Bahaya NII KW9 AL-ZAYTUN
AWASS!!! WASPADALAH !!!
BAHAYA ALIRAN ISLAM SESAT NII AL ZAYTUN
MENGEPUNG RUMAH DAN MASJID ATAUPUN LINGKUNGAN WILAYAH ANDA KENALI, CERMATI
& WASPADAI CIRI-CIRI VIRUS INDOKTRINASI GERAKANNYA
Sekarang ini telah marak usaha usaha musuh-musuh Islam wal Muslimin untuk
menyesatkan dan menghancurkan ke islaman ummat melalui cara-cara atau
isue-isue Islam, diantaranya mereka membawa nama dan ide menegakkan Daulah
Islamiyah (Negara Islam) melalui ger akan gerakan yang mengatasnamakan
pendidikan pesantren yang modern dan terpadu yang siap untuk menggelarnya
secara nasional dan besar-besaran. Mereka mengajak melalui promosi
penjualan media cetak dalam bentuk majalah Al Zaytun dan mengajak ziyarah
majeli s taklim-majelis taklim serta mempromosikan kehebatan ma_had Al
Zaytun sebagai pesantren kebanggaan milik ummat Islam bangsa Indonesia.
Padahal sesungguhnya mereka itu tidak lebih dari para penjahat dan penipu
yang berkedok dan mengatasnamakan agama unt uk menyesatkan kaum muslimin.
Boleh jadi diantara keluarga kita, pembantu rumah tangga kita, teman-teman
kita maupun tetangga kita atau lingkungan kita telah masuk dalam lingkaran
setan jeratan doktrin atau ajaran sesat dan menyesatkan tersebut, bahkan
mungkin telah menjadi anggota da n kaki tangan atau sekedar sebagai
partisipan.
Oleh karena itu kenalilah, cermatilah dan waspadailah melalui indikator
karakter tata cara, sifat maupun bentuk dan wujud gerakan maupun pemahaman
mereka
CIRI-CIRI
CARA HIDUP BERMASYARAKAT
Tempat Kajian dan berkumpul mereka namakan (Malja_) dan bahasa gaulnya
Mall. Untuk meminimalisir pergerakan mereka membuat dua malja, Malja
tilawah berstatus kontrak bulanan, tidak ada perabot rumah tangga selain
karpet, ada telpon Ratelindo, di tempat i ni biasanya calon ummat digarap,
dan kedua Malja_ khos yang biasanya sudah memenuhi standart berkeluarga
(memiliki barang-barang berkeluarga) biasanya ditinggali oleh mas_ul
(aparat) yang sudah berkeluarga sebagai kamuflase, di tempat ini biasanya
sebagai pembinaan ummat (indoktrinisasi) dan sebagai pusat kegiatan.
Untuk sarana komunikasi kebanyakan mereka menggunakan fasilitas pager,
namun sudah banyak pula yang menggunakan handphone. Satu Malja_ biasa
dihuni sekitar 10 s/d 20 orang lelaki dan wanita t anpa ada hijab,
rata-rata masih muda semua dan pakai motor, keluar masuk rumah secara
aktif namun sepatu dan sendal tidak ada yang tertinggal di depan pintu.
Aktivitas mereka ada yang sedang baca Al Qur_an atau Hadits, ada yan! g
ngobrol dan ada pula yang terlibat dalam pembicaraan yang serius.
Keberadaan mereka biasanya mengatas namakan sebuah keluarga ketika
melakukan transaksi kontrak tempat tersebut, namun mereka hampir tidak
pernah ada yang mau lapor atau berhubungan denga n RT / RW. Ciri mereka
yang lain adalah sikapnya yang exclusif bahkan jarang sekali yang mau
bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Penyelenggaraan shalat
berjama_ah nyaris sama sekali tidak ada, dan bila ada pertanyaan dari
masyarakat tentang kegiat an mereka yang selalu ramai dikunjungi orang
itu, mereka pun menjawab itu adalah keluarganya atau tempat tersebut
sebagai tempat kursus private bahasa Inggris atau lainnya. Pergerakan
mereka nyaris tidak mengenal waktu, karena pemenuhan program yang ditun
tut secepatnya mengakibatkan intensitas kerja mereka secara otomatis akan
lebih cepat.
POLA DASAR PEREKRUTAN KEANGGOTAAN (Mereka menamakan diri NII)
NII dalam pelaksanaaan program _ programnya menitik beratkan pada dua hal
utama
1. sistem recruitment
2. sistem finansial
Dua hal inilah yang nanti akan dikembangkan menjadi beberapa sub bagian
dalam rangka menguatkan mereka dari luar dan dari dalam.
Sistem Recruitment (Hujumat Tabsyiriah)
Berikut cara-cara yang biasa di lakukan dalam rangka perekrutan :
- Mengenali calon _tilawah_ (orang yang akan dibawa) , dengan menyelidiki
kegiatan rutinnya, keluarganya (ada unsur militer atau tidak), dan hobby
serta self interestnya.
- Bicara tentang Islam dari sisi yang calon ummat suka untuk membuat
mereka interest .
- Mulai mengajak calon ummat ke tempat pengajian, atau dengan menipu
korban untuk ikut dengan berbagai macam alasan, seperti : minta diantar ke
rumah temannya, yang setibanya disana akan diberikan pemahaman Islam.
- Bila calon ummat sudah tiba di maljanya (kantornya / tempat
pengajiannya) pertama kali diarahkan untuk bicara Qur_an. Bila mereka
sudah mulai hanyut dengan arahan yang ada, lalu mereka diajak untuk
memulai acara pengkajian dan dimasukkan di dalam kamar yang sudah ada di
dalamnya white board, spidol yang mushaf yang telah disediakan.
- Dengan segala logika dan analoginya yang didukung dengan ayat-ayat
Al-qur_an mereka menancapkan keyakinan secara mendalam pada calon umat
bahwa yang mereka sampaikan adalah kebenaran yang harus diperjuangkan.
- Bila calon ummat telah menerima apa yang mereka sampaikan, yang akhirnya
adalah kewajiban hijrah ke NII, maka calon ummat diwajibkan membayar
shadaqah. Sebelum tahap hijrah ada dua macam shadaqah yang harus dipenuhi
:
- a. shadaqah Aqabah yang digunakan untuk penyeleksian sebelum tahap akhir
(hijrah), untuk shadaqah Aqabah dikenakan Rp 100.000 s/d Rp 200.000. Untuk
Aqabah calon ummat akan di cek lebih dahulu pemahamannya oleh pimpinan
yang lebih tinggi setingkat (kabupaten/Disrtrict Officer), dan bila
District Officer (D.O) menyatakan bisa dikirim (di hijrahkan ) maka
mereka tinggal menunggu panggilan hijrah, yang waktunya antara 1 s/d 3
hari.
b. Shadaqah hijrah diterapkan sebagai syarat mutlak hijrah, dan juga untuk
membersihkan diri dari dosa – dosa yang pernah di lakukan sewaktu masih
menjadi warga RI (Republik Indonesia). Untuk shadaqah hijrah diambil dari
seluruh harta yang dicintainya, baik berupa apapun yang nanti diukur dalam
nominal uang. Dan itu berkisar dari Rp 500.000 s/d Rp 5.000.000 bahkan
bisa lebih bila ummat masih mempu nyai harta yang lebih dari itu.
- Setelah calon ummat melewati persyaratan tersebut tibalah waktunya
hijrah yang dilaksanakan 1 hari 1 malam yang berarti calon ummat harus
menginap. Sebelum keberangkatan ( hijrah) mereka lebih dahulu dibawa ke
suatu tempat atau sering di sebut sebagai
_transit_ untuk selanjutnya bersama-sama diangkut bersama calon ummat lain
untuk ke tempat hijrah. Setelah semua calon ummat berkumpul mereka
dinaikkan didalam mobil yang berkaca ray-ban, lalu mereka harus menutup
mata dalam perjalanan ke tempat hijrah.
- Setibanya disana mereka diabsen dan diberi pemahaman sedikit sebelum
istirahat. Jam 05.00 mereka bangun untuk shalat shubuh dan makan pagi,
lalu jam 06.00 mereka masuk ke ruangan yang telah disediakan untuk didata
administrasi tentang identitas diri dan harus dise