Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
Inilah salah satu pemilik Bank CIC / CENTURY : Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun.
UNIK nian nama itu : Abu Ma’arik. Tapi janganlah dulu anggap remeh. Ini bukan nama penjual kambing di Tanah Abang. Jelas tertera di dokumen laporan pemeriksaan Bank Indonesia, bersama sejumlah institusi keuangan ternama semacam Bank Amex, Morgan Stanley, atau UBS AG, Abu Ma’arik adalah salah satu pemilik Bank CIC Internasional. Pada posisi per tanggal 30 Juni 2001, nama itu tercatat menguasai 3,16 persen saham CIC. Nilainya? Rp 7,6 miliar.
Siapa dia? Menurut sejumlah sumber tepercaya di Bank CIC / CENTURY, tak lain tak bukan dia adalah Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun seluas 1.200 hektare di Indramayu, Jawa Barat, yang juga diyakini merupakan pusat gerakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9). “Saya pernah dua kali datang ke Al-Zaytun menemui Abu Ma’arik ( Panji Gumilang ), orangnya ya sama dengan foto Panji Gumilang yang ada di koran-koran itu,” kata seorang staf CIC / CENTURY.
Sudah dua tahun ini rekening Panji Gumilang jadi pembicaraan khalayak ramai. Al-Zaytun dan NII KW9 bahkan dicap aliran sesat oleh Forum Ulama Umat di Jawa Barat. Selain dituduh telah menyempal dari akidah, kelompok ini juga dicurigai telah menggalang dana umat lewat cara-cara manipulatif. Berpuluh korban telah datang mengadu, merasa diperalat jaringan ini untuk mengumpulkan uang dalam jumlah yang mencengangkan.
Seorang komisaris besar polisi yang intensif mengintai gerakan ini, misalnya, mencatat tiap wilayah NII dalam sebulan menyetor sekitar Rp 7 miliar. Jurnal Van Zorge mencatat pendapatan Al-Zaytun mencapai Rp 162 miliar setahun.
Yang menarik, sebagian besar uang itu ternyata ditanamkan di Bank CIC / CENTURY. Data hasil penyelidikan Solidaritas Umat Islam untuk Korban NII KW9 Al Zaytun Abu Toto (SIKAT) menunjukkan, pada bulan Juni 2001, di Bank CIC Pusat dan kantor cabang Fatmawati, Jakarta, tercatat 27 bilyet deposito atas nama Abu Ma’arik dan YPI (Yayasan Pesantren Indonesia, pengelola Al-Zaytun) senilai Rp 26,8 miliar.
Dua tahun sebelumnya, tahun 2000, kata seorang mantan petinggi CIC yang pernah mengelola dana ini, jumlah totalnya mencapai lebih dari Rp 250 miliar. Belakangan nilainya terus menyusut hingga diperkirakan tinggal Rp 80 miliar saja. “Rekening Abu Ma’arik banyak menampung kiriman uang dari negara Timur Tengah,” ujarnya.
Panji memilih CIC / CENTURY sebagai pundi-pundinya setelah bersahabat dengan Robert Tantular, pemilik bank ini, sejak akhir 1990 lampau. Perkenalan mereka diawali pertemanan lama tangan kanan masing-masing: Sriyono, orang kepercayaan Robert dan Sekretaris Korporat CIC / CENTURY ketika itu, dan Syarwani, Ketua YPI yang juga disebut-sebut merupakan salah satu petinggi NII KW9.
Disatukan kepentingan saling menguntungkan, hubungan keduanya berlangsung seperti panci bertemu tutupnya. Klop. Robert membantu mengelola duit Panji, sebaliknya kucuran rupiah segar dari Al-Zaytun amatlah bermanfaat untuk menjaga kas CIC / CENTURY tetap segar-bugar. “Keduanya sudah seperti saudara,” kata sumber itu.
Sayang, Panji menolak memberikan penjelasan. “Pertanyaan itu terlalu mengada-ada dan tidak proporsional. Ini kan sangat rahasia, ditanya polisi pun kami belum tentu mau menjawab,” katanya melalui telepon seluler. Cuma, dalam sebuah wawancara dengan majalah ini beberapa waktu lalu, ia membantah punya nama alias Abu Ma’arik, “Saya nggak pernah punya nama-nama begitu.”
Robert pun menyangkal. Adapun Sriyono cuma menjawab pendek sebelum buru-buru mematikan telepon genggamnya, “Wah, nggak tahu saya.” Direktur Operasional CIC / CENTURY, Hamidi, juga menyatakan tak tahu ihwal saham Abu Ma’arik ( Panji Gumilang di banknya. Tapi ia mengakui ada deposito atas nama itu, meski menolak merincinya karena alasan kerahasiaan bank. Kalau soal Abu Ma’arik adalah nama lain Abu Toto alias Panji Gumilang? Hamidi spontan menjawabnya, “Pokoknya yang di Pesantren Al-Zaytun itu.”
Sumber : www.akhir-kehancuran-alzaytun.blogspot.com
Bentuk Propaganda baru NII KW9 Alzaytun Indramayu
www.video-documenter.blogspot.com
www.nii-alzaytun-sesat.blogspot.com
KENAPA GA ADA YANG BERANI USUT PESANTREN AL-ZAYTUN YA ? DIMANA KEADILAN ?
Setuju Kalau bisa berantas sampai keakar – akarnya menyesatkan masyarakat……!!!!!!!!!!!!
dasar otak telah kerasukan NII-Z. Dalam keadaan wajah pucat kurang tidur, payah mengatur napas emosi, dan nyali yang kelihatan merosot,….. Masih saja beliaunya bilang ,,aku tidak terpengaruh dengan kasus century ini,, saya tak akan mundur dari …….. ini.
Seyulieang menduga, barangkali para tokoh-tokoh ini mengharap bagian kapling sorga yang dijanjikan. Sudah diporoti wewenangnya masih saja minta maaf kepada yang memoroti, pasalnya bagaimana kejadian ini masih dapat terungkap. Maaf tuan kholifah,… atas kejadian kelalaian ini (begitulah kira-kira, tertipu berlapis tersesat). Keberaniannya menipu sedemikian besar, hanyalah dapat dilakukan oleh kekuatan besar yang merasuki jiwa. Jiwa-Jiwa NII-Z sejati. Sejati sesatnya.
Jika NII KW.9 terbukti terlibat kasus Bank Century, buktikan dipengadilan dong!
merasa tipuannya di atas angin, sombongnya. Semua sesuatu terjadi melalui proses. Tidak terus ujug-ujug.
DI BOM SAJA PESANTREN AL ZAITUN
sebagian besar penghuni MAZ adalah anak-anak yang tidak berdosa. Mereka adalah korban yang kita beri tolong dengan pencerahan. Demikian juga NIIZ yang berpindah dari kontrakan rumah ke kontrakan lain, sebagian mereka adalah korban. Yaitu calon setan yang semoga tidak lulus dalam mengikuti jejak setan seniornya. Ujian menjadi setan berat sekali. Hanya yang bermental dan mempunyai nurani kuat yang dapat melanjutkan cita-cita nenek-moyangnya. Bakat atau talenta-lah yang dapat mengantarkan kesuksesan setan.
Karena itu jangan di bom. Kebanyakan dari mereka adalah insan yang tidak berdosa. Kalo dapat, kumpulkan setan-setannya saja. Kalo sudah tak dapat diajak kembali kepada ajaran Rasul SAW, disembelih saja satu-persatu. Itupun rasanya masih belum sebanding dengan dosa pengrusakan yang dilakukan. Mudah-mudahan ada saatnya, untuk tega menyembelih (versi keadilan). Allahu-Akbar.
Wahai…, para guru dan santri al-zaytun…, teguhkanlah iman kalian…, kami tahu perjuangan menegakan yang haq itu sungguh berat, tengoklah sejarah Rasulullah Muhammad SAW, lihatlah sejarah para nabi-nabi Allah, Perjuangan selalu memerlukan pengorbanan, Bangsa Indonesia tak mungkin MERDEKA tanpa perjuangan dan pengorbanan harta dan jiwa para pahlawan, Perjuangan kalian sekarang para santri…! Belajarlah yang sungguh-sungguh…, perjuangan kalian adalah mengisi kemerdekaan, membebaskan bangsa ini dari keterbelakangan..kebodohan.., kemiskinan.., jangan hiraukan mereka yang telah mencela, mereka hanya belum tahu…, semoga Allah SWT memberikan Karunia dan PerlindunganNya kepada kalian, Amin.
Rupa-rupanya para aktivis NIIZ pada gusar. Siraman pencerahan untuk para korban memang sangat mengena. Mula-mula para korban bimbang dan tentu saja berpikir ulang. Pasti kebenaran yang disuguhkan secara apa adanya jauh berbeda dengan kebusukan yang disampul dengan gaung menegakkan hukum Allah, membebaskan kebodohan, kemiskinan dst. Padahal siapa tho??? Yang selama ini membodohi anggotanya sendiri. Pura2nya berjuang untuk menyogrok futuh, gak pantes blas. Guru2 AlZaytun digaji gak nyucuk blas. Itung tho!! Gaji segitu nyampe gak setengah bulan. Koq teganya bilang memerangi kemiskinan.
Perhatikanlah mulud mereka (NIIZ) dalam berbicara, lihatlah lidahnya yang menjulur, kemudian amati akhir dari pembicaraannya. Pasti soal uang, pasti soal infaq, pasti perjuangan butuh pengorbanan. Kamu disuruh terus berkorban, untuk perjuangan menegakkan janji palsu. Berapa kali kamu2 dibohongi soal futuh makah versi NIIMAZ?? Janji Zaeton kamu percayai, sedangkan janji Rasul SAW kau abaikan. Kalo kamu percaya janji Rasul SAW, berbaiklah dengan orangtuamu. Itulah jalan Rasul SAW.
kini sudah mulai kawatir kehabisan murid. Bapak-bapak yang dari Pemda sudah banyak yang mencium bau tak sedap perihal sekolahan Alzaytun yang terkontaminasi dengan NII-KW9
Rupa-rupanya para aktivis NIIZ pada gusar. Siraman pencerahan untuk para korban memang sangat mengena. Mula-mula para korban bimbang dan tentu saja berpikir ulang. Pasti kebenaran yang disuguhkan secara apa adanya jauh berbeda dengan kebusukan yang disampul dengan gaung menegakkan hukum Allah, membebaskan kebodohan, kemiskinan dst. Padahal siapa tho??? Yang selama ini membodohi anggotanya sendiri. Pura2nya berjuang untuk menyogrok futuh, gak pantes blas. Guru2 AlZaytun digaji gak nyucuk blas. Itung tho!! Gaji segitu nyampe gak setengah bulan. Koq teganya bilang memerangi kemiskinan.
Perhatikanlah mulud mereka (NIIZ) dalam berbicara, lihatlah lidahnya yang menjulur, kemudian amati akhir dari pembicaraannya. Pasti soal uang, pasti soal infaq, pasti perjuangan butuh pengorbanan. Kamu disuruh terus berkorban, untuk perjuangan menegakkan janji palsu. Berapa kali kamu2 dibohongi soal futuh makah versi NIIMAZ?? Janji Zaeton kamu percayai, sedangkan janji Rasul SAW kau abaikan. Kalo kamu percaya janji Rasul SAW, berbaiklah dengan orangtuamu. Itulah jalan Rasul SAW
1. Sebagai orang yang beriman kepada Allah swt dan Rosulnya ( Alqur’an dan sunnah -sunnah )Apa bila datang kabar,kita diperintahkan bertabayun (menelisik kebenarannya ).
2. Kita tidak heran, sejak dahulu barang kali sampai hari kiamat, bahwa musuh Allah, musuhIslam akan selalu bergentayangan datang dari kanan kiri, depan dan belakang dari kita untuk menjerumuskan/ menggelincirkan iman, agar kita semua tersesat menjadi pengikut iblis laknat.
3. Terlepas masalah berita benar atau salah, sebaiknya kita sebagai mukmin muslim tetap kemusliman kemukminan kita tanpa goyah dengan kondisi jaman yang memang sudah lacut (penuh kemungkaran, banyak menyimpang dari jalanNya )
Semoga kita masih tetap berteman,berislam, berukhuwah dalam keislaman kita fiddin fiddunya wal akherah, amaiin
@ Tegor: Januari 17, 2010 pukul 4:28 am
1. Sebagai orang yang beriman!! Apabila datang kabar berjihad melalui mengumpulkan uang dengan cara menipu orangtuamu, kita diperintahkan bertabayun (menelisik kebenarannya ). Adakah ajaran Rasul SAW demikian???
2. Kita tidak heran, sejak dahulu barang kali sampai hari kiamat, bahwa musuh Allah, musuh Islam akan selalu bergentayangan datang dari kanan kiri, depan dan belakang untuk menjerumuskan/ menggelincirkan iman, agar kita semua tersesat menjadi pengikut iblis laknat. @ Contohnya shalat digembosi, puasa digembosi, tapi yang berbau uang ditingkatkan. Zakat, korban, infaq ditingkatkan. Iblisnya yang laknat suka sekali makan uang, bagaimanapun cara mendapatkannya.
3. Terlepas masalah berita benar atau salah, sebaiknya kita sebagai mukmin muslim tetap kemusliman kemukminan kita tanpa goyah dengan kondisi jaman yang memang sudah lacut (penuh kemungkaran, banyak menyimpang dari jalanNya). @ Tegor: Maksudnya tetap kemuslimannya versi NIIZ. Jangan goyah, tetaplah menipu orangtuamu atau siapa saja dengan proposal fiktif. Iyaa tho??? Jangan goyah memang zaman sudah lacut, ikutan lacut sekalian.
4. Semoga kita masih tetap berteman, berislam, berukhuwah dalam keislaman kita fiddin fiddunya wal akherah, amaiin. @ Tegor: Berteman apa?? Malahan kamu mendekati untuk menjerat. Berukuwah apa??? Malahan NIIZ merusak ukuwah Islam yang telah dibangun oleh para pendahulu. Tanyalah dirimu!! Tentang pertemanan dan ke-Islaman-mu, jikalau kamu telah merusak ajaran Rasul SAW. Apakah pekerjaan menggembosi shalat bukannya sebagai musuh Rasul SAW???. Pura2 saja kamu menyanjungnya. Masih belum malu tho??
5. @ Cara nipu dan bahasamu yang tidak berubah!! Seekor musang yang mencoba berkokok. Setelah berkokok dan berkotek, kelihatan sekali musangnya. Dengan berbulu ayam saja ketahuan, apalagi dengan berkotek. Héĕẽ héĕẽ héĕẽ !☺
wahai nii alzaytun, perbaikilah sistem pengaturan acara 1 muharam, ingat jadwal shalat harus diperketat, jangan ditinggalkan, jgn biarkan tamu shalat masing-masing, ajak berjamaah dimasjid rahmatan lilalamin/alhayat.
jangan kau suguhkan lagu-lagu yg tak dimengerti oleh tamu, suguhkanlah lagu pujian terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW.
kami dari kegiatan remaja masjid al ikhlas pondok aren, selalu berkunjung dan ingin menyaksikan kelanjutan dari perjuanganmu sampai dimana untuk kemslahatan umat islam, jangan pamer gedungnya saja tetapi lakukan kerja sosial diseluruh propinsi untuk pendidikan bangsa ini.
banyak yg mencemo’ohmu wahai al zaytun bila kamu diam ditempat, dan tak mau bersosialisasi seperti penanggulangan bencana dan kegiatan sosial sunatan masal misalnya dan yg lainnya.