Habis Manis Sepah Dibuang
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
Saat – saat Al- Zaytun belum berdiri atau mungkin katakanlah masih sekedar konsep dalam pikiran AS Panji Gumilang dimana ketika itu kader – kadernya yang diteritorial begitu banyak dan berhasil mengumpulkan dana yang besar, maka AS Panji Gumilang merasa berbesar hati dan obsesinya kini bisa terealistis dengan mulus, terlebih ketika Ma’ had Al Zaytun telah berdiri dan mengalami perkembangan yang pesat. Namun seringkali sejarah sering mencatat, bahwa begitu banyak orang didunia yang dulunya alim/ miskin tapi ketika ia mempunyai kedudukkan, harta dan pengaruh kuat maka benih – benih fir’aunisme dan qorunisme mulai tumbuh subur mengakar tanpa terkontrol dalam jiwa – jiwa yang telah meninggalkan amanah dan risalah Al Qur’an dan assunah. Bahkan kalau kita memperhatikan dengan seksama bahwa kesuksesan seseorang ataupun sebuah bangsa bukanlah hal yang otonom, mutlak dan tunggal sifatnya, tanpa bantuan orang/ bangsa lain yang lainnya.
Inilah gambaran AS Panji Gumilang, seorang ‘’kacang ‘’yang lupa pada ‘’ kulit ‘’ ummatnya. Ketika ia yang tadinya bekerja sebagai pengerah tenaga kerja/ PJTKI lalu kemudian bermain sandiwara politik dagelan ala rezim Orde Baru dengan operasi jilid 2 nya Ali Murtopo, kemudian situasi dan keadaan yang memungkinkan dia untuk melakukan politik sikat kiri, sikat kanan, injak bawah, jilat atas dan aku selamat ,’ membuat dia ke tampuk pimpinan sebagai imam NII KW IX melalui tangan Adah Jaelani yang penuh konspirasi dan bantuan intelijen, pada akhirnya mencapai tangga piramida sebagai Syakh Al Ma’had, Ma’had Al-Zaytun proyek besar penghancur ummat islam melalui Al-Zaytunnya, begitu kentara dan kasat mata dipandang oleh ummat islam yang masih konsis dan teguh terhadap ajaran syariat islam, Al Qur’an dan risalah Rasul dan menyalakan api perjuangan sampai akhir. Lihatlah disekitar kita, didepan mata kita beratus – ratus ribu korban ummat islam telah menjadi korban tipu muslihat dan kejahatannya yang tak bisa dicegah oleh institusi – institusi berwenang semakin memperparah tragedy kemanusian ummat islam kejantung kepedihan. AS Panji Gumilang cs yang terkena roh ‘machieveli ‘ dan ‘’ iblis’ seribu wajah telah menyikat habis/ membunuh ummat secara perlahan – lahan dengan warisan kemiskinan dan sanksi sosial yang demikian teramat panjang, sistematis, kronis, komplikatif dan tak terampuni penderitaannya hinga 30 tahun kedepan dan seterusnya bahkan rekan – rekan sejawatnya tak perduli, kalau perlu ditendangnya jauh – jauh. Contoh paling terbaru adalah Ketua YPI Ma’had Al-Zaytun , Syarwani yang ditendang dari jabatannya oleh AS Panji Gumilang, ketika itu tanpa sengaja bertemu dengan salah seorang mantan anggota Tibmara/ Garda Ma’had ditengah jalan di Jakarta dibulan November 2004 , sedang mengemudikan taksi. Lalu si mantan anggota Tibmara tersebut menghampirinya, dan bertanya ,’’ Bagaimana kabarnya Abi, sudah tidak di Al-Zaytun lagi yah. Belum menjawab pertanyaan itu, wajah Bapak Syarwani begitu pucat, tegang dan penuh rasa malu terhadap mantan Tibmara tersebut. Kemudian dengan agak risih berkata,’’ terus terang aku malu sekali pada kalian ketika dulu pecah konfik antara Yasir cs dengan AS Panji Gumilang, tetapi aku tak bisa berbuat apa – apa, karena posisi saya yang demikian sulit. Perkataan Pak Syarwani terus dijawab mantan anggota Tibmara,’’ Sudahlah Pak, itu masa lalu, lagian kami tidak punya dendam sama Bapak, tapi kami akan punya perhitungan untuk AS Panji Gumilang.