- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA









![]() | Today | 6630 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 88784 |
![]() | Last week | 66438 |
![]() | This month | 246157 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8090460 |
Your IP: 38.107.179.242
,
Today: Mei 19, 2012
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
Selama hampir 4 (empat) dasawarsa penerapan strategi militer dan intelejen Indonesia tidak berpihak kepada eksistensi, hak dan kepentingan rakyat, tetapi hanya dalam rangka membangun infra struktur, memperkuat dan melanggengkan posisi kekuatan politik, ideologi nasionalisme sempit dan kekuasaan yang sewenang-wenang yang berakibat menyeret pemerintah terjebak ke dalam kebijakan politik – intelejen kooptasi, kolaborasi dan upaya pemandulan hingga adu domba terhadap setiap potensi kekuatan rakyat atau gerakan yang terdapat dalam tubuh bangsa.
Pertimbangan dan kepentingan politik ideologis nasionalisme sempit itulah yang membuat strategi militer dan intelejen bila ditinjau berdasarkan prinsip kemerdekaan, menurut konstitusi negara dan tujuan pembangunan disebut sebagai sikap-tindakan yang sangat bertentangan dengan amanah konstitusi dan pembangunan, melanggar HAM dan demokrasi serta memperdaya agama. Akibatnya pemerintah tidak berpihak kepada rakyat bahkan justru menjadi otoriter, inilah yang akhirnya melatari kultur mental-intelektual dan karakter tiga elemen negara yaitu militer, intelejen dan pemerintah.
Karena itu ketiga elemen negara Republik Indonesia merasa berat untuk menggeser tekad dan keputusan atau kebijakan sebagai rezim totaliter warisan Orde baru apalagi pihak militer sudah terlanjur memposisikan diri sebagai tulang punggung dan penentu mind control sekaligus master mind bagi penyelenggaraan negara Kesatuan Republik Indonesia melalui konsep Dwifungsi ABRI atau Komando Teritorial dan Pembinaan Teritorial serta renstra (rencana strategis) Hankam dan Kamdagri tahun 1974-1978 yang berpuncak pada program Opstib dan Opsus yang secara praktis tetap berlanjut hingga sekarang.
Dwifungsi Sebagai Politik Totalitarian & Cermin Militeristik
Dasawarsa pertama rezim Orde baru merupakan puncak aksi program penyatuan komando dan kekuatan antara satuan operasional sebanyak 420 kompi, aparat teritorial sebanyak 255 Kodim dengan 1300 Koramil dan Intelejen dalam Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) pusat dan Badan Pelaksana tingkat Kodam atau Laksusda. Konsep Dwifungsi ABRI selanjutnya diisi dengan nafas militerisasi build-in melalui dua wajah yaitu Dwifungi teritorial dan struktural. Dwifungsi teritorial terwujud dalam bentuk struktur birokrasi sipil dan militer yang hirarkis dan pararel dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/ kota, kecamatan sampai kelurahan / desa.
Mendagri adalah pengendali hirarki birokrasi sipil yang bertanggungjawab kepada presiden. Pararel dengan hirarki birokrasi sipil adalah hirarki militer dari Dephankam /Mabes TNI, Kodam, Korem, Kodim, Koramil dan Babinsa. Menhankam dan Panglima TNI adalah pengendali utama hirarkhi militer yang bertanggungjawab kepada presiden. Militer selalu nimbrung dalam pengendalian pemerintahan di tingkat kabupaten dengan tampil dalam Muspida yang terdiri dari Bupati, Dandim, Kapolres, Kajari, dan Kepala Pengadilan. Di kecamatan ada Muspika yang memberi ruang bagi Danramil dan Kapolsek untuk ikut mengontrol pemerintah dan rakyat. Dwifungi skruktural hadir dalam bentuk kekaryaan TNI/Polri atau keterlibatan mereka dalam jabatan sipil. Hampir semua jabatan sipil yang strategis dimasuki militer baikdi wilayah eksekutif (dari gubernur sampai dengan lurah/ kepala desa) maupun legislatif (MPR, DPR sampai DPRD II). Dalam birokrasi sipil terdapat pula Ditjen Depdagri, Ditsospol dan Kantor Sospol sebagai aparat intelejen sipil dan aparat ideologis untuk melakukan indoktrinasi kepada masyarakat dan regulasi terhadap aktivitas politik dan sosial.
Dwifungsi ABRI tidak hanya merambah bidang politik dan kemasyarakatan, tapi juga sampai bidang ekonomi. Salah satu bentuk konkretnya berupa “premanisme”. Dwifungsi menjadi ancaman serius bagi demokratisasi keamanan dan bahkan stabilitas sosial-politik. Analisis ini bertolak belakang dengan ideologisasi Dwifungsi ABRI yang justru mengandaikan ABRI sebagai stabilisator dan dinamisator. Meski pada masa Orde Baru stabilitas nasional relatif mapan, tapi bersifat semu karena diikuti dengan matinya demokrasi, merajalelanya kekerasan, rekayasa politik dan intelejen serta kuatnya supremasi militer, sementara elemen-elemen sipil tetap dalam posisi lemah.
Dengan program inilah antara kebijakan politik pemerintah, intelejen dan militer maupun pelaksana politik di lapangan menjadi tidak bisa dibedakan lagi. Apalagi setelah program tersebut diterapkan sampai ke tingkat Koramil dan Polsek (tingkat Kecamatan) dan Babinsa (Badan Pembinaan Desa) dan BINMAS. Di bidang keamanan, kehadiran militer terlihat pada melembaganya intervensi Sistem Hankamrata. Semua elemen masyarakat lokal dilibatkan dalam pemeliharaan keamanan dan pertahanan di wilayah masing-masing di bawah “pembinaan” polisi dan tentara.
Pembentukan Babinsa, Binkamtibmas, Hansip, Kamra maupun Siskamling merupakan perwujudan dari sistem Hankamrata. Intervensi Hankamrata telah membentuk pola hubungan antara masyarakat dan ” militer/polisi di dalam mengelola masalah keamanan dan meciptakan pola ketergantungan masyarakat terhadap militer/polisi di bidang keamanan dan politik serta ekonomi. Di sini tentara dan polisi menjadi banyak terlibat dalam menangani masalah keamanan di desa. Dalam kesadaran semu warga masyarakat, tentara dan poIisi tidak berbeda jenis profesinya, tetapi hanya berbeda tingkat PoIisi menangani masalah keamanan yang bersifat mikro misalnya masalah kriminal kecil, sedangkan tentara menangani keamanan yang bersifat makro, misalnya keributan massa yang dapat membahayakan stabilitas sosial-poIitik di desa. Polsek kerap melakukan pembinaan terhadap siskamling untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga di bidang keamanan. Koramil dan Babinsa banyak berurusan dengan upaya mewaspadai kelompok yang membahayakan negara seperti para bekas anggota DI-TII atau Muslim Fundamentalis (ektrem kanan) dan PKI (ektrem kiri). Pembinaan militer/tentara kepada warga desa dalam menangani keamanan berdampak pada melemahnya kesadaran terhadap hak dan tanggungjawab mereka dalam menangani masalah yang sebetulnya dapat diselesaikan dalam level dan antar komunitas.
Akibatnya berbagai gerakan baik yang berbasis agama, ekonomi dan bisnis maupun keilmuan menjadi target sasaran kooptasi, stigma, konspirasi dan kolaborasi. Karakter dan keberadaan militer, intelejen dan pemerintah Orde baru sebagai dalang (Master mind & Mind control) kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya aman atau rusuh hingga pers dan kampus justru menjadi kebanggaan atau trade mark. Sehingga tidak satu pun jenderal dari kalangan TNI AD khususnya (kecuali jenderal yang berani membelot kepada Soeharto) yang hari ini memiliki kesadaran dan rasa malu ketika mengekspresikan sosok keberadaan dan ambisinya sebagai Master Mind & Mind Control atas rakyat dan NKRI sekali pun dengan bahasa klise, tidak jelas dan ngambang.
” Bagi TNI, Merah Putih, Pancasila-UUD’45 dan keutuhan wilayah NKRI adalah sesuatu yang final dan tidak bisa ditawar, karena ini amanah jenderal Besar Soedirman”
Beberapa individu jenderal memang ada yang berbeda bersikap dengan konsep terapan yang menyimpang tentang fungsi dan peran intelejen yang digelar Soeharto dan menganggap kebijakan itu sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan, akan tetapi keberadaan mereka nyaris tak berdaya, karena hingga saat sekarang mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Secara politik, budaya dan pergaulan mereka mungkin bisa dinilai bersih dan mungkin selamat dari kutukan akibat buruk kejahatan peran dan fungsi intelejen yang digeser Soeharto tersebut, namun secara hukum, moral dan undang-undang mereka tidak bisa menghindar dari tanggungjawab kolektif, karena sikap mereka yang membiarkan kekeliruan tersebut terus berjalan dan belum ada satu pun upaya yang dilakukan secara konkret untuk mencegah atau melakukan pelurusan.
Praktek penerapan strategi kooptasi intelejen terhadap peta kekuatan potensi massa dan gerakan yang berbasis agama dalam hal ini Islam khususnya, selama ini dilakukan secara komprehensif dan sangat sistematis. Disebut demikian karena militer (aparat teritori), intelejen dan pemerintah di masa lalu selalu berjalan seiring dalam menggarap target-target dan sasaran operasi kooptasi terhadap tokoh – elite organisasi partai dan massa serta gerakan politik. Operasi dan program kooptasi, konspirasi sekaligus stigma yang diarahkan kepada partai dan gerakan yang dianggap memiliki potensi ekonomi, politik-ideologis bisa menjadi ancaman atau berlawanan selanjutnya digiring ke dalam aksi dan gerakan subversif, kekerasan, teror dan kriminal. Operasi dan program kooptasi sekaligus stigma yang dilakukan intelejen di masa otoriter Orde Baru terhadap kekuatan politik partai dan gerakan berbasis Islam boleh dikata nyaris tidak ada yang lolos dari strategi dan taktik managemen konflik dan konspirasi intelejen yaitu, rangkul dan jaring atau galang, rekruit, bina, tugaskan dan binasakan dalam adu domba, fitnah dan jebakan stigma.
Taktik dan strategi kooptasi, konspirasi, stigma dan adu domba terhadap gerakan Islam yang dilancarkan intelejen Orde Baru telah berlangsung selama hampir 4 (empat) dasawarsa terbukti sangat efektif dan berhasil membonsai dan menggembosi gerakan Islam maupun segenap tokoh – elite hingga anggota sekaligus sebagai sasaran tembak. Jika di awal Orde Baru para pimpinan dan elite gerakan NII (Abu Daud Beureueh, Danu M Hasan, Ateng Djaelani, Hispran, Adah Djaelani, Tahmid Kartosuwiryo dan kawan-kawan) bisa dikooptasi kemudian dijebak dalam konspirasi dan akhirnya distigmatisasi, begitu pula dengan para tokoh dan elite partai PPP melalui John Naro dan Mintareja, maka bagaimana dalam ormas Muhammadiyah, NU, DDII, Al Irsyad PSII, PII, GPI dan sebagainya ? Demikian halnya yang terjadi terhadap tokoh pimpinan dan elite gerakan sesat Darul Hadits / Islam jama’ah / LEMKARI / LDII, gerakan Ahmadiyah, Tarekat Kadirun Yahya, Jama’atul Muslimin (Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah) gerakan sesat NII Al-Zaytun dan gerakan sesat lainnya.
Di masa pertengahan hingga akhir Orde Baru, strategi dan kebijakan kooptasi, konspirasi, stigma dan adu domba militer-intelejen terhadap gerakan, ormas dan partai Islam tetap tidak beringsut dalam peran dan eksistensinya sebagai dalang. Hampir seluruh tokoh dan elite ormas, partai dan gerakan Islam telah dan setidaknya pernah terkooptasi militer dan intelejen. Tidak terkecuali hingga tokoh elite JI (Jama’ah Islamiyah) dari faksi ideologis yang paling rapi sekali pun atau faksi moderat, apalagi JI faksi liar-radikal pimpinan Hambali dan Zulkarnaen yang berada di bawah kordinasi Abdul Haris yang anggota BIN dan Abu Jihad yang agen BIN.
Konsep kooptasi dan penetrasi para planted agent intelejen yang berinteraksi langsung disusupkan, berkordinasi dengan para tokoh gerakan Islam. Di tahun 1968 ketika membangun neo NII pada awal Orde Baru antara tahun 1970-1977 hal tersebut dilakukan secara sangat transparan dan nyaris terang-terangan di bawah kordinasi komando mayor jenderal TNI AD Ali Moertopo dengan pejabat pelaksana harian – lapangan oleh Kolonel TNI AD Pitut Soeharto dengan markas kantor BAKIN di Senopati, Jakarta Selatan dan Gedung BPI jalan Raden saleh 24 Jakarta Pusat. Kebijakan kooptasi intelejen terhadap gerakan NII di bawah Daud Beureueh, Danu Mohammad Hasan, Adah Djaelani dan Hispran cs terus berlanjut dan diabadikan melalui Abu Toto AS Panji Gumilang yang kini memiliki kompleks eksclussive berupa Ma’had Al-Zaytun yang juga berfungsi sebagai markas besar dan ibukota NII-NKA (Negara Islam Indonesia-Negara Karunia Allah) Sementara menurut dokumen intelejen BIN sendiri keberadaan Ma’had Al-Zaytun diposisikan hanya sebagai salah satu KODAM diantara beberapa KODAM yang berhasil dibangun oleh gerakan NII.
Lain hanya dengan intelejen yang disusupkan guna menghadapi gerakan PII – GPI militerdan intelejen cukup dengan mengirim seorang Letnan Dua Suprapto, didampingi menantu Danu M. Hasan Zainuddin Qari’ yang didukung dengan rekomedasi Danu M. Hasan yang sudah dikenal komunitas PII-GPI. Intelejen untuk menghadapi gerakan Imran (Woyla) malah cukup seorang Kopral TNI AD berbasis Yon Armed, Najamuddin. Agen binaan intelejen untuk menghadapi gerakan NII Warman adalah Hasan Baw dan Prof Parmanto Rektor UNS Solo.
Intelejen yang ditugaskan menghadapi veteran Mujahidin Afghan, Moro Ambon yang terorganisir dalam organisasi MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) Laskar Jundullah, KPPSI, Kompak dan JI (Jama’ah Islamiyah) juga cukup seorang Kolonel TNI AU Muhammad Abdul Haris dibantu para agen binaan rekrutan baru seperti Abu Dzar, Umar Farouk, Abu Jihad, Hambali, Zulkarnaen, Zackaria dan sebagainya. Di daerah-daerah justru baru tersadar terhadap strategi dan kebijakan kooptasi, konspirasi dan stigma yang dilancarkan militer-intelejen ketika terbuka kedok Abdul Haris, Al Farouk, Hambali dan Zulkarnaen pasca bom Bali. Terbukanya jaringan mata rantai siapa yang anggota intel dan siapa yang planted agen intelejen dan siapa yang agen musiman maupun siapa yang terkooptasi, telah membuat berbagai scenario operasi intelejen berantakan dan tidak jalan. Keberadaan dan kinerja jaringan mata rantai intelejen berikut kooptasi dan permainannya seperti virus HIV dalam tubuh manusia.
Keberhasilan pihak intelejen dalam menginfiltrasi maupun melakukan proses mutasi gen intelejen ke dalam jaringan aksi dan organisasi gerakan JI sehingga mereka tidak sadar telah masuk dalam kooptasi, konspirasi dan berujung stigma intelejen negara melalui manipulasi dan penghancuran.
Permainan kooptasi dan infiltrasi intelejen Negara di bawah Hendro semakin telanjang setelah harian The New York Times memberitakan. Dalam harian New York Times By JANE PERLEZ (NYT) 1123 words Late Edition – Final, Section A, Page 4, Column 3. DISPLAYING FIRST 50 OF 1123 WORDS – IN the year before terrorists killed more than 200 people in a Bali night club……….. Dalam edisi Koran NYT itu Hendro juga dengan jelas disebut sebagai The Butcher Of Lampung
Pada tanggal 13 Des 2003 kepala BIN Hendropriyono melakukan lawatan dan sowan ke markas CIA di Washington, Amerika Serikat. Hendro diterima direktur CEO George J. Tenet mendapat pujian sekaligus sindiran pedas yang bernuansa penelanjangan, berita tersebut isi lengkapnya dikutip satu alenia sebagai berikut.
“Earlier this month, he met in Washington with the director of central intelligence, George J. Tenet, and White House officials, and according to an American official he was shown appreciation for his “leadership
-
boleh percaya boleh tidak.... cara main mereka (NII) cantik tapi kurang ajar.... semua santri disana dari tingkat awal SMP sampai kelas 6 (SMA) tidak akan tahu.... tapi kalau melanjutkan kuliah disana... pasti akan tahu.. bagaimana doktrin itu diberikan secara verbal... gak tertulis... kurikulum yang ada disana (untuk SMP dan SMA) tidak ada satupun yang berbau NII... nama para menteri disamarkan menjadi eksponen... setelah saya lulus sampai kelas 6 di Al zaytun... saya beru tahu hasil analisis pribadi sih.. sama wawancara ke teman saya (beliau sodara saya yang jadi korban)mereka yang menjelek2an al zaytun dan NII bahkan tidak paham bagaimana posisi al zaytun dengan organisasi NII.... jadi tidak semuanya yang disampaikan di web ini benar.. tapi sebagian ada benarnya... bagi mantan alumni MAZ... anda boleh percaya boleh tidak... nama anda sudah ada dalam database NII... tentu mereka orang-orang cerdas tapi kasihan (sedikit tidak waras)... anda pasti lambat laun.. bersiap siap menghadapi mereka karena semua santri dan wali santri telah menjadi target.. tapi jelas cara perekrutannya akan berbeda beda... silahkan tanyakan teman alumni angkatan terdekat anda (saya percaya bila sebagian mereka ada yang sudah NII mereka tahu lebih banyak.. tapi hati-hati kawan....) so, don't ever try to believe what you see and what you heard about MAZ... as you never know what they are really really capable of....
Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 20 Maret 2012 08:52)











