CERITA MUADHOF YANG MENGECOH PENJAGAAN, DEMI BERTEMU KELUARGANYA
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
Banyak jalan menuju roma, itulah kira – kira pepatah yang cocok untuk menggambarkan para muadhof yang terbelenggu berbulan – bulan yang tidak boleh menemui sanak keluarganya, demi suksesnya ambisi AS Panji Gumilang didalam membangun sarana dan prasana dengan cepat meski secara logika waktu tidak cukup untuk mengubah keadaan tersebut, tapi pihak AS Panji Gumilang memaksakan kerja hingga larut tengah malam, dimana kerja yang dimulai pukul 05.30 harus sampai pukul 23.00. Kejadian ini sepertinya sudah menjadi ketentuan yang tak bisa ditolak oleh para muadhof, dengan kerja yang demikian berat, tidak ada hari libur dan tidak bisa bertemu sanak keluarga demikian lama berbulan – bulan, menyebabkan mereka kangen/ rindu berat, sehingga punya pikiran untuk bisa bertemu keluarganya dengan cara sembunyi – sembunyi pada waktu malam hari, yaitu selepas usai kerja pukul 23.00.
Kami patut acungi jempol bagaimana strateginya mereka bisa lolos dari penjagaan pihak security Al Zaytun yang demikian ketat dan berlapis – lapis, tapi bisa dilewatinya dengan baik, demi untuk mengobati rasa rindunya kepada keluarganya. Meski bila ketahuan dan tertangkap basah telah mencoba untuk keluar dari Al –Zaytun tanpa persetujuan atasan/ idzin, maka akan dikenai sanski dan ancaman tegas dari pihak berwenang Al-Zaytun, namun rasa rindu yang demikian kuat terhadap keluarganya mengalahkan ancaman/ sanski dari Al Zaytun. Ternyata strateginya adalah, ketika sudah usai doa malam/ usai kerja maka mereka muadhof yang ingin bermaksud nylintis [ keluar tanpa idzin ] pada malam hari, sebelumnya telah mempersiapkan seperti ; sepeda ontel tua, obat nyamuk dan pakaian ala petani desa setempat. Nah ketika keadaan sudah memungkinkan maka muadhof yang mau menjalankan aksinya ini, ditengah jalan yang agak gelap dan jauh dari penglihatan penjagaan security, muadhof tersebut di tepi ladang rumput gajah/ semak – semak belukar, lalu memakai baju petani, memakai topi petani berbentuk kerucut, menyalakan obat nyamuk kemudian mengayuh sepeda menuju ketempat yang di tuju di sekitar desa – desa kecamatan Haurgeulis. Ketika akan sampai pada 2 penjagaan security di pintu gerbang dan ujung dekat jembatan desa Mekar Jaya, maka segera pula si muadhof tersebut mendekatkan obat nyamuk itu dekat mulutnya, sehingga kalau dilihat dari jauh ditengah kegelapan malam, oleh pihak securyti Al Zaytun bisa diambil kesimpulan bahwa orang tersebut tidak lain adalah orang/ petani desa setempat, karena apalagi memakai pakaian petani, sepeda ontel tua, atribut topi kerucut dan plus kesan seperti merokok lagi, sehingga lolos dari penjagaan dan misi muadhofpun mau bertemu dengan keluarga aman – aman saja. Dan lalu lintas – lalu lintas keadaan seperti ini sering terjadi dan bahkan sebagai kiat muadhof untuk menyiasati jika larangan itu diberlakukan tanpa batas waktu yang ditentukan.