- Temukan di web ini www.nii-crisis-center.com Info terbaru ttg g...
- Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) adalah sebuah organisasi k...
- Gembar-gembor tanpa klimaks tentang Negara Islam Indonesia (NII) dan Ma&...
- Meski pun sudah dinyatakan sebagai Pondok Pesantren yang mengajarkan ajaran...
- Para jamaah NII alzaytun Menghalalkan merampok, mencuri, menipu, memeras, m...
NII VS NKRI
Ideologi tidak pernah mati. Itu kalimat yang dinilai paling cocok untuk menjelaskan secara singkat tentang gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Enam dasawarsa telah lewat, sejak didirikannya, kehancurannya hingga penerusan gerakannya di seantero negeri, NII tetap menggeliat hidup.
Kasus teranyar adalah kasus cuci otak, anak hilang serta kontroversi Ma’had Al Zaytun yang dianggap sebagai pusat kegiatan NII hingga kasus terorisme yang telah menjadi 'kejahatan' primadona selama sepuluh tahun belakangan.
Namun, sayangnya, betapapun dianggap berbahaya dan menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa, sosialisasi akan masalah ini masih sangat minim. Sedangkan gerakan NII terus melakukan perekrutan, penggalangan dana dan pembentukan basis-basis kekuatan.
NII merupakan organisasi yang pernah ada tahun 1949-1962 sebagai sebuah gerakan pasca kemerdekaan untuk mengusir Belanda di Jawa Barat yang kemudian berbenturan dengan pemerintahan Orde Lama. Eksistensinya pupus setelah pimpinan tertingginya, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, ditangkap, diadili dan kemudian dieksekusi pada tahun 1962.
Terusan gerakan NII sejak tahun 1963 hingga sekarang mengalami pasang surut didalam organisasinya. Perubahan dalam strategi maupun aliran keislaman yang menjadi ukuran perjuangannya pun berubah seiring dengan pengaruh politik lokal dan pengaruh aliran pemikiran dari Timur Tengah, baik yang bersifat ajaran maupun pola gerakan.
Secara garis besar, gerakan NII terbagi menjadi dua garis pemikiran besar yaitu fundamentalis dan pragmatis. NII fundamentalis adalah kelompok yang lebih mengedepankan ajaran Islam ketat (Salafi jihadi) dalam pola perjuangannya. Kelompok ini sangat keras memegang teguh ideologi dan prinsipnya.
Sedangkan NII pragmatis menginginkan berdirinya negara Islam di Indonesia dengan menghalalkan segala macam cara dalam prosesnya, tanpa mengindahkan nilai-nilai keislaman itu sendiri, termasuk bekerjasama dengan siapa saja yang membantu programnya, terlepas dari perbedaan ideologi maupun agama.
Kemunculan NII kini setelah kehancurannya tahun1962, masih menyisakan misteri yang belum terungkap. Apakah ini merupakan terusan perjuangan ideologis atau hanya oknum-oknum yang menggunakan nama NII untuk membuat keresahan di masyarakat. Karena sejauh ini, dampak yang diberikan justru negatif, sehingga semakin memberikan stigma buruk pada gerakan NII secara khusus dan gerakan Islam secara umum.
Atas dasar itulah, kami para mantan anggota gerakan NII yang tergabung dalam NII Crisis Center merasa terpanggil untuk memberikan informasi sebagai langkah preventif bagi anak bangsa agar tidak terjebak dalam sebuah gerakan yang berkedok agama namun justru menjauhkan para anggotanya dari nilai-nilai agama dan menanamkan benih perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa.
Ini merupakan sebuah pendahuluan dari apa yang kami tulis dalam sebuah buku kecil yang telah kami terbitkan. Dalam kemasan tulisan bersambung ini, kami akan menjabarkan secara mendalam apa itu negara Islam, bagaimana mengenali NII gaya baru, siapa kami serta bagaimana menangani korban NII.
Kami berharap, buku kecil ini dapat memberikan kontribusi bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi kalangan pemuda yang menjadi target utama perekrutan NII. Dan kami juga menghimbau kepada semua pihak yang berkompeten dalam penanganan kasus NII, untuk membuka mata dan menindak segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan gerakan NII, baik yang berkaitan dengan norma agama, norma sosial dan norma berbangsa serta bertanah air.
Tulisan ini juga di posting Oleh Faktapos.com


