KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
Jazirah Arab dulu terletak ditengah-tengah dua kekuatan besar : Romawi di Barat dan Persia di Timur yang keduanya selalu bertikai
DULU :
Q.S 30/2-4 : Yang pertama kalah Romawi dinegeri terdekat saat memperebutkan sungai Mesopotamia. Lalu beberapa tahun lagi akan menang Persia hancur karena perang saudara. Saat Romawi menang, orang beriman di jazirah Arab bergembira karena sebentar lagi Romawi akan hancur ditaklukan umat Islam.
SEKARANG :
Indonesia terletak di antara dua blok, yaitu Barat : USA dan sekutunya serta USSR (Rusia). Pertama kalah adalah USA di vietnam, kemudian beberapa tahun lagi Rusia (USSR) hancur karena perang saudara. Dihari kemenangan bangsa Romawi (USA) orang-orang beriamn akan bergembira karena sebentar lagi akan ditaklukan oleh Islam.
Apakah benar tempat Islam bangkit ada di Indonesia?
18/16-17 : tempat yang sangat luas/gua, Indonesia negara paling luas di Asia dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)
secara Alam, Geografis dan Budaya Indonesia paling mirip dengan jazirah Arab.
ISLAM BANGKIT dalam bentuk POHON dan didalam GUA masih tersembunyi.
Apa maksudnya ? 2/26 :
Kembali ke kondisi RI saat ini
RI punya hukum tertinggi Q.S 6/57
PANCASILA yang buat manusia berdasarkan Hawa Nafsu hanya ALLAH yg berhak membuat
maka 200juta jiwa lebih menggunakan Hukum Pancasila sebagai Hukum tertinggi
24/1 wajib pakai Hukum Islam
5/50 Hukum siapa yang paling benar Hukum ALLAH selain itu Hukum Jahiliyah
Hukum PANCASILA = Hukum Jahiliyah
4/105 AlQuran sebagai Hukum = untuk mengadili
Pertanyaan umum : Indonesia kan masyarakat majemuk(banyak Agama)
Jawab : Islam mengatur Manusia, bukan hanya orang islam.
Contoh : Jaman Rasul ada yang disebut Kafir Dzimni (kafir yang dilindungi, karena tunduk terhadap Hukum Islam)
Justru PS yang tidak bisa mengatur masyarakat Majemuk, kerusuhan SARA ada dimana-mana.
Di RI tidak ada Umat Islam, yang ada umat PS yang merasa Islam karena statusnya di mata ALLAH = Kafir,Zhalim,Fasik
Huku . ALLAH hanya dipakai untuk Ritual.
Hukum. PancaSila (Bathil) : Ekonomi, Sosial, Budaya, Hk. ALLAH (Haq) : Shalat, Puasa, Zakat,
Politik, Negara, Masyarakat Haji, Nikah, Waris
Jalan tengah = PancaSila ( PS )
4/17 Jadi Kafir karena ada yang Jahiliyah yaitu Hukumnya = PS
Mau menggunakan hukum ALLAH di wilayah Republik Indonesia?
Tidak bisa walaupun mau. Kalau dipaksakan akan diperangi oleh alat negara (ABRI, Polri). Dalam hal ini posisi penguasa adalah penindas (pemaksa) dan posisi rakyat adalah tertindas (dipaksa untuk memberlakukan aturan setempat yang tidak berdasarkan kehendak Allah (ALQURAN ).
Contoh: Secara aturan ideologi
Wilayah Aceh atas inisiatif GAM (Gerakan Aceh Merdeka) hendak memberlakukan Hukum Islam (syari’at Islam) pada seluruh aspek kehidupan warga Aceh, maka gerakan ini langsung mendapat tekanan/ penindasan oleh pemerintah RI dan dipaksa untuk kembali kepada hukum RI yang berdaulat yaitu Hukum yang berdasar Pancasila. Meskipun harus ditempuh dengan jalan kekerasan seperti penekanan/pemaksaan secara bersenjata. Daerah Operasi Militer yang pernah terjadi tahun 1954 di Aceh kini terulang kembali.
Secara aturan politik
Money politics berlaku untuk segala tata ketertiban dan keamanan di seluruh wilayah RI yang dikuasai oleh politik materialistik-liberalisnya Amerika. Di satu sisi rakyat menghendaki keadilan hukum, yang salah ya salah, yang benar ya benar. Namun di sisi lain secara tidak tertulis di RI berlaku keadilan atas uang, siapa yang mau dibenarkan atau dibela, bisa saja asal ada uangnya. Sehingga yang benar bisa jadi yang salah, dan yang salah bisa jadi yang benar. (Ingat pelajaran Thaghut: uang bisa berarti berhala). Dalam hal ini kita ditindas oleh yang kuat secara ekonomi (orang kaya) atau status sosial (pejabat, tokoh, preman).
Secara aturan sosial
Keadilan sosial di RI sebanding dengan tingkat sosial. Semakin tinggi status sosial seseorang semakin banyak ia mendapat keistimewaan (privillage), namun semakin rendah status sosial seseorang semakin terabaikan kesejahteraan kehidupannya (mirip aturan kasta). Dirasakan bahwa keadilan berpihak kepada yang berstatus sosial tinggi. Apabila ada protes atas keadilan akibat pembedaan ini maka otomatis dibuat perkara agar pihak yang lebih tinggi status sosialnya menang. Contoh kasus Munir. Mencoba mengusik keistimewaan elit politik atas berbagai pelanggaran Hak Azasi Manusia yang selama ini dilakukan oleh para penguasa pemerintahan kepada rakyat. Maka indakan Juga atas aturan pembedaan sosial ini maka timbul pembedaan tempat, kualitas, dan harga: sekolah mahal dan sekolah murahan, supermarket dan pasar tradisional,
Bahkan secara diri pun kita bisa menjadi penindas atas diri kita sendiri. Yaitu bila kita mengandalkan/ selalu menuruti/ tunduk/ pasrah kepada hawa nafsu kita bahkan ketika kebaikan/ rezeki Allah itu tiba.
Contoh: Kita bersikap malas/ tenang-tenang bila punya uang cukup.
Kita bersikap pesimis bila tidak punya uang.
Kita bersikap putus asa bila sulit mencari uang.
Kita bersikap kikir bila punya uang.
Kita bersikap boros/ foya-foya bila mudah mendapatkan uang.
Sikap-sikap tersebut tidak terjadi begitu saja, yang pasti sejalan dengan perjalanan hidup kita dipengaruhi/ diajarkan/ dididik oleh lingkungan kita yang cenderung negatif (baik lungkungan keluarga/ teman/ masyarakat/ negara). Sebaliknya, kita tidak akan bersikap demikian bila lingkungan kita positif dan maju. Bahkan dengan lingkungan yang positif, kita akan bertambah maju.
maka orang tertindas harus ?
4/97,98,99 : Bumi ALLAH luas Harus Hijrah, kalau tidak mati tertindas = Jahanam.
Kecuali kalau tidak tahu/tidak mampu! “ Masih mudah-mudahan, tidak pasti!!
Sekarang sudah tahu Harus HIJRAH! Hijrah kemana?
Ayat-ayat penguat :
33/64-68 : Jangan menyalahkan pimpinannya
2/165-167 : Jangan ikut pimpinan yang tidak pakai AQ.
24/39 :Amal-amal orang kafir fatamorgana
Di RI tidak bisa ibadah !!!walau hanya sedikit.
NILAINYA :100 % batil / sia-sia
# Pahamkan kepada ahlul TL bahwa di RI sudah tidak bisa apa-apa lagi.Jadi Cuma ada satu pilihan
yaitu HIJRAH !!!
Jadi HIJRAH ke mana?Kembali pada konsep AQ!
AQ=Buku yang baik (Ummul Kitab),isinya kalimat-kalimat yang baik.
Perumpamaan AQ=14/24-25,perumpamaan kalimat yang baik,seperti pohon yang baik.
Buku yang baik harus ada pembukaan ,isi dan penutup
Pembukaan isi Penutup
Al-Faatihah 14/24-25 An-Naas
NA’BUD (umat/pelaksana)
ULUHIYAH/UBUDIYAH
MULK (tempat)
MULKIYAH
RABB(aturan)
RUBUBIYAH
Penjabaran
Yang diibadati Penguasa Pengatur
ULUHIYAH/UBUDIYAH MULKIYAH RUBUBIYAH
Yang beribadah Kekuasaan Aturan
RESUME :
- Jadi Hijrahnya kemana? Ke Negara Islam!!=> Konsep AQ adalah bicara suatu Negara!
- Perumpamaan Pohon = Suatu Negara! Jadi Islam bangkit oleh suatu pohon = Negara. Adanya dimana? Di Indonesia,tapi masih didalam GUA,masih sembunyi. Belum muncul! (Ingat Materi Kebangkitan Islam!!)
25/53 = Dua Negara Mengalir Berdampingan.Negara Islam Selalu Ada.
2/256 = Buhul Tali ALLAH.
- Arab Saudi, Brunei bukan negara islam => karena kerajaan!
Ayat – ayat Penguat : * 9/24 = ALLAH nomor satu
* 9/41 = Berangkatlah
* 9/27-30 = Kamu sudah dipanggil
* 22/58 =
* 10/25 =
Hadits : “Tidak ada ibadah sebelum Hijrah”
KALAU MAU HIJRAH ADA SYARATNYA / PROSES IMIGRASI
1. Syahadat :
48/10 =
48/18 =
3/112 =
2. Janji : 3/112 = lihat “Foot Note” tali perjanjian dengan manusia =Pemerintah Islam.
3. Shodaqoh Hijrah : 1 x seumur hidup
9/102-103
- 9/102 : Ada yang mengaku k.z.f. karena menyampurkan yang Haq dengan yang Bathil(A.Q +PS) Ingin Hijrah
- 9/103 : Ambil shodaqoh mereka untuk membersihkan diri mereka. Karena mereka kotor. ( ½ - ½ = 2 illahnya = musyrik).Musyik = Najis = 9/28.
8/38 Kalau hijrah semua dosanya diampuni.
Berapa semestinya kita bershodaqoh? Sebesar-besarnya.
47/37-38 = jangan kikir
3/91 = kalo hitung-hitungan, emas sepenuh bumi juga tidak bisa menyelamatkan orang kafir.
Shodaqoh : ada azam & ada cash( min. 1 juta cash). Hijrah itu mahal. NII itu mahal !!! Kuliah Aja Mahal !!!! Apalagi mau diterima menjadi warga negara (Green Card kalau istilah Amerika) !!!!
4. Infak : Mendanai Negara = tiap bulan.
3/92 Membelanjakan Harta yang baik/ jangan yang buruk untuk mndanai negara.
2/254 minimal : Rp. 100.000/bulan
2/267
5. Tidak Merokok :HARAM !!!!!
2/168 ; Makan makanan yang baik.
6. Tidak Boleh Pacaran : 17/32 jangan dekati zina
7. Tidak ada hubungan dengan QM (ABRI,Polisi,Jaksa,Hakim,Banser, dll). Tidak ada hubungan QM adalah : saudara jauh maupun dekat, akitf maupun pnsiun, ada atau meninggal, teman, pacar, tetangga, ll.
Kunci QM : 60/1
Fahamkan definisi jujur jujur mampu memenuhi semua syarat untuk hijrah, termasuk mengenai QM.
-
|125.165.38.xxx |2011-04-22 18:33:08 fatimah lasut - "FAKTA"
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.”
(Al Qur’an 051:55)
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.”
(Al Qur’an 002:159)
“F A K T A”
SIAPAPUN PRESIDEN DAN WAKILNYA – PANCASILA IDEOLOGINYA
APAPUN AGAMA PRESIDEN DAN WAKILYNA – KUHP HUKUM-HUKUMNYA
ISLAM DAN BERIMANKAH KITA DI HADAPAN ALLAH SWT?
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Siapakah yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang beriman, yang mereka itu diseru untuk mematuhi Allah dan rasul-Nya secara kaffah?
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya; kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar beriman. (Q. Al Hujurat 15)
Dan siapakah pula yang dinyatakan oleh Allah Swt orang-orang yang kafir?
- Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (Q. Al Baqarah 6)
- Hai orang-orang yang beriman, ber-Dinnul Islam-lah kamu secara kaffah (secara keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari Dinnul Islam) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q. Al Baqarah 208-209)
- Pada hari ini, telah Aku sempurnakan Agamamu (Pedoman Hidup dan Kehidupanmu) untukmu. Telah Aku cukupkan nikmat-nikmat-Ku untukmu. Dan telah Aku ridhai (Aku setujui dan Aku restui) Islam sebagai Pedoman Hidup dan Kehidupanmu. (Q. Al Maidah 3)
- Siapa saja yang mencari (apalagi yang memakai) pedoman hidup dan kehidupan selain Dinnul Islam, maka tidaklah akan diterima (tidak dinilai ibadah) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (Q. Ali Imran 85)
Bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri mereka Islam dan beriman, tentu mengimani Kebenaran Ketetapan Allah Swt yang tersebut di atas. Jika tidak, tentu mereka bukan orang-orang yang beriman.
Intinya adalah, tidak ada agama atau pedoman hidup dan kehidupan yang lain bagi mereka, selain Dinnul Islam dan Nabi Muhammad Rasulullah Saw adalah panutan, contoh dan tauladan bagi mereka di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan mereka, baik di kala mereka hidup sendiri-sendiri berpribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.
Berdinnul Islam secara kaffah dengan mematuhi segala perintah adalah Perintah Allah Swt yang wajib dipatuhi oleh seluruh umat Islam yang beriman, sebagaimana realisasinya yang benar telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Saw pada masanya.
Rasulullah Saw berpribadi, Rasulullah Saw berkeluarga, Rasulullah Saw bermasyarakat, Rasulullah Saw berbangsa, dan Rasulullah Saw bernegara. Bahkan, Beliau adalah kepala negaranya. Semua aspek hidup dan kehidupan Beliau berserta umat Islam yang beriman, begitu juga yang belum beriman yang berada di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah pada saat itu, ditata dan diatur berazastunggalkan Dinnul Islam seutuhnya atau yang lazim disebut dengan “secara kaffah”.
Nabi Muhammad Rasulullah Saw tidak pernah mengajak bangsa Arab, baik yang kafir maupun yang beriman, dengan seruan Beliau yang seperti ini, misalnya: “Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Demi persatuan dan kesatuan bangsa Arab, marilah sama-sama kita rekayasa suatu ideologi yang baru, selain Dinnul Islam, kemudian kita lengkapi ideologi tersebut dengan hukum-hukum dan undang-undang serta peraturan-peraturan yang kita butuhkan. Kemudian, kita jadikan dan kita pergunakan ideologi kita tersebut berserta hukum-hukumnya sebagai satu-satunya azas pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, baik bagi yang beriman maupun yang kafir, agar kita semua dapat selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat”.
Pernahkah Rasulullah Saw mencontohkan ber-Dinnul Islam seperti misal ajakan Beliau yang tersebut di atas?
Bukankah misal ajakan Rasulullah Saw itu seperti kita beragama, berbangsa dan bernegara di Indonesia?
Kalaulah kita, seluruh bangsa Indonesia yang telah bersyahadat menyatakan diri kita islam dan beriman, dan kita beriman sesuai dengan Ketetapan Allah Swt dan sesuai pula dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tentu kita tidak akan pernah berideologi yang lain, selain Dinnul Islam, Pancasila misalnya, di dalam kita menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita, baik di kala kita beragama, berbangsa maupun bernegara. Seluruh aktifitas hidup dan kehidupan kita, bahkan mati kita pun hingga cara penguburan mayat kita haruslah berazas-tunggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Itulah Ketetapan Allah Swt bagi seluruh manusia yang mau digolongkan sebagai orang-orang yang beriman, yang imbalannya, adalah Jannah. Beriman dulu yang benar sesuai dengan Ajaran-Nya, barulah kemudian beramal saleh, yang harus juga sesuai dengan Bimbingan Allah Swt dan contoh serta tauladan yang telah diberikan oleh Rasulullah Saw. Maka barulah hidup dan kehidupan kita bernilai ibadah di sisi-Nya. Sebagaimana KetetapanNya atas penciptaan diri manusia.
- Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.
(Q. Az-Zaariyaat 56)
Apakah Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam memang tidak berlaku atas umat Islam Indonesia?
Ataukah kita, Umat Islam Indonesia yang jumlahnya mayoritas di Indonesia ini, telah mendapatkan dispensasi atau keringanan dari Allah Swt untuk tidak berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tetapi kita masih dianggap beriman oleh Allah Swt di hadapan-Nya?
Ataukah kita, umat islam Indonesia, yang tidak mau ber-Syariat Islam karena kita merasa berat mematuhinya, walaupun itu untuk kebaikan kita? Dan kalaupun kita mau ber-Syariat Islam, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakannya karena kita masih tetap ber-Pancasila? Bukankah Pancasila juga mempunyai hukum-hukumnya sendiri yang harus dipatuhi oleh kita-kita yang ber-Pancasila? Sementara Allah Swt, yang kita imani dengan Dinnul Islam-Nya, juga mewajibkan kita, Umat Islam Indonesia, berhukum dan berhakim kepada Hukum-Hukum-Nya atau Syariat Islam. Bahkan, Dia mengkafirkan siapa saja manusianya yang tidak mau, dan juga yang menolak atau tidak setuju atas pelaksanaan Syariat Islam.
Bagaimanakah kita berpedoman di dalam menata dan mengatur semua aspek hidup dan kehidupan kita sebagai orang-orang yang telah bersyahadat menyatakan diri kita Islam dan beriman di dalam berbangsa dan bernegara?
Siapa yang harus kita patuhi? Tuhan kita, Allah Swt, dengan Syariat Islam-Nya, ataukah Pancasila kita Nan Sakti dengan hukum-hukum thaghutnya?
Bukankah ini artinya kita berdualisme dalam berpedoman, alias beragama “suka-suka”? Kita beragama sesuai dengan selera kita. Mana yang cocok dengan selera kita, kita patuhi. Dan mana yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita, kita ingkari. Kita beriman akan sebagian isi Al Qur’an dan kufur akan sebagian yang lainnya. Seperti inikah Rasulullah Saw mengajarkan dan mencontohkan kepada kita ber-Dinnul Islam? Koq kita tidak bermalu mengklaim diri kita sebagai umat Beliau?
Hukum-Hukum Allah atau Syariat Islam tidak berlaku di Negara Republik Indonesia, karena NKRI bukanlah Negara Islam. Padahal, kabarnya, mayoritas penduduknya beragama Islam (?). Apakah ada Allah Swt memerintahkan dan meridhoi kita, seluruh Umat Islam Indonesia, untuk mendirikan suatu negara yang berideologikan ideolgi manusia dan berhukum serta berhakim kepada hukum-hukum buatan manusia alias hukum-hukum thaghut?
Sewaktu berjuang merebut kemerdekaan kita berteriak, “Allahu Akbar!” Tetapi, setelah merdeka, di mana kita letakan Ideologi dan Hukum-Hukum Allah? Koq malahan ideologi manusia dan hukum-hukum thaghutnya yang kita jadikan pedoman hidup dan kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dengan cara seperti inikah kita bersyukur kepada Allah Swt?
Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang seiman.
Ini adalah FAKTA cara kita beragama. Kita ber-Dinnul Islam dengan cara kita, berdualisme dalam berpedoman, bukan dengan cara Rasulullah Saw yang hanya ber-Dinnul Islam secara kaffah. Beliau tidak berideologikan yang lain, selain Dinnul Islam, dan begitu juga para sahabat serta umat Islam yang beriman lainnya pada saat itu.
Dan yang sangat naïfnya bagi kita adalah, kita selalu berdo’a memohon dan mengharapkan syafa’at beliau di kemudian hari. Tetapi ironinya adalah, disuruh beriman sebagaimana Rasulullah Saw beriman sajapun kita tidak mau. Koq, bisa-bisanya kita meng...
Pemutakhiran Terakhir (Senin, 16 April 2012 09:53)











