AS PANJI G. MENAMPAR MUKA MUADHOF, KOK MUADHOF YANG ISTIGHFAR
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
Kejadian peristiwa ini tepatnya pagi hari antara pukul 06.00 di bundaran intrance ketika itu para santri sedang berjalan berbaris beriringan, kebetulan saat itu adalah waktu yang hampir bersamaan dengan doa mulai kerja para muadhof, mungkin karena waktu yang sudah mepet sehingga si muadhof yang mengendarai sepeda tersebut ngebut yang akibatnya hampir menabrak santri yang sedang berbaris dan berjalan, pada waktu yang sama kebetulan disitu ada AS Panji Gumilang, langsung spontan AS Panji Gumilang mendekati si muadhof tersebut , tanpa panjang lebar lagi AS Panji Gumilang menampar muka muadhof tersebut hingga biru. Melihat kejadian tersebut para santri – santri pada kaget karena melihat dengan mata kepala sendiri jika AS Panji Gumilang sebagai Syakh Al Mahad berperangai kasar.
Berita perlakuan kasar AS Panji Gumilang terhadap muadhof menyebar dari mulut kemulut ke muadhof – muadhof yang lain, sehingga menimbulkan rasa simpati dan rasa senasib sepenanggungan, lantas dari rasa simpati itu timbul satu itikad sesama untuk memberi pelajaran kepada AS Panji Gumilang, dengan cara mogok kerja. Tentu jika sampai tejadi mogok kerja yang berlarut – larut akan menimbulkan kegagalan total bagi pembangunan selanjutnya Ma’had Al Zaytun. Namun sebelum rencana ini diteruskan keseluruh karyawan bangunan, sudah tercium oleh pihak keamanan AS Panji Gumilang, hingga kemudian AS Panji Gumilang segera merencanakan satu pertemuan khusus untuk mengantisipasi dampak buruk dari gejala tersebut. [ sebagai latar belakang; perlu diketahui kejadian – kejadian konflik hampir tidak terlalu lama berselang, konflik pecah antar Tibmara vs AS Panji Gumilang lalu disusul oleh bukti – bukti aneh dan kontroversial sehingga diketahui secara luas oleh warga Al Zaytun ].
Pertemuanpun diadakan di ruang gedung Al Akbar untuk menjernihkan masalah yang telah timbul, dan dari pihak muadhohpun berharap bahwa ini adalah sarana untuk mengetahui lebih jauh apakah Syakh Al Mahad benar – benar gentle dan mengakui kesalahannya dihadapan para karyawan bangunan, akibat perlakuan kasarnya yang main tampar. Dan suasana disekitar gedung Al Akbar tersebut dijaga ketat keamananannya dan disterilkan dari orang – orang yang tidak diinginkan [ red; mantan – mantan anggotaTibmara ], agar jangan sampai para guru dan santri tahu akan hal ini. Kebetulan waktu tersebut diatur supaya tidak berbarengan dengan masa istirahatnya santri karena berbahaya, AS Panji Gumilang tahu benar keadaan ini sangat genting bagi kelanjutan dan existensi Mahad Al Zaytun ke depan.
Tiba saatnya acarapun dimulai satu demi satu , lalu kemudian giliran AS Panji Gumilang meyampaikan kesan dan pesan atau tausyiah. Namun aneh tapi nyata, ternyata apa yang diharapkan sebelumnya oleh para muadhof jika AS Panji mau minta maaf pada muadhof, tapi justru dipolitisir malah dengan pernyataan sebaliknya menyangkal kalau dia [ AS Panji Gumilang ] dengan tegas dan mentah- mentah mengatakan bahwa dia tidak menampar sama sekali pada muadhof yang dimaksud, apalagi dengan wajah yang lebam biru, bohong itu yang namanya muadhof yang mengatakan itu [ tapi perlu diingat sebelum pertemuan di gedung Al Akbar bahwa si korban pemukulan tersebut berkata kepada kami menyatakan dengan sesungguhnya dan bahkan berani mengatatakan sumpah demi Allah ] , dengan sosok segede ini kalaupun saya menampar orang, mungkin orang tersebut bisa dibawa ke rumah sakit, tangan kiri adalah rumah sakit, tangan kanan adalah kuburan ,’’ begitu pengakuan AS Panji gumilang seolah tanpa beban didepan hadirin.
Setelah pembantahan sepihak dari AS Panji Gumilang, tanpa harus mengklarifikasi kesaksian dari suara si korban penamparan [ kemungkinan besar si korban diamankan/ diintimidasi atau tak boleh bersuara, karena sepertinya agak dirahasiakan dengan tidak adanya muadhof yang dimaksud ] , malah kok sekarang justru semua muadhof/ karyawan bangunan tak terkecuali harus istighfar/ minta ampun sama Allah SWT dan minta maaf kepada AS Panji Gumilang karena telah terpengaruh oleh berita – berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berdasarkan statement – statement AS Panji Gumilang maka kami menyimpulkan;
a. Kenapa bukannya AS Panji Gumilang yang minta maaf.
b. Kenapa kok semua muadhof yang harus istighfar dan minta ampun
c. Kenapa si korban penamparan tak dilibatkan dalam forum tersebut untuk diberi kesempatan berbicara apa adanya.
Dengan demikian dapat disimpulkan hahwa AS Panji Gumilang mengganggap semua orang dibawahnya dianggap bodoh, bisa diatur dan tak mempunya hak untuk berbicara, sehingga begitu mudahnya diajak untuk beristighfar, namun sesungguhnya para muadhof jadi semakin mengerti kalau AS Panji Gumilang telah berkali – kali terkuak kebobrokannya didepan para pengikutnya sendiri dengan bebagai kedok dan dalih.