pembantunya, sehingga para exponen tersebut betah dilingkungan yang terpencil didesa Mekar Jaya, Haurgeulis , Indramayu : contoh paling actual adalah pengadaan mesin cetak offset separasi yang sudah tidak layak pakai tapi dipakasakan juga pengadaannya hingga pada akhirnya mesin tersebut tidak bisa dipakai, meski telah berkali – kali diservice sekalipun, padahal harganya milyaran rupiah, bukankah itu mubazir dan pemborosan terhadap uang ummat. Kalaupun seandainya ada anggota dari exsponen yang telah keluar adalah dikarenakan sudah tidak sejalan dengan AS Panji Gumilang ( dengan kata lain bahwa exsponen tersebut telah bosan dan muak dengan kedzaliman yang dilakukan AS Panji Gumilang ). Tidak kalah ketinggalan dengan seniornya yang korupt, ternyata dilingkungan koperasi karyawan bangunan ( muadhof ) juga tidak ketinggalan aroma KKN nya, dan ini dilakukan oleh anggota – anggota pengurusnya yang juga telah tamak dan loba ( inilah akibat dari kemisikian yang tercipta secara sistematis oleh AS Panji G ) . Lalu bagaimana muadhof yang gaji bersihnya Rp. 50.000,-/ bulan, mau memperbaiki nasibnya meski dia telah berusaha untuk titip hasil usahanya jika kemudian ternyata aroma KKN nya yang lebih kental. Bukankah rasa frustasi yang luar biasa yang tidak ada jalan keluarnya.
FORUM KOMUNIKASI KORBAN NII AL-ZAYTUN
http://www.facebook.com/pages/Indramayu-Indonesia/FORUM-KOMUNIKASI-KORBAN-NII-AL-ZAYTUN/114902122288
GROUP FACEBOOK WASPADA TERHADAP NEGARA ISLAM INDONESIA KW9 PESANTREN AL-ZAYTUN kLIK :
http://www.facebook.com/group.php?gid=111314233364
PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK PENANGANAN DAN PENANGGULANGAN KORBAN NII ALZAYTUN
http://www.facebook.com/group.php?gid=157723463773
SOLIDARITAS UMAT ISLAM UNTUK KORBAN ALIRAN SESAT
http://www.facebook.com/group.php?gid=139466687974
ADD FACEBOOK ANTI NII KW9 PESANTREN ALZAYTUN KLIK AJA
Ikuti Perkembangan Kesesatan NII kw9 pesantren alzaytun di Facebook
MARI KITA DUKUNG PAK SUSNO DUADJI YANG TELAH BERJASA DALAM MEMBERANTAS TRAGEDI KEMISKINAN BERJAMAAH VERSI NEGARA ISLAM INDONESIA ( NII KW9 ALZAYTUN ), HANYA PAK SUSNO LAH SEORANG PETINGGI POLRI YANG BERANI MENINDAK/ MENANGKAP DAN MEMENJARAKAN PELAKUNYA DENGAN GANJARAN MIN 3 TAHUN PENJARA DENGAN TUDUHAN PELAKU MAKAR DAN PAK HANYA PAK SUSNO LAH BAGI KAMI PETINGGI POLRI YANG PAHAM / MENGERTI TENTANG JERITAN KORBAN NII ALZAYTUN DAN BAHAYA NII KW9 ALZAYTUN YANG TELAH MENGHANCURKAN MASA DEPAN, EKONOMI DAN AKHLAK RATUSAN RIBU GENERASI MUDA..
CARANYA DENGAN BERGABUNG DI GROUP FACEBOOK DI BAWAH INI, SEMOGA KEADILAN ATAS PAK SUSNO DUADJI DI TEGAKAN..AMIN


Pada hari jumat tepatnya pada tanggal 16 agustus pukul 13.00 siang beberapa minggu yang lalu telah diadakan pesta pernikahan Antara Anis Khairunisa dengan Edji Anugrah Ramadhan yang merupakan Putri dari Syaikh Panji Gumilang yang juga selaku Presiden NII KW9 dan Pimpinan Pesantren Alzaytun. Pelaksanaan pesta pun begitu mewah, ribuan hadirin dari seluruh pejabat NII kW9 di Indonesia pun turut meramaikan pesta pernikahan tersebut. Dari informasi yang didapatkan
