Adah Jaelani Di Al-Zaytun
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
GEMBONG ‘’ ADAH DJAELANI ‘’ TINGGAL DI AL-ZAYTUN
Ada pertanyaan dan teka – teki bagi warga Al Zaytun khususnya muadhof dan guru, yang selama ini belum terungkap, siapakah sesungguhnya orang yang sudah sepuh yang hanya keluar ketika hanya ada acara – acara khusus dan tertentu saja. Menurut pengakuan mantan Tibmara dan Garda Ma’had bahwa orang tersebut adalah Adah Jaelani, mantan gembong Imam NII. Namun kenapa kok orang yang telah sepuh/ tua renta ini masih terus dalam kontrol dan pengawasan AS Panji Gumilang, tentu tak lain dan tak bukan karena sesepuh inilah yang tahu persis segala sepak terjang Abu Toto alias AS Panji Gumilang sehingga wajar jika dia senantiasa untuk diawasi, meski keadaan fisiknya telah udzur. Sampai disini ada pertanyaan besar kenapa Adah Djaelani yang pernah diadili oleh pengadilan Jakarta karena kasus sebagai imam/ kepala negara islam NII tahun 1983 karena sesat menyesatlkan dan subversi, tetapi kok ada di AlZaytun dan hidup disini dengan aman dan penuh perlindungan ataukah justru sebaliknya menjadi sandera AS Panji Gumilang, karena Adah Djaelani tak ada keluarganya disini . Sungguh aneh dan ajaib, tepatlah kiranya kalau perlu kita tambahi salah satu keajaiban Al-Zaytun disini yaitu sanggup menyembunyikan gembong imam NII Adah Djaelani dengan begitu aman dan bebasnya. Lalu dengan seenak perutnya AS Panji Gumilang melemparkan pertanyaan kepada publik, lihatlah sendiri ke sini Al-Zaytun tidak ada apa- apa kok, tidak ada yang ditutup –tutupi, kayak nggak tahu aja, Al Zaytun kan terbuka,’’ begitu pengakuan AS Panji Gumilang kepada pers. Hebat, hebaaaat benar membohongi dan membodohi publik.
Perlu diketahui bahwa Adah Djaelani dan AS Panji Gumilang itu setali tiga uang, sama saja, bahkan kalau kita lihat sejarah posisi Adah Djaelani persis saat Soeharto lengser keprabon, kemudian menyerahkan tampuk kekuasaan kepada BJ Habibie, tanpa melalui proses dari DPR MPR RI sebagai pemegang kedaulatan rakyat tertinggi, sehingga menimbulkan polemik. Dengan fakta ini masih belum percayakah orang – orang yang membela Al-Zaytun secara membabibuta, habis – habisan. Kalau sudah begini terus lalu kita mau apa, apakah membiarkan, tinggal diam dan bersekutu atau bergerak melibas ataukah membentuk tim investigasi dari malaikat agar tidak kecolongan akan alasan – alasan klise, prosedur – prosedur tetek bengek yang tidak ketahuan juntrungannya, karena membentur dinding – dinding tembok kekuasaan yang angkuh dan tak perduli lagi pada kebenaran yang sesungguhnya telah nyata didepan mata yang telanjang bersinar.
Lalu kalau memang Adah Djaelani sudah terbebas dari vonis hukum atau bebas dari penjara, tentunya ia kembali menjadi masyarakat sipil biasa yang menjalani hidup baru ditengah lingkungan masyarakat. Tetapi kok aneh kenapa dia tinggal secara exlusive di Ma’had Al Zaytun dengan usia yang telah lanjut, padahal yang kita ketahui AS Panji Gumilang sebagai Syakh al-Ma’had sekaligus imam NII KW IX Abu Toto. Ada apa sesungguhnya, apakah AS Panji Gumilang takut, kalau – kalau Adah Djaelani insyaf dan akan menyeberang ke lawan – lawan politiknya AS Panji Gumilang. Jawabnya ada pada kalian untuk menyimpulkannya.