- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA









![]() | Today | 6122 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 78874 |
![]() | Last week | 66629 |
![]() | This month | 245649 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8089952 |
Your IP: 38.107.179.243
,
Today: Mei 19, 2012
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap Desa dan Qobilah/Tim dalam NII memiliki ilmu yang agak berbeda-beda namun pada intinya sama, saya akan menjelaskan secara umum tentang NII. Adapun kesalahan yang dilakukan NII biasanya ditujukan kepada oknum sebagai kambing hitamnya. Seolah mereka yang merasa benar tidak menganggap NII yang salah sebagai bagian darinya.
NII atau Negara Islam Indonesia adalah salah satu gerakan Islam di Indonesia. Secara teritorial keberadaan negara ini tidak tampak karena istilah ibukota dan bagian negara lainnya hanyalah bayangan atau mereka sendiri yang menamai. Contohnya, ibukota NII berada di Indramayu tepatnya di Ma’had Az-zaitun sebagai Madinah Indonesia. Struktur negara dibagi menjadi 7 tingkatan: Dewan 1, Dewan 2, Wilayah, Dauroh, Distrik, ODO, Desa.
Setiap Desa memiliki RT. Ada pula aturan, setiap RT tidak boleh bertukar informasi. Bisa jadi mereka tidak tahu orang-orang dari RT dengan RT lainnya, apalagi beda desa. Hal ini cukup aneh mengingat surat (49:13): “Bahwa manusia diciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling kenal” . Tujuan mereka tidak dibenarkannya mengenal yaitu tidak lain untuk tidak merusak antara satu dengan yang lainnya di sini terlihat bahwa rapuh sekali konsep jaringannya.
Gerakan ini beranggapan bahwa merekalah yang akan membangkitkn Islam di hari kemudian kelak. Memang benar bahwa banyak dalil yang menjelaskan Islam akan berjaya kembali namun tidak ada penjelasan bahwa NII-lah yang menjayaknnya. Hal ini masih ghaib dan tidak ada yang tahu secara pasti seperti yang dijelaskan pada QS An-Naml ayat 65: “Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.”
Historis
NII atau Negara Islam Indonesia didirikan pertama kali oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949, kemudian diteruskan oleh beberapa imam hingga akhir ini dipimpin oleh Syeh Panji Gumilang. Gerakan ini mempercayai sunnatullah bahwa kejadian Futuh Mekah akan terulang serupa kembali di Indonesia. Seperti yang telah saya jelaskan, bahwa Sunnatullah yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya atau ketetapan yang tidak akan berubah namun tidak ada penjelasan dalam Al-Quran bhwa kejadian-kejadian dalam Al-Quran akan terulang kembali secara identik.
Aqidah
Tauhid mereka diambil dari surat Al-Fatihah dan An-Nas karena mereka berpendapat bahwa apabila kita membaca buku pembuka dan penutup maka inti sari buku itu akan ditemukan. Kata-kata yang sama di antara 2 surat tersebut dimaknai Trias Politica atau Syarat berdirinya sebuah negara.

Tauhid mereka yang membedakan dari tauhid yang lainnya yaitu tauhid mulkiyah yang ditujukan pada Malik yang artinya Raja Manusia. Coba kita teliti lebih lanjut apa hubungannya Raja Manusia dengan wilayah/tempat? Ini salah satu pembelokan tafsiran atau pena’wilan. Raja memang punya wilayah tapi yang dimiliki raja bukan cuma wilayah. Kenapa bukan tahta, kekuasaan, kekayaaan, rakyat yang diambil sebagai maknanya. Ini adalah penyempitan pola pikir yang disebut “Ghazwul Fikri”.
Oleh karena itu seluruh isi Al-Qur’an dianggap sebuah buku tata negara. Dan ketaatan kepada negara sama saja sepeti ketaatan mereka terhadap Allah. Negara hanyalah sebuah benda mati, yang menggerakannya adalah para pemimpin. Pimpinan yang menjalankan perintah negara dianggap rasul, sebab menurut mereka tugas rasul menyampaikan isi kandungan Al-Quran sama halnya seperti pemimpin.
Selajutnya pada setiap mereka menafsirkan (asma Allah, din, agama, darul) segalanya dihubungkan pada “negara” dan penafsiran (rasul, nabi-nabi termasuk nabi muhammad) dihubungkan kepada “pemimpin negara” karena menurutnya tugas pemimpin negara sama halnya seperti nabi dan rasul yang tidak lain adalah menerapkan isi Al-Quran.
Syari’at
Syari’at yang ditegakkan hanya menggunakan Al-Quran sebagai segala sumber
pengambilan keputusan. Karena menurutnya Al-Quran adalah buku tata negara yang terdapat segala ilmu kehidupan manusia di dalamnya. Mereka tidak menggunakan hadis dikarenakan menurut mereka banyak yang dhaif, kecuali hadis itu menguntungkan bagi mereka, seperti perintah taat pada pemimpin.
Jadi istilah fiqih tidak jelas, atau NII merupakan gerakan LIF (Lintas Ilmu Fiqih) atau Ingkar Sunah. Singkat kata, hukum yang digunakan di NII bersifat setengah-setengah yaitu mengambil syari’at dari Al-Qur’an kemudian dijelaskan menurut tafsiran mereka sendiri.
Tafsiran mereka tidak disandarkan pada dalil-dalil yang lainnya melainkan menggunakan logika. Contohnya saja tafsiran mereka seperti pada surat Al ‘Ankabuut ayat 45: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar.”
Mereka menafsirkan dengan mempertanyakan apakah shalat yang telah kalian lakukan dapat mencegah perbuatan keji dan munkar? Hanya perbuatan langsunglah yang dapat mencegahnya, maka muncullah aturan shalat universal yaitu mengajak orang-orang untuk masuk NII.
Adapun contoh lainnya berupa zakat yang kadarnya ditentukan oleh pimpinan bukan berdasarkan hadis.
Dari pengertian mereka tentang sunnatulah saja sudah salah, begitu pula hal-hal yang di dalamnya. Seperti halnya sunnatullah yang mereka percaya akan terulang mereka melakuan hijrah dan perang (mengajak orang masuk NII). Namun yang dilakukan banyak sekali perbedaannya dengan zaman dulu, seperti dakwah sembunyi-sembunyi yang telah dilakukan bertahun-tahun. Padahal, Nabi Muhammad dakwah sembunyi-sembunyi hanya berselang 3 tahun, dan itu juga keadaanya berbeda dengan keadaan sekarang ini sebagaimana yang dilakukan oleh NII.
Hal lainnya, mengenai futuh Indonesia atau masa kebangkitan NII yang ditetapkan pada tahun 2004 berdasarkan penafsiran sunnatullah mereka, tidak terlaksana hingga sekarang, diundur 2009, bahkan Desa lain ada yang bilang 2010. Saya pernah mencoba mengkalkulasi ulang sebenarnya tahun berapa futuh menurut tafsiran perhitungan mereka. Ternyata seharusnya beberapa puluh tahun silam.
Mengapa hadits/sunnah itu perlu digunakan sebagai hukum Islam?
Al-Qur’an tidak memberi penjelasan menyeluruh tentang syarat-syarat apa yang mesti dipenuhi dalam ibadah. Persoaalan itu diserahkan kepada sunnah Nabi, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sunnah itu yang menafsirkan yang masih bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang terlalu umum, memberikan contoh konkrit pelaksanaannya, dan membuat prinsip-prinsip aktual dan bisa diterapkan dalam kehidupan manusia. Hal itu karena Rasulullah SAW adalah yang bertanggung jawab menjelaskan Al-Qur’an dengan ucapan, perbuatan, dan ketetapan beliau, dan beliau pulalah yang lebih paham tentang maksud firman Allah dalam Al- Qur’an. Contohnya seperti bagaimana shalat, tahkim/hukum dan syarat menunaikan zakat, hal tersebut tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an.
Rasullulah bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah.
Di bawah ini adalah dalil-dalil Al-Qur’an yang telah “jelas/terang maknanya” tentang pandangan perintah rasul – ingat jangan tafsirkan rasul sebagai pemimpin/imam karena rasul memang pemimpin/imam, tapi buang semua pemimpin/imam itu rasul. Apabila disebutkan rasul-rasul maka rujukannya pada seluruh rasul dan jika hanya rasul maka rujukannya yaitu Nabi Muhammad SAW. Apabila kurang mengerti maka bacalah ayat sebelumnya dan sesudahnya atau silahkan tanya orang yang lebih faham.
Bagaimana pandangan orang kafir menurut Al-Qur’an:
An-Nisaa’ (4) ayat 150: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan(*) antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) ,
An-Nisaa’ (4) ayat 151: merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
(*) Maksudnya: beriman/percaya kepada Allah, tetapi tidak beriman/percaya kepada rasul-rasul-Nya.
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu:
An-Nisaa’ (4) ayat 59: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Perintah taat pada Rasul:
Al-Hasyr (59) ayat 7: …Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya,.
Nabi Muhammad membawa petunjuk dan penjelas:
Ash-Shaff (61) ayat 9: Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.
Rasul menjelaskan dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan:
Al-Maa’idah (5) ayat 15: Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (*).
(*) Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad SAW, dan Kitab maksudnya: Al-Qur’an.
Ibarat sbuah lampu pijar, pelitanya adalah Al-Qur’an dan cahayanya sebagai penjelas adalah Hadis.
Taatilah Allah dan taatilah Rasul:
Dalilnya: (47:33), (33:31), (2:285), (48:17), (49:17), (3:132), (4:13), (24:52), (24:54), (9:71).
Az-Zumar (39) ayat 33: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Perjuangan
Seperti yang telah saya singgung di atas bahwa NII tidak memiliki hukum yang jelas, begitu pula syariah ibadah/perjuangannya tidak jelas, apakah itu wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram.
Apabila dilihat dengan seksama dari apa yang dilakukan aktivis NII, mereka semua
menjurus pada mengumpulkan uang untuk negara, kurang-lebih untuk kebutuhan politik, dari mulai shalat universalnya untuk target uang shadaqah, tahkim atau hukuman bagi yang bersalah harus mengeluarkan dam/denda, begitu pula zakat/shadaqah mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta yang dalilnya tidak jelas hanya sebatas taat pada pimpinan. Padahal segala sesuatu ada rujukannya/dalilnya. Mereka yang menjalakan ibadah seperti itu sebenarnya subhat, dikarenakan mereka hanya menjalakan saja atas dasar sumpah ketaatan mereka kepada pimpinan.
Rasulullah Bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” (HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah)
Apabila anda menannyakan kepada pencuri kenapa dia mencuri, maka dia akan mejawab: “saya melakukan ini untuk menafkahi keluarga saya.” Dari kasus tersebut yang kita lihat bahwa niat dari pencuri untuk menafkahi keluarga adalah tugas mulia, namun jika dilakukan dengan cara yang salah tetap saja salah. Hal serupalah yang dilakukan aktivis NII untuk menjalakan perjuangannya dengan niat yang benar untuk menegakkan syari’ah Islam namun dilakukan dengan cara yang salah.
Apa yang menyebabkan umat NII melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya?
1. Fa’i atau rampasan perang. Menurut mereka keadaan sekarang sedang perang jadi harta orang di luar NII (kafir) boleh diambil.
2. Nukson atau krisis keuangan. Pada beberapa Desa memiliki target mendapatkan uang yang tinggi sekali yang harus diserahkan kepada negara tiap bulannya. Ada kalanya Desa itu tidak mendapatkan umat baru. Loh apa hubungannya umat baru dengan target keuangan Desa? Setiap umat baru yang berhasil mereka doktrin diwajibkan membayar shadaqah tuk membersihkn diri dikarenkan keadaan mereka yang sebelumnya kafir (banyak dosa) menuju tempat suci harus dibesihkan dengan jumlah uang yang jumlahnya mulai dari jutaan sampai puluhan juta.
Bagaimanapun ceritanya Desa harus mencapai target keuangnnya, maka saat krisis umat diharuskan mengeluarkan uang dengan segala cara, entah itu berhutang, jual atau gadai barang, puasa tidak makan bahkan sampai menipu orangtua dengan alasan uang kuliah, les atau menghilangkan barang teman. Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri, perilaku mereka yang menyimpang dari moral mengakibatkan mereka dipandang buruk oleh orang sekitar.
Sekali lagi saya ingatkan bahwa setiap ibadah ada tata cara/rujukan/dalilnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu:
Al-Maa’idah (5) ayat 77: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”
Ibadah adalah amalan yang mulia, apakah pantas dilakukan dengan cara berbohong (menipu). Mengingkari ayat-ayat Allah, mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang bathil dan menyembunyikan kebenaran:
Ali ‘Imran (3) ayat 70: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah(*), padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
Ali ‘Imran (3) ayat 71: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran(*), padahal kamu mengetahuinya?
Kesimpulan:
Siapakah yang benar dalam beribadah menurut padangan Al-Quran dan Hadis?
Dalam salah satu hadits masyhur, Rasulullah SAW bersabda, “…Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, setiap kelompok akan masuk neraka kecuali satu saja.” Para sahabat bertanya, “Kelompok apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH (artinnya: Mereka yang keadaannya seperti keadaanku dan sahabat-sahabatku saat ini).”
Penjelasan:
Suatu saat umat Islam akan terpecah menjadi banyak sekali kelompok-kelompok, golongan-golongan, manakah yang benar? AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH bukan
aliran tapi sebutan bagi mereka yang menjalankan ibadah sesuai dengan Al-Qur’an
dan Hadits (petunjuk Nabi Muhammad) seperti zaman Nabi Muhammad SAW dulu, selain daripada itu adalah salah (telah telah menyimpang). Sebutan-sebutan ini seperti halnya sebutan kaum mu’min kepada kaum/kelompok/golongan orang beriman ataupun kaum musyrikin kepada kaum yang syirik kepada Allah SWT.
Tidak ada perubahan aturan ibadah yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad
SAW karena agama Islam telah sempurna saat Haji Wada:
….. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al – Maidah, 5:3)
Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Mei 2012 10:47)











