- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA









![]() | Today | 6667 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 88821 |
![]() | Last week | 66438 |
![]() | This month | 246194 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8090497 |
Your IP: 38.107.179.240
,
Today: Mei 19, 2012
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
MATERI KADER
1) Pemahaman Fungsi Diri & Wawasan Bernegara
· Pengertian Kader
· Panca Program
· Tugas Kader
2) Pembinaan Mental
3) Pengarahan Umat Totalitas
4) Pengelolaan Hujumah Tafsiriyah
· Latar Belakang
· Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tilawah
· Umat potensi HT
· Umat Potensi Maliyah
5) Pengelolaan Umat Sulit HT & ML
· Latar belakang
· Umat Sulit HT
· Umat Sulit Bermaliyah
· Umat Sulit HT & Maliyah
6) Pengelolaan Umat Lama
· Umat Lama Yang Malas
· Umat Lama Yang Sombong
· Umat Lama Yang Tidak Semangat
7) Imunisasi Umat
· Untuk Aqobah
· Untuk Jamaah/Ahlul Bait
MATERI RIJAL
1) Penanganan Umat Rizal yang sensitif (Perasaan)
· Karena Keluarga
2) Pemahaman Dana
· Alokasi Dan Fungsi Dana
· Mawarid Baitul Mal
· Ayat Tentang Dana
3) Pemahaman Umat Terkondisi
4) Pemahaman Umat Cinta Dunia
5) Pemahaman Umat Malas
6) Penjelasan Ritual Shalat
· Pengertian Shalat
· Fungsi Shalat
1. KADER
Pengertian Kader
Alhamdulillah pada kesempatan hari ini kita dipertemukan dalam acara pembinaan kader. Sebelumnya saya ingin bertanya nih sama kalian semua yang ada disini : tanya satu-satu !!!
· Sudah berapa lama di MD ?
· Sudah berapa lama jadi kader ?
· Selama jadi kader ada permasalahan atau tidak ?
Jadi kalian paham fungsi diri kalian hari ini adalah sebagai kader. Apa itu kader? kader itu adalah calon penganti pemimpin / regenerasi / generasi penerus pemimpin yang ada hari ini. Terus kalian tahu gak? Apa sih tujuan dari pengkaderan ini ? tujuannya adalah mempersiapkan calon-calon pimpinan jadi, kalian yang ada disini adalah calon-calon pimpinan,
· 4 / 9 : hendaklah kamu takut meninggalkan generasi yang lemah.
· 2 / 30 : kalian yang ada disini hendak dijadikan khalifah dimuka bumi.
Disitu ada kata HENDAK yang artinya proses. Untuk menjadi seorang khalifah itu ada prosesnya / celupan / sibqhoh . Sibqhoh tempaan, contoh : kalian hari ini seperti sebilah besi tua yang diproses untuk dijadikan sebuah pedang, ditempa, dipanaskan, didinginkan, ditempa lagi terus berulang ulang sampai didapatkan hasil tempaan yang berkualitas hasilnya, baik dan bisa dipertanggung jawabkan. Dan proses pembuatan / penempaan pedang ini tidak semuanya akan berhasil pasti ada salah satu pedang yang patah. Ini adalah proses bentuk tempaannya apa buat kalian sebagai seorang kader yaitu adanya suatu bentuk program negara yang harus di selesaikan.
Panca Program
1. Binayatul Aqidah ( Pembinaan Aqidah )
2. Binayautl Dzorfiah ( Pembinaan teritorial )
3. Binayatul Mas’ul ( Pembinaan aparat )
4. Binayatul Maliyah ( Pembinaan dana )
5. Silah Wamuasolah ( komunikasi )
Dari program ini di kembangkan dan dijabarkan dalam bentuk usaha nyata yang mengarah pada :
1. Hujumah Tabsiriyah : Peningkatan Aktivitas HT
Dimaksud dengan hujumah tabsiriyah adalah misi ofensif dalam rangka meninggkatkan jumlah warga dan pembinaanya. Pada tahap I ini seluruh pendukung aspek jihad dan perjuangan masih tertumpu pada besar kecilnya jumlah warga pendukung risalah ini. Daya dan dana ada ditangan warga dengan seizin Allah.
A. Target / Roumiyah
Untuk pencapaian penambahan warga ditentukan roumiyah / target secara terprogram dan sistematis dengan ketetapan pencapaian bulanan. Untuk itu insya Allah kemampuan penambahan warga sebanyak 5000 orang per bulan dapat ditempuh , penambahan tersebut harus dapat menutupi jumlah warga dibulan terdahulu ( yang disebabkan oleh berbagi hal ) dan secara bersih jumlah penambahan selalu pada jumlah 5000 orang seperti target yang diprogramkan.
B. Tilawah, Musyahadah Hijrah dan Tazqiyah.
1. Tilawah
Adalah suatu usaha da’wah menuju rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah Allah yang diarahkan kepada siapapun yang belum menjadi warga agar sanggup dan siap mendukung risalah ini, kewajiban pelaksanaanya berada pada masing–masing indvidu, aparat maupun warga.
2. Musyahadatul Hijrah.
Adalah merupakan titik pemyelesaian tilawah diatur dan dilaksanakan dengan management yang dapat dipertangung jawabkan.
3. Tasqiyah
Adalah suatu usaha menindak lanjuti hasil musyahadah hijrah yang telah dilaksanakan dengan memberikan bimbingan ri’ayah maupun khafidzuljanah kepadanya sehingga dapat dipastikan ketangguhan, kesanggupanya didalam mempertahankan janjinya kepada Allah yang telah dinyatakan majelis musyahadah hijrah
.
2 Tarbiyah / Pendidikan
Adalah manifestasi dan penjelmaan dari panca program daulah yang berkenan dengan pembiaan aqidah, pembinaan aparat, dan pembinaan teritorial. Yang mana sasaran pendidikan atau tarbiyah adalah warga dan aparat serta generasi penerus.
1. Arah dan tujuan pendidikan adalah mempersiapkan umat (warga) untuk beraqidah yang kokoh , kuat terhadap Allah dan syariatnya serta bersikap tauhid terhadap rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah-Nya sehingga sanggup / siap untuk hidup dilingkungan masyarakat dan daulah dengan penuh kebahagian duniawi maupun ukhrawi.
2. Pencapaian kwantitatif tazqiyah dan irsyad ditempuh dengan cara :
? Sistem pelaksanaanya adalah sistem irsyad murokaz mubarmaj.
? Dikendalikan oleh lajnah yang handal menangani program ini.
? Dilengkapi tenaga muhadir sekaligus berfungsi sebagai murrobi dan musrif.
? Didukung malja dan kelengkapanya : malja, akomodasi, pppk / shihah.
3. Target pencapaian progran pengadaan sarana pendukung pendidikan atau tarbiyah formal dan informal :
? Unit bangunan representatif
? Unit asrama putra dan putri terpisah.
? Unit dapur inklusif, ruang makan umum.
? Unit perpustakaan besar untuk keperluan seluruh asrama .
? Unit gedung pertemuan serba guna.
? Unit mushola.
? Kantor besar.
3. Iqtisodiyah / Ekonomi
Program ekonomi merupakan penjabaran dari panca program daulah tentang pembinaan dana dan aparat.
Penjabaran : mengarah ke perekonomian warga serta mengarahkannya kepada sasaran perjuangan dan jihad.
Bentuk : - secara usaha sama.
- usaha sama yang dibimnbing daulah.
- Usaha persendirian
Sistem : ta’awuniyah antar sesama warga maupun antar wrga daulahnya.
Romiyah : tahap pertama adalah pemenuhan hajat intern dan sisi pangan, sandang, dan papan. Kegiatan mengarah ke mikro ekonomi.
4. Shihah / Kesehatan
Bentuk : penanganan perkhidmatan kesehatan atau shihah secara komprehensif dalam bentuk penjagaan perbaikan kesehatan umat fisikal maupun mental.
Pencapaian : Ditempuh dengan usaha-usaha sebagai berikut
· Sisi mental spritual (moral ahlaq)
· Bersikap dan berbuat.
· Menjauhi pembaziran (mubazir) dalan segala hal yang tidak bermanfaat bagi kelancaran jihad dan perjuangan.
· Meninggalkan segala perilaku , aktivitas, komsumsi, yang tidak bermanfaat bagikelancaraan jihad dan perjuangan.
· Mendahulukan kemurnian kebersihan dan bersih di dalam setiap perilaku perbuatan individu maupun jamaah.
· Mendahulukan sehat dan kesehatan / shihah dari pada kehendak hawa nafsu.
Sisi fisik mental
1. Memberikan subsidi pemeliharaan kesehatan / shihah .
2. Penyelarasan setiap malja dan aktivitasnya terhadap kaidah dan kesehatan / shihah.
3. Membangun dan memaksakan perkhidmatan kesehatan / shihah berupa musytasyfa dapat menampung pengobatan umat.
5. Dhifa / Pertahanan
Program pertahanan / dhifa ini merupakan manifestasi dan penjabaran dari panca program daulah berkenaan dengan pembinaan teritorial dan pembinaan aparat serta pembinaan komunikasi. Pengaman segala aktivitas jihad dan perjuangan . pelaku pertahanan atau dhifa adalah warga dan aparat yang secepatnya diadakan penyesuaian dharma bakti daulah
Mental spritual :
1. Penanaman arti janji suci kepada Allah terhadap seluruh warga dan aparat agar menjadi darah daging kehidupanya.
2. Penanaman arti janji aparat yang berbentuk sapta subaya sehingga menyatu didalam jiwa raganya.
6. Maliyah / Dana
Sistem :
Mentarkizkan segala bentuk pendapatan selalu bersandar kepada anggaran pembelanjaan yang telah disyahkan dari tahun ke tahun dalam penggunaanya dan dengan selalu mengaruh kepada tabiyah maftuhah.
Target :
Tahap 1 masih terikat dengan ketergantungan terhadap jumlah warga yang ada dan belum dari sumber ekonomi, Tahap II Maju disisi Pendidikan dan Ekonomi, dengan Pendidikan majukan Ekonomi,dan dengan ekonomi majukan pendidikan
Untuk pencapaian program tersebut dibagi menjadi Tahapan Pencapaiannya.
a. Tahap I ( 1416– 1420 H / 1995 –1999 M )
Faham Fungsi Diri
b. Tahap II (1421 – 1425 H / 2000 - 2004 H)
Ekonomi Pendidikan – Pendikan Ekonomi
c. Tahap III (1426 - 1430 H / 2005 – 2009 M)
Futuh Mekah / Expansi
Semua itu adalah tugas kita dalam mensukseskan program negara ini. Jadi untuk menjadi khalifah itu. Tidak mudah, akan melewati tahapan – tahapan dan saringan – saringan ; yang terbaik dia akan menjadi khalifah yang terburuk akan terlempar.
Tugas Seorang Khalifah
1. 4 / 58 : Menyampaikan Amanah, Berlaku adil dalam menetapkan hukum.
2. 4 / 60 : Disuruh mengingkari Thougut.
3. 5 / 48 : Memutuskan perkara menurut AQ. Jangan Fasiq.
4. Membangun Alam ( Idariah / Qobilah ) menjadi surga.
5. Menjawab dan menyelesaikan Masalah yang ada.
Maka oleh sebab itu seorang Khalifah itu harus memiliki 4 Sifat Rosul :
1. Sidiq ( Benar ) : Benar disini benar dalam ucapannya. Apayang diuucapkannya harus bisa dipertanggung jawabkan. Perbuatanpun harus Sidiq ( benar ) Seorang Kholifah tidak boleh salah karena pimpinan itu Uswah, 33/21 ; Uswatun Hasanah.
2. Tabliq ( Menyampaikan ) : apapun bentuknya apapun dari atas harus disampaikan ke umat.
3. Amanah : Bisa Dipercaya.
4. Fatonah : Cerdik, Cerdas, Pintar Jago Strategi.
Selain 4 Sifat Rosul diatas seorang kader juga harus 33/72 memiliki :
1 Langit : Wawasan seluas langit.
2 Bumi : Jiwa yang besar.
3 Gunung : Mental yang kuat.
4 Menjadikan Bai’at sebagai alat kontrol diri.
5 Sapta Subaya dan Proklamasi
6 Kemauan yang keras dan keseriusan.
Selain dari itu seorang kaderpun harus mampu mengelola SDM yang ada. Maka langkah apa untuk mengelola SDM demi lancarnya program negara.
1. Baca Peta Kekuatan ( Umat ) : SDM
SDA.
2. Selami umat : Harus tahu masalah umat, rumah, rumahnya dimana, kegiatan apa, nama orang tuanya, umat harus, dipegang (dikembangkan peta kekuatan secara tartil).
3. Kesimpulan.
4. Langkah kerja : Penjab HT Siapa ?
Siapa Penjab ML ?.
5. Roumiyah ( menentukan Target ) HT & ML.
6. Evaluasi Kerja.
Seorang Kader kalian juga merangkap sebagai seorang Mujahid yang harus mampu menjadi seorang Mujtahid dan Muwahid.
· Mujahid : Orang yang berperang.
Seorang mujahid harus mampu atau mampu punya tugas yang mengadakan sesuatu yang belum ada.
Contoh : Gimana caranya ngadaiin tilawah.
Gimana caranya ngadain maliyah.
Pada intinya coba gunakan 1001 macam cara untuk merealisasikan program. Bukan 1001 macam alasan gagalnya program
Jangan pernah menerima alasan dari umat untuk tidak berprogram.
Jangan membirakan umat tidak beraktifitas, hal ini harus dijadikan prinsip.
· Mujadid : ( pembaharu ) dengan adanya kalian harus bisa membuat suatu perubahan yang baik bagi negara umumnya dan bagi idariah kalian pada khususnya. Faham nih.
· Mustahid : ( pemersatu ) harus menyatukan visi dan misi umat dalam rangka merealisasikan program negara.
2. PEMBINAAN MENTAL
2 / 30: “…Sesungguhnya Aku bermaksud menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini…”
Sesuai fitrahnya, Allah menciptakan manusia untuk mengatur di muka bumi. Khususnya Rijal. Seorang Rijal fitrahnya adalah memimpin, karena Rijal diharapkan lebih kuat secara fisik maupun psikis daripada Nisa, oleh karena itu pembinaan Rijal lebih ditekankan pada pembinaan mental.
Mental adalah menyangkut kesiapan kita dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian. Mental adalah modal dasar seorang pemimpin dalam memimpin. Bila mental kita lemah, maka semangat juang pun rendah dan biasanya aqidahnya tidak kokoh. Dalam Islam, semakin tinggi posisi seserorang tidak membuat hidupnya semakin enak, justru sebaliknya. Karena tanggung jawab yang dipikul pun besar. Maka mental adalah sesuatu yang harus dimiliki dan dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh.
Pembinaan mental selalu berkaitan dengan terpaan masalah yang terus menerus. Sebatang besi dapat dibuat menjadi sendok atau pedang tergantung penanganannya. Pedang lebih banyak berguna daripada sendok. Untuk membentuk pedang prosesnya adalah dicetak, dibakar, ditempa, didinginkan, dibakar lagi, ditempa lagi, dan seterusnya. Maka untuk menjadi pemimpin yang baik harus siap menghadapi ujian dalam segala cuaca, karena kesempatan kita untuk memimpin hanya sekali. Ibarat genting rumah, fungsinya adalah untuk melindungi seisi rumah. Maka proses pembuatan sebuah genting pun tidak sembarangan. Genting dibuat dari tanah pilihan, dicetak, kemudian dipasang. Karena mengalami terpaan hujan, badai atau panas terik, maka dari sekian banyak genting pasti ada yang rusak. Ketika sudah pecah, genting itu tidak ada gunanya lagi, dan tidak mungkin dipasang lagi.
Ujian-ujian yang akan dihadapi nantinya adalah suatu hal yang sangat wajar, mengingat kita adalah pejuang Allah. Kita harus bersyukur ketika diuji, karena itu adalah indikasi bahwa kita masih diperhatikan oleh Allah. Sebaliknya, kita harus berhati-hati bila kita tidak pernah mengalami ujian, bisa jadi Allah sudah tidak peduli dengan kehadiran kita. Maka hadapi semua ujian dengan rasa syukur dan ikhlas serta persiapkan mental agar jangan mudah goyah ketika ditempa.
Maka yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin :
1. Kesadaran Bernegara
Ibadah hanya dapat dilaksanakan ketika kita dalam keadaan sadar. Maka sebelum kita memimpin, kita harus menyadari apa yang sedang kita kerjakan. Bila sudah paham fungsi diri kita sebagai mujahid, setiap tugas dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.
2. Memahami dan Mengamalkan Proklamasi, Baiat dan Sapta Subaya
sebagai pemimpin, kita dituntut untuk menjadi seorang suri tauladan bagi orang lain. Maka Proklamasi, Baiat dan Sapta Subaya wajib diamalkan sebagai rel yang menjaga agar kita tetap di Jalan yang lurus. Kita hanya dapat memimpin dengan baik apabila perbuatan kita diridhoi oleh Allah.
3. Ketaatan Pada Pimpinan
48 / 10 : “Barangsiapa yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), maka mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka…”
bila taat pada pimpinan, berarti sama dengan taat kepada Allah. Ketaatan alan menciptakan keteraturan. Taat adalah modal utama seorang calon pimpinan, dengan harapan ketika kita memimpin, bawahan kita pun akan taat kepada kita.
4. Kepedulian yang Lebih Terhadap Negara
3 / 53: “Jika lari dan tidak menoleh ketika Rasul dan sahabat-sahabatmu memanggil niscaya kamu akan ditimpa kesedihan demi kesedihan…”
seorang pemimpin harus memiliki kepedulian terhadap negara yang lebih dibandingkan dengan umatnya. Jangan bermental seperti karyawan, yang hanya mengerjakan apa yang disuruh tanpa mempedulikan hasilnya. Harus bermental seperti pemilik perusahaan yang memprogramkan dan bertanggung jawab atas segala sesuatu. Tanamkan dalam diri bahwa “Saya adalah idariah saya, idariah yang saya pimpin semua tergantung saya.”
5. “Basthatan fi Al Ilmi Wa al Jismi”; Memiliki Tubuh yang Perkasa dan Ilmu yang Luas.
55 / 33: “Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus bumi dan langit, maka tembuslah. Kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan…”
untuk menembus langit (kemas’ulan) diperlukan kekuatan (ilmu) serta fisik yang prima. Tidak selamanya kita akan tinggal memimpin di suatu tempat, ada saatnya kita dipercaya untuk memimpin di tempat lain yang mungkin keadaannya lebih buruk dari tempat yang sebelumnya. Bila kita memiliki fisik yang teruji dan ilmu yang luas, tentunya kita akan lebih siap ditempatkan di mana saja. Maka seorang pemimpin harus bisa menjaga stamina dan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperluas ilmu yang dimiliki.
6. Memiliki Program yang Jelas
59 / 18 : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok…”
Seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas terprogram. Segala sesuatu yang dimulakan dengan program yang baik, pasti akan terlaksana dengan baik pula.
7. TOPP (Tegar Optimis Prima Percaya Diri)
9 / 41,42 : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat. Jika yang kamu serukan itu perjalanan yang tidak seberapa jauh dan keuntungan yang banyak, niscaya mereka akan mengikutimu. Tetapi perjalanan itu terasa jauh oleh mereka. Mereka atas nama Allah; ‘Jika kami sanggup, tentu kami mengikutimu’. Mereka membinasakan diri mereka sendiri…”
3. TOTALITAS
Hijrah mempunyai pengerian : merubah atau pindah dari sesuatu yang kurang baik menjadi baik, dari yang bathil menuju yang haq. Totalitas di Madinah bagi seorang rijal harus diwujudkan karena jika seorang rijal tidak konsis dan memilih kerja di mekkah maka waktu dia bertahan di madinah sangatlah kecil. Karena sudah fitahnya seorng rijal itu sebagai seorang khalifah dimuka bumi. 2 / 30 : Allah hendak menjadikan Khalifah ( proses ), 7/165 : Allah akan menjadikan Khalifah (proses).
Kebanyakan rijal aktif di madinah baru tiga bulan saja sudah tewas aqidahnya beda dengan nisa banyak yang bisa bertahan, bagi seorang rijal masih terus dilakukan penyaringan. Siapakah yang benar-benar orang pilihan Allah 3/110, jika dikaitkan hijrah dengan totalitas, 2/208 bagi orang beriman harus masuk kedalam islam secara keseluruhan (kaffah) jadi jangan setengah-setengah, jika dibiarkan setengah-setengah nantipun pikirannya terpecah (musrik). Akhlaq dimadinah yaitu mementngkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, jika ia musrik ketika ia mendapati masalah di kanan ia akan kembali lagi ke kiri oleh karena itu konsist / totalitas bukanlah suatu keinginan akan tetapi suatu keharusan untuk menjaga aqidah yang mudah goyah.
Langkah-langkah Membuat Rizal Totalitas :
1. Kebersamaan merupakan Langkah awal setelah perkenalan, ikat dia dengan kekeluargaan buat dia merasa di madinah inilah tempat barunya, untuk memulai hidup baru yang lebih berarti, sehingga dia merasa nyaman berada di madinah. Berikan extra perhatian kepada dia yang baru dari umat-umat yang lama di madinah.
2. Berikan pemahaman tentang ilmu/pengetahuan tentang bernegara, seperti apa tazkiyah, struktur negara, akhlaq, ibadah ritual, fungsi rizal sebagai apa? Sudah berapa besar pembangunan negara.
3. Berikan gambaran manis tentang keadaan di negara ini nantinya setelah futuh dan jangan lupa juga berikan gambaran pahit sebelum mendapatkan futuh (kemenangan) surga. Perihnya perjuangan di madinah.
4. Diberikan pemahaman tentang program negara secara detail.
5. Diajak mengkawal program negara dan diajak menginap di malja.
4. PENGELOLAAN HUJUMAH TAFSIRIYAH
Hujumah tafsiriyah adalah misi offensive dalam rangka memperbanyak jumlah warga serta pembinaannya, meliputi tilawah, musyahadatul hijrah(MH),dan tazqiyah Program Hujumah Tafsiriyah (HT) merupakan program negara paling utama dari 6 program kerja nyata dari penjabaran panca program negara. Dengan program HT kita bisa memperoleh sumber daya manusia yang merupakan modal dasar berhasilnya program yang lain. Sumber daya manusia yang dimaksud tentunya yang berkualitas, artinya personal tersebut mempunyai kelebihan / potensi / keahlian tertentu sehingga dengan potensinya itu personal itu bisa memberikan kontribusi positif yang berguna untuk negara. Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu manajemen dalam proses dan pelaksanaannya. Manajemen agar program hujumah tafsiriyah SUKSES.
A. Tilawah
Adalah Usaha menuju R-M-U nya Allah, diarahkan kepada siapa saja yang belum menjadi warga agar siap dan sanggup mendukung risalah ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan tilawah, seperti hal-hal berikut :
1. Kantor
2. Mukri
3. Materi Tilawah
4. Pembawa
5. Ahlul Tilawah
Semua hal tersebut bisa mempengaruhi keberhasilan dari tilawah. Maka kita harus pahami secara detail semua faktor diatas. Ada ungkapan “orang jatuh bukan karena batu besar tapi justru karena batu kecil (kerikil)” maksudnya jangan remehkan hal-hal kecil yang berhubungan dengan ke 5 faktor tadi. Sepintas terlihat sepele tapi ternyata sangat mempengaruhi dan vital. Kita harus KRITIS & TELITI, kita tahu bahwa pemahaman (aqidah/keyakinan) itu bisa berubah per satuan detik. Bisa kita bayangkan kerugian yang kita dapat bila tilawah kita GAGAL.
Kerugian-kerugian itu diantaranya sebagai berikut :
1. Waktu; karena waktu tidak bisa terulang,rentang target menjadi lebih sempit
2. Dana; butuh transport / uang operasional untuk mengajak Ahlul tilawah.
3. Tenaga; jika hanya untuk gagal lebih baik untuk aktivitas jihad yang lain.
4. Pikiran; konsentrasi kita akan terfokus kepada ahlul tilawah
5. Mental; kegagalan bisa membawa dampak psikologis yang negatif bagi pembawa & mukri.
6. Amnu; keamanan kantor semakin berkurang.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tilawah
1. Kantor
Kondisi kantor harus representatif / layak pakai untuk bertilawah , teknis tempat tinggal harus jelas,dan yang menempatinya. Maka kewaspadaan dan sosialisasi mutlak diperlukan. perhatikan semua hal-hal yang berhubungan dengan kantor diantaranya :
· Lokasi kantor ; sesuaikan dengan kondisi mayoritas ahlul tilawah,tidak terlalu jauh dengan kampusnya/rumahnya.secara psikologis-jika teknis pembawa kurang menarik/tidak dengan kendaraan pribadi-ahlul tilawah cenderung merasa keberatan(capai dijalan). Kalaupun masuk/berhasil kendala berikutnya bisa dari sisi pembinaannya. Misalkan rumah/kost ahlul tilawah adanya di Pd.Gede sedangkan lokasi kantor adanya di Citayam-bogor ,tentunya Ahlul tilawah cenderung malas,capai dijalan,merasa jauh. Maka pengadaaan lebih dari satu kantor akan lebih baik.
· Kelengkapan kantor ; sesuaikan dengan teknis tinggal di kantor jika kita berteknis yang tinggal keluarga,maka selayaknya sedikit banyak ada perabotan rumah tangga(misalnya;sofa,lemari,tv/tape,kasur) maka akan lebih baik.
· Kebersihan kantor : dalam ruangan kita membicarakan tentang Al qur’an, sementara di luar ruangan kotor dan sampah berserakan, ada Hadist: “ Kebersihan sebagian dari iman “ hal ini yang membuat kebersihan kantor harus diperhatikan, kantornya dibuat senyaman mungkin.
· Kondisi selama tilawah berjalan ; jangan sampai tercipta kesan aneh,saat ahlul tilawah didalam ruangan diluar ramai oleh jamaah. Hal ini bisa membuat ahlul tilawah punya prasangka negatif/buruk. Buatlah wajar dan tidak dibuat-buat dan jangan terlalu ribut.
2. Mukri
Mukri harus cerdas, kreatif, dan bisa membaca psikologis ahlul tilawah, kehandalan,ketenangan, dan jam terbang mukri menentukan kualitas materi yang disampaikan. Semua itu harus dimiliki oleh seorang mukri, karena dalam ruangan mukri yang paling berperan, materi yang disampaikan harus bisa membuat ahlul tilawah tertarik untuk mendengarkannya. Maka pendekatan & pengakraban di luar ruangan harus berhasil. Saat memberi materi ciptakan konsentrasi bagi mukri,jangan di bebani dulu tugas uang lain.
Kontrol kuat, maksudnya jika bisa ada yang mem-backing(di dampingi) di luar ruangan,hal ini jika satu waktu mukri kebingungan menjawab pertanyaan yang tidak bisa di jawab, maka kontroler bisa memberikan arahan/masukan. Sekaligus kontrol perjalanan tilawah di ruangan. Selesai pemberian materi kontrol lagi,jika perlu arahkan juga pembawa sebelum pulang. Setelah penyampaian syarat (bila perlu) tanya no hp ahlul tilawah dengan teknis untuk memberi informasi tentang pengecekan besok. Hal ini dilakukan untuk lebih bisa mengikat, dan jika pembawa lalai dalam memberi masukan bisa oleh mukri di telpon.,dengan sepengetahuan pembawa.
Beberapa hal yang harus dimiliki oleh mukri:
1. Percaya diri & Optimis
2. Mahir berdiplomasi
3. Hafal ayat-ayat tilawah
4. Mampu membaca psikologis
5. Penampilan/Performance yang baik
Tanda-tanda kegagalan tilawah :
1. Beralasan menolak menginap
2. Telepon/HP susah dihubungi padahal tadinya aktif
3. Jika di telepon keluarganya bertanya secara detail.
4. Tidak mau berkomentar/diam saja
5. Selalu tidak ada di rumah walau sudah di telepon berkali-kali
6. Ingin cepat-cepat pulang, sambil beralasan
Dalam penyampaian materi tilawah mukri harus memperhatikan hal-hal berikut :
a Jangan menimbulkan kesan menggurui, tapi mengajak berpikir dan sharing (tukar pendapat).
b Suara mukri harus jelas dan bisa di dengar oleh ahlul tilawah, jangan terlalu pelan, usahakan hindari kata mungkin dan kalau. Kata itu menunjukan mukri tidak yakin dengan yang diucapkan.
c Bahasa tilawah jangan kaku, terlau formil/resmi, usahakan sersan (serius tapi santai), simple,padat dan jelas. Tidak bertele-tele.
d Ayat-ayat penting dalam bertilawah sebaiknya dihafal,dan diselingi dengan penulisan huruf arab.
e Bila saat penyampaian ahlul tilawah terihat cuek dan ngantuk, keluarlah dulu dan atur teknis lagi dengan pembawa jangan terus dilanjutkan dulu, agar penyampaian mukri tidak sia-sia, tanyakan pembawa kenapa bisa seperti itu, lalu lakukan penyesuaian.
f Jika mukri lupa ayat/materi yang ingin disampaikan atau tidak tahu jawaban dari pertanyaan yang diajukan ahlul tilawah, hendaknya keluar dulu untuk bertanya, dan berpikir tenang dan fokus.
3. Materi Tilawah
Materi tilawah yang digunakan oleh mukri perlu ada suatu penyesuaian dan perbaikan-perbaikan. Penyesuaian disini maksudnya tidak harus terpaku dengan materi baku yang telah ada, tapi bisa saja di rubah dengan tanpa merubah tujuan dan isi yang ingin disampaikan pada ahlul tilawah. Hal ini karena tidak setiap ahlul tilawah paham saat diberikan syarat oleh mukri. Misalnya, ada ahlul tilawah yang mau hijrah dia paham dan ingin berubah, tapi dia merasa tidak yakin bisa meninggalkan pacarnya, Kenapa tidak permudah dulu saja agar ia tidak merasa berat, beri solusi ahlul tilawah secara berlanjut agar ia bisa meninggalkan pacarnya tidak dengan langsung tapi bertahap, solusi dan motivasi itu di berikan saat ia selesai di taftis, yakni pada saat tazqiah, hal seperti ini diharapkan agar saat tazqiyah kepahamannya untuk bermadinah lebih meningkat.
Perbaikan materi tilawah maksudnya jika materi baku tilawah itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi ahlul tilawah artinya banyak mengalami kegagalan selama materi itu disampaikan, maka bisa saja tidak digunakan dan di ganti dengan materi lain dengan maksud & tujuan yang sama. Perbaikan tilawah ini juga agar materi yang disampaikan tidak berkesan bertele-tele, sesuaikan dengan yang diinginkan ahlul tilawah. Sering ditemui ahlul tilawah yang menolak kembali esoknya karena dia kurang puas dengan penjelasan yang diterimanaya. Artinya lakukan improvisasi (cara alternatif) jika itu baik dan perlu.
Bagaimana agar kita tahu bagian mana dari materi tilawah yang harus disesuaikan dan yang diperbaiki? Kita bisa tahu itu dengan menayakan kepada pembawa yang ahlul tilawah yang ia bawa menolak kembali, maka nanti pembawa mengorek apa alasan ahlul tilawah tersebut menolak (secara detail dan dari beberapa pembawa yang lain juga). Lebih baik jika diadakan evaluasi mukri beserta pembawa secara kontinyu dan terprogram.
4. Pembawa Tilawah
Pembawa adalah faktor penentu yang paling berpengaruh di luar ruangan dan dalam pengkawalan. Setelah selesai penyampaian materi tilawah, pembawalah yang menjadi penentu keberhasilan tilawah menuju taftis. Oleh karena itu pembawa harus bisa memberi masukan-masukan yang bisa mempengaruhi ahlul tilawah agar ia mau hijrah dan ingin berubah. Pembawa harus mempunyai mental yang kuat, optimis, pantang menyerah, cerdas, sungguh-sungguh, mau berkorban, dan sabar.
Selain itu pembawa dituntut untuk :
1. pandai diplomasi, maksudnya bisa memberikan masukan-masukan baik secara logika, review materi tilawah, solusi-solusi, motivasi, dan berkelit jika ahlul tilawah timbul curiga.
2. Kritis, maksudnya aktif komunikasi dengan mukri dan penjab tilawah jika kesulitan mengarahkan atau memberikan solusi kepada ahlul tilawah. Jangan putus komunikasi, atau pasif. Ngotot dalam mengarahkan.
3. Bisa improvisasi, maksudnya tahu karakter ahlul tilawah, sehingga bisa memberikan solusi sesuai dengan karakternya dan kondisi psikologisnya, walaupun tidak sama persis dengan yang diberikan mukri/penjab tilawah.
4. Sanggup menginap, karena pemahaman itu bisa berubah per satuan detik maka usahakan pembawa terus menemani kemana ahlul tilawah itu pergi, menginap salah satu antisipasi kebocoran karena belum pahamnya materi, saat pemahaman ahlul tilawah labil maka karena ada pembawa disampingnya, ahlul tilawah punya seseorang untuk di ajak tukar pikiran atau diminta pendapatnya.
5. Jika tidak bisa menginap maka saat membawa jangan sendiri, tapi berdua (duet). Tentunya sebelumnya adakan perkenalan dulu, ada proses pengakraban. Hal ini dilakukan untuk memperkecil kegagalan dalam tilawah.
6. Siap mental untuk kemungkinan terburuk, jika ahlul tilawah menolak jangan cepat putus asa dan gagal, terus beri masukan dari sisi lainnya, bisa tarik ulur maksudnya, ahlul tilawah yang menolak tadi jangan langsung diputuskan/dicap gagal tapi usahakan lain hari misalnya (walaupun kemungkinannya kecil), jika memang benar-benar sudah menolak baru tinggalkan. Jangan mudah menerima kegagalan. Tapi jika kemungkinan buruk itu mengarah ke amnu kantor atau ahlul tilawah tahu pembawa masuk lebih dulu maka untuk safety-nya tinggalkan saja.
7. Jikalau ahlul tilawah menunjukan gejala-gejala kegagalan tilawah, pembawa cepat tanggap laporan kepada pj tilawah, dan berikan terus masukan. Pembawa halus lebih ngotot, kaau tidak pasti gagal.
5. Ahlul Tilawah
Ahlul tilawah merupakan sasaran calon umat baru yang kedepannya akan jadi umat baru dan menjadi kekuatan baru. Jika ingin hasil yang bagus, unggul, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi lebih maka bibitnya pun harus unggul dan berkualitas. Maka seleksi ahlul tilawah itu perlu. Cari kelebihan ahlul tilawah yang akan di bawa. Kelebihan yang untuk kedepan bisa menopang idariah dalam menjawab program negara. Maka kita harus mampu membaca kedepan akan jadi apa umat kita nanti. Kontribusi apa yang bisa dihasilkan.
Beberapa kriteria yang bisa dijadikan acuan dalam menyeleksi ahlul tilawah :
Jenis Pendidikannya ; menentukan pola pikirnya. Lulusan SMA berbeda pola pikirnya dengan lulusan Perguruan Tinggi (PT) apalagi lulusan SD dengan lulusan PT. Hal ini berkaitan pula dengan penyampaian materi tilawah. Bisakah dia menangkap/mengerti/menerima isi/maksud materi tilawah.
Latar belakang Keluarga ; meliputi pekerjaan Orang Tuanya, Anak keberapa, dan statusnya. Pekerjaan orang tua ahlul tilawah menentukan Strata/tingkatan ekonomi ahlul tilawah, Anak pertama mampunyai beban lebih besar dan berat jika strata ekonominya pas-pas-an atau menengah ke bawah. Begitu pula dengan status ahlul tilawah yang sudah menikah, yang punya tanggung jawab terhadap istri dan anaknya.
Tempat Kuliahnya dan jurusannya ; menentukan dari kalangan mana dia berasal dan pergaulannya. Misalnya ahlul tilawah kita kuliahnya di PTN favorite dan bonafide maka kita bisa tahu/memprediksi dia cenderung dari kalangan menengah ke atas, punya pola pikir yang bagus, dan pasti teman-temannya pun se-level dengan dia, karena ia bisa kuliah di PTN/PTS favorite dan bonafide. Atau ada ahlul tilawah kita yang kuliah di PTS yang tidak bonafide mungkin dia bisa memberikan kontribusi tapi bisa kita ukur artinya ada banyak keterbatasan (mungkin).
Karakter & relasinya ; menentukan kondisi psikologisnya ; jika ahlul tilawah kita termasuk orang yang ‘gaul’ atau supel (gampang berteman) maka mungkin dia bisa kita harapkan kontribusinya disisi teman-temannya, yang kedepannya bisa dia ajak,walaupun misalnya dari sisi background dan tingkat pendidikannya kurang baik..
Keahliannya ; ahlul tilawah yang punya keahlian tertentu bisa kita manfaatkan untuk memajukan negara mungkin di bidang yang lain, misalnya di bidang ekonomi.
Hal-hal tersebut diatas tidak bisa kita jadikan patokan mutlak, bisa diambil salah satunya, jika memenuhi semua kriteria maka akan lebih baik.
Semua faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan tilawah ini tidak boleh terlepas dari kontrol yang kuat dari penjab HT dan Penjab tilawah. Jika masih ada/banyak kegagalan dari sisi tilawah maka perbaiki manajemennya. Manajemen disini maksudnya adalah sistem pengelolaan umat. Salah satunya misalkan dengan cara mengkhususkan Penanggung jawab di bidang tilawah, dimana dia tidak dibebani tugas lain selain dari pengelolaan tilawah. Penjab itu diarahkan untuk selalu fokus pada bidangya, walaupun kondisi idariahnya turun disisi maliyah misalnya.
Contoh :
Text Box: PENJAB MAJALAHText Box: PENJAB TIM KESText Box: PENJAB MAJALAH,Text Box: PENJAB TIM KES
Text Box: TIM TL RIZALText Box: TIM TL NISAText Box: TIM TL RIZAL,Text Box: TIM TL NISA
Text Box: GROUP AText Box: GROUP BText Box: GROUP CText Box: GROUP A,Text Box: GROUP B,Text Box: GROUP C
Dengan menempatkan pola seperti diatas maka akan didapat beberapa kemudahan, diantaranya :
Penjab lebih fokus dan konsentrasi di bidangnya,
Memudahkan PTD dalam pengontrolan dan pertanggungjawaban.
Umat tersalurkan sesuai dengan kondisinya.
Pengertian Umat Potensi
Pada dasarnya setiap umat yang dititipkan Allah kepada kita memiliki potensi baik diri (Hujumah Tabsiriyah), harta (maliyah) atau kedua-duanya. Tinggal bagaimana kita memberdayakan potensi itu sebelum membahas bagaimana mengelola umat potensi, kita harus punya ukuran ata penilaian yang sama apa yang dimaksud umat potensi Hujumah Tabsiriyah dan maliyah.
Umat Potensi Hujumah Tabsiriyah
Hujumah Tabsiriyah (HT) merupakan misi opensif dalam rangka meningkatkan jumlah warga dan pembinaannya. Berarti umat potensi Hujumah Tabsiriyah yaitu umat yang punya potensi diri dengan retasi yang banyak dan berkualitas untuk mendukung penambahan jumlah warga.
Umat Potensi Maliyah
Yang dimaksud umat potensi Maliyah yaitu umat yang punya potensi maupun memberikan subangsih dana untuk menyelesaikan kewajiban jihad hartanya bahkan dapat memberikan subangsih lebih.
Mengelola Umat Potensi
Teknis pengelolaan umat potensi disetiap idariyah mungkin beda-beda. Namun kita bisa bagi umat potensi kedalam tiga kategori :
1. Umat potensi dari sisi Hujumah Tabsiriyah saja.
2. Umat potensi dari sisi Maliyah saja.
3. Umat potensi dari sisi Hujumah dan Maliyah.
1. Mengelola Umat Potensi Hujumah Tabsiriyah Saja
Umat yang punya potensi hanya dari sisi Hujumah, biasanya umat itu berlatar belakang dari keluarga yang perekonomiannya pas-pasan. Sementara dia masih ketergantungan dengan keluarganya. Dan kalaupun dia sudah bekerja, hasil kerjanya untuk membantu keluarganya juga. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Namun demikian kita bisa memaksimalkan potensi dirinya.
Ada beberapa langkah yang dapat kita tempuh untuk mengelola umat yang potensi di Hujumah Tabsiriyah :
1. Memberikan pemahaman yang mendalam tentang program Hujumah Tabsiriyah :
Ø Tarqiyah pengertian tilawah, Musyadah hijrah dan pengertian tazqiyah
Ø Kenapa negara membuat program Hujuamah Tabsiriyah dan kenapa diposisikan yang pertama
Ø Apa akses keberhasilan dan kegagalan Hujumah Tabsiriyah terhadap diri, idariyah dan negara
2. Berikan tugas untuk mengumpulkan sasaran tilawahnya setiap bulan.
3. Bantu untuk memilah(menentukan) sasran yang layak digarap
4. Arahkan cara pengkawalan dalam menghadapi Btnya dan jangan lupa beri motivasi
5. Beri target tilawah yang harus berjalan dan taptis yang harus didapat dalam waktu satu bulan
6. Kontrol perkembangannya
7. Evaluasi perjalanannya. Apakah minggu ini lebih baik dari minggu kemarin, bulan ini lebih baik dari bulan kemarin apa saja kendala yang dihadapi? Berikan solusinya.
2. Mengelola Umat Potensi Maliyah
Umat yang punya potensi hanya dari maliyah, kebanyakan dari umat lama yang dengan alasan klasik sudah tidak punya BT atau umat yang kerja(main-main diMekah) yang hanya punya waktu luang pada saat libur biasanya satu hari dalam satu pekan.
Langkah-langkah mengelola Umat Potensi Maliyah :
1. Berikan pemahaman tentang Maliyah
· Apa itu infak, idihor, HR, dsb.
· Dialokasikan untuk apa ?
2. Kalau umat itu masih ketergantungan orang tua, maka arahkan bagaimana teknis yang aman untuk mendapatkan dananya.
3. Berikan pilihan kepadanya frekuensinya penyetoranya. Apakah setiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali, seminggu sekali atau yang lainnya, dibuat kesepakan antara penanggung jawab dengan umatnya.
4. Berikan perhatian kepada umat dengan sering kita menanyakan kabarnya, bagaimana kondisi dirumah, di kampus atau ditempat kerja. Apakah ada masalah ? dengan begitu akan merasa dekat, ada rasa kekeluargaan, ada tempat mengadu jadi bukan hanya di minta kewajibannya saja. Namun dia merasa di perhatikan sehingga jiwanya terbeli dan kalau sudah demikian apapun kewajibannya akan dia penuhi.
5. Kontrol dan evaluasi perjalanan Maliyahnya. Apakah bulan ini lebih baik dari bulan kemarin ? jika bulan ini lebih buruk dari bulan kemarin segera ambil tindakan adakan pendekatan khusus, pasti ada masalah.
3. Mengelola Umat Potensi Hujumah Dan Maliyah
Umat yang memiliki potensi dua sisi yaitu HT dan ML, biasanya ada pada unat baru. Namun ada juga ada dari umat lama dengan catatan mendapatkan riayah yang kontinyu dan terarah. Adapun pengelolaan umat potensi Hujumah dan Maliyah dengan dilihat dari langkah-langkah pengelolaan umat potensi Hujumah dan langkah pengelolaan umat potensi Maliyah digabungkan
6. PENANGANAN UMAT YANG SUSAH HT / ML
Biasanya umat yang susah HT / ML cenderung punya rasa yang dapat menyebabkan tidak mau datang ke Malja, diantaranya:
- Malu
- Pesimis
- Takut dimarahi pimpinan
- Malas
Maka cara kita menengani mereka harus benar-benar disesuaikan dengan suasana hati atau moodnya. Misalnya bila mereka cenderung takut, malu atau malas datang ke Malja, tidak ada salahnya kita temui mereka diluar untuk kita ajak bicara. Mungkin sesekali kita ajak mereka berbicara sambil kita ajak makan bareng, agar suasana santai / hangat. Tapi bila mereka dapat hadir ke Malja sebaiknya kita beri tazkiyah di Malja saja agar lebih aman berbicara.
Kita sebagai seorang pemimpin dalam menangani hal seperti ini tentunya harus selalu sensitif terhadap umat dengan cara kontrol yang ketat, tahu kondisi seluruh umat kita, tahu karakter dan latar belakangnya. Tentunya kita harus memperhatikan mereka sedetail mungkin, misalnya dengan menelpon mereka dan ajak mereka bicara untuk kita beri tazkiyah. Dan apabila kita mau memberikan tazkiyah pada mereka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Penampilan
Penampilan / performance kita sebagai seorang pimpinan harus rapih dan bersih agar umat atau enak dilihat umat walaupun dia sedang pusing atau ada masalah
- Cara Berbicara
Cara berbicara kita pada mereka pun harus benar-benar disaring / hati-hati. Tentunya dengan tutur kata yang halus tapi mengena. Misalnya dengan sindiran. Contoh : ada umat yang jarang ke Malja dan jarang / bahkan tidak pernah bawa tilawahj. Pada saat mereka hadir ke Malja, kita sapa mereka dengan ramah, misalnya: “Eh, Umi makin putihan aja nih” atau “Eh, Umi kelihatan agak putihan”. Dengan sindiran seperti itu saja dia bisa merasa walaupun kita tidak langsung to the point tapi membuat dia berfikir “ Kenapa ya si Abi bilang saya begitu?” dan diapun bisa menyadari bahwa mereka disebut agak putihan karena jarang keluar / aktifitas.
- Harus Bisa Merangkul Umat
Tentu saja dengan tampilan kita yang tegas, berwibawa dan tutur kata yang sopan santun, kita harus memperhatikan umat dari hal-hal yang terkecil sekalipun.
Contohnya: kita harus tahu:
- nama awal dan nama tsaninya (lengkap)
- background / latar belakangnya
- sifat / karakternya
Kenapa kita harus tahu hal-hal seperti itu ?
§ Agar kita dapat mengayomi umat dengan baik sesuai dengan sifat dan karakternya.
§ Kita dapat menengok umat apabila umat kita ada yang sakit / ada masalah
§ Kita dapat mengembalikan / mengingatkan memori dia ketika dia sedang jaya / rajin bawa tilawah misalnya.
§ Ciptakan kebersamaan diantara umat agar tercipta satu kesatuan yang kokoh. 61/4
Misalnya : dengan cara silah, makin bersama di malja / suruh piket di Malja.
Aktif atau tidaknya umat tergantung lingkungan di idariahnya. Bila lingkungan di Idariahnya aktif, pasti dia akan aktif. Tapi bila lingkungannya pasif, maka dia bisa ikut pasif. Tentunya disini perlu adanya kerjasama antara mas’ul dan umat-umat yang aktif untuk menciptakan lingkungan / suasana Idariah hidup yaitu dengan satu kata “Tauhid”. Jadi disinipun umat sangat dibutuhkan bantuan umat yang aktif untuk dapat membantu mengkawal dan merangkul umat-umat yang pasif agar mereka ada contoh dan bisa semangat lagi.
Penanganan AB Lama yang sulit HT & ML
Tanyakan Kabarnya,contoh:gimana kabarnya mi? sehat?
Tanyakan amnu/keamanannya di rumah/di kampus/tempat kerja
Misalnya:di rumah gimana mi, aman ngga? Di kampus?
Kenapa kita kita harus tanya keamanannya? Karena mereka tidak akan bisa ibadah bila kondisinya tidak aman.
Tanyakan ada masalah atau tidak
Bila ada,cobalah kita dengarkan.Karena bila kita dengarkan saja mereka saja mereka sudah senang, apalagi kalo kita beri solusi dan motivasi. Bila dia minta solusi, kita tanyakan dulu pada mereka “menurut umi sebaiknya bagaimana?”karena dia yang tahu kondisinya dan kita tinggal menambahkan agar lebih jelas solusinya.
Ingatkan tentang memorinya Disaat dia pernah sukses dalam berprogram
Misalnya:”mi,ingat ngga mi setahun yang lalu umi bisa menghasilkan 2taftis dalam satu bulan, kalau dulu saja umi bisa, kenapa sekarang ngga bisa?
Tujuannya agar dia bersemangat lagi/ tidak pesimis.
Beri Motivasi
Tanamkan rasa percaya diri yang tinggi karena bicaranya bukan bisa/ tidak bisa, tetapi bicaranya tentang kemauannya sungguh-sungguh atau tidak?
Tugaskan umat yang aktif untuk tempel dia
Beri mereka tanggung jawab / tugas agar mereka aktif dan punya rasa tanggung jawab.
Contoh: Jadikan leader / penggerak untuk menggerakkan umat-umat baru dan mengkawal bawa tilawah.
Dan tegaskan pada mereka bahwa semuanya tergantung dari diri mereka sendiri 13/11.
Kita sebagai pemimpin hanya bisa memberikan bimbingan,arahan dan solusi.
Selebihnya tergantung mereka sendiri.
Pahamkan pada mereka bahwa perjalanan hari ini mendaki lagi sukar 90/11
Tergantung bagaimana kita menyikapinya,karena ini adalah ujian dari Allah 3/186
Ingatkan kembali tentang fungsi dirinya
51/56 Untuk beribadah
9/20 Iman-hijrah-jihad ------harta----maliyah
------diri--------HT
3/186 kita akan sungguh-sungguh diuji dengan harta dan diri, tetapi jika kita bersabar dan bertaqwa, sesungguhnya ini adalah hal yang harus diutamakan .
9/41 Berangkatlah walau dalam keadaan berat/ ringan
47/7 Jika kamu menolong agama Allah, maka dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
2/214 sesungguhnya pertolongan Allah itu amatlah dekat
A. Solusi untuk umat lama yang susah HT
§ Suruh mereka untuk huntingan 8/65
§ Tugaskan mereka untuk mengkawal umat baru yang bawa tilawah
§ Berikan mereka keilmuan/ trik-trik untuk huntingan
§ Jelaskan pada mereka bahwa HT itu amat menentukan kesuksesan Idariahnya karena bila HT sukses, ML pasti sukses.
§ HT = misi offensif ( menyerang ), jadi wajib nyerang / cari sasaran, karena kalau tidak nyerang ya nggak dapat.
§ Pahamkan bahwa HT adalah cara untuk memperbanyak SDM di Idariahnya, contoh :
bila ada TILAWAH TAFTIS AQOBAH MH
hasil stok untuk
§ Maka tilawah pun harus diperbanyak
§ Ajak mereka untuk membangun desanya dengan tahu perjalanan setiap harinya agar ada rasa peduli.
§ Arahkan agar dia bisa bawa tilawah dan dikontrol ketat, minta juga data tilawahnya dan pertanyakan sudah sejauh mana pendekatannya dan kapan target akan dibawa.
§ Buat komitmen / kesepakatan dengan mereka tentang target TF / TAFTIS mereka.
§ Bila tidak terealisasi, beri tarbiyah.
Misalnya : - suruh puas
- hafalkan baiah, proklamasi
- hafalkan 2 surat tap madinah
§ Ajarkan mereka tilawah dan arahkan agar bisa menjadi mukri nisa.
§ Ciptakan Fastabiqul Khoirat dalam jiwa umat.
B. Solusi untuk umat lama yang susah maliyah :
§ Pahamkan betapa pentingnya maliyah untuk sumber pendapatan negara.
§ Pahamkan tentang posting-posting MBM ( Mawarid Baitul Mal ) baik pengertiannya dari masing-masing posting dan target Idariyahnya.
§ Maliyahnya jangan ditekan, tapi buat mereka bermaliyah berdasarkan kepahamannya, bukan atas dasar tekanan / terpaksa yang dapat menyebabkan kekaslanan umat.
§ Beri solusi agar mereka dapat bermaliyah bagaimana pun kondisinya,
§ misalnya:
1. Berteknis pada orang tua untuk praktikum, PKL atau beli buku-buku pelajaran.
2. Bila umat merasa lemah dalam sisi maliyah, maka arahkan mereka agar mereka gencarkan sisi yang satunya lagi, yaitu HT. Untuk mengimbang, karena dengan HT dia bisa menghasilkan pemasukan dana dari TAFTIS yang dapat membantu sisi maliyah di Idariyah.
3. Kalo perlu kita beri mereka bonus bila taftis agar dapat mereka bermaliyah. Misalnya : dia berhak mendapatkan 5% dari dana taftis yang nantinya dapat dia berikan untuk pemasukan maliyah. Dan ini pun dapat memacu semangat umat-umat yang susah maliyah.
4. Bila mereka kesulitan dana untuk bawa tilawah, kita ajak umat yang lain untuk peduli dan kerjasama untuk membantu mengadakan dana untuk operasional si pembawa tilawah.
5. Kembangkan keahlian mereka (iqtisodiyah)
Misalnya : membuat kue
2/245 Allah bisa melapangkan dan menyempitkan rezeki
57/10 “Tidak sama orang yang menafkahkan hartanya sebelum dan sesudah menang, karena lebih tinggi derajatnya di mata Allah”.
6. Buat mereka aktif di Idriyah, beri tanggungjawab / tugas agar tidak pesimis dan merasa diperhatikan.
7. Gencet HT-nya, arahkan untuk huntingan selalu dan dikontrol terus perkembangannya.
8. Beritahu selalu perkembangan negara.
7. PENGELOLAAN AB LAMA
Banyak sekali keluhan-keluhan dari para Kader maupun Mas’ul didalam menghadapi umat lama terutama nisa, namun bukan berarti mereka tidak dapat diatasi. Mungkin sebagian besar kendala seperti ini jarang diperhatikan terutama bila suatu desa sedang mulai membangun karena mereka rata-rata memiliki umat-umat yang baru. Tetapi tidak dapat dipungkiri, umat-umat baru yang tadinya bersemangat didalam berprogram, sejalan dengan berjalannya waktu, mereka akan menjadi umat lama. Demikian hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi sekaligus mengatasi umat lama.
Untuk menemukan permasalahan dari seorang umat lama bisa dengan mengedepankan perasaan peka dan sensitif kita dalam arti mengetahui secara dalam inti dari permasalahan tanpa harus terbawa perasaan. Biasanya umat nisa akan lebih merasa dekat dengan umat nisa lainnya bahkan cenderung lebih terbuka terutama masalah-masalah pribadi mereka, untuk itu kita memerlukan informasi dari orang-orang terdekat dari umat itu. Untuk itu kita dituntut harus mendekati semua umat-umat lama baik dalam hal mengobrol atau hanya sebatas tahu sifat-sifat masing-masing semua umat lama tersebut melalui umat-umat lainnya.
Umat lama yang memiliki perasaan capek, jenuh, bosan.
Biasanya sebagian besar, masalah pribadilah (seperti masalah keluarga, kampus, tempat kerja, lingkungan Madinah itu sendiri, masalah hati/perasaan, dan lain-lain) yang mempengaruhi keaktifan mereka. Karena seringnya memikirkan masalah tersebut dan karena tingkat level permasalahan mereka semakin berat sehingga menimbulkan beban mental terhadap mereka, menjadi lupa dan merasa capek dengan apa yang mereka sudah lakukan selama ini (hujumah & maliyah) bahkan mereka kadang cenderung untukmenyerah dalam menghadapi masalahna tersebut (karena biasanya masalah/ujian yang mereka mereka dapat, dahulu pernah dirasakan juga). Hal ini dapat menyebabkan adanya kebosanan dalam berprogram bahkan di dalam dirinya sekalipun dia akan merasa jenuh teramat sangat.
Cara mengatasinya:
- membantu mereka untuk mengatasi masalah-masalahnya atau setidaknya dengan mendengarkan keluhan-keluhannya, akan bisa membantu memperingan beban mereka. Namun akan lebih baik jika kita bisa menyimpan privacy mereka dengan baik (tidak diceritakan kepada sembarang orang).
- Setelah mereka sedikitnya bisa berfikir dengan jernih, kita dapat memberikan pemahaman ulang mengenai fungsi dirinya yang bertambah menjadi seorang ‘contoh’ atau Ushwah bagi umat baru, harus lebih mengerti tentang keadaan dan kondisi umat-umat lain dan kebutuhan-kebutuhan desa (HT + ML), jangan egois, jangan manja, dan lain-lain. (Pemahaman tersebut jangan terlihat menekan tapi mengajak mereka berfikir bersama-sama).
- Dapat juga diberikan beberapa ayat penguat seperti;
QS: Ali Imran (3)/ ayat 200: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Berikan penjelasan bahwa kita harus selalu senantiasa bersabar dan terus beraktifitas karena idak selamanya kita berada dalam kondisi perang, namu jangan menunggu kemenangan datang bila kita hanya berdiam diri saja, jelaskan juga bahwa Allah itu selalu berada didekat kita dan Dia akan selalu melindungi kita;
QS: At Taubah (9)/ ayat 120: Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdim diri di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperng) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka dari pada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dn tidak menimbulkan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik;
QS: Al Hajj (22)) ayat 11: Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia di dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunai dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata;
QS: Al Hajj (22)/ ayat 78: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah meilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam negara suatu kesempitan. (Ikutilah) negara orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong;
QS: At Taubah (9)/ ayat 41: Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui; QS: An Nisaa (4)/ ayat 95: tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang yang berjihad di jalan Allah dengan hart mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.
- Setelah mereka sekiranya sanggup untuk mengesampingkan masalah mereka, boleh bisa langsung diajak untuk berfikir mengenai program ke depan dengan memberikan mereka kepercayaan penuh serta tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas dan fungsi mereka. Jangan biarkan umat lama terlalu lama untuk ‘diam’ atau tidak beraktifitas sama sekali karena hal demikian akan mengingatkan kembali permasalahan mereka.
- Biarkan mereka sibuk dengan tugas dan tanggung jawab yang seharusnya mereka jalankan. Kadang membuat mereka pusing di dalam berprogram akan membantu mereka untuk melupakan hal-hal yang tidak perlu. Dan secara sadar, apabila mereka dituntut untuk me-real-kan program, mau tidak mau mereka harus berhujumah dan bermaliah. Dengan begitu mereka menjadi aktif kembali. Biarkan mereka berkembang dengan ide-ide yang mereka ciptakan sendiri namun dengan pengawasan Mas’ul dan Kadernya tentu saja. Jika ide-ide yang tersaring itu baik dan memiliki kelebihan untuk mengembangkan suatu desa maka dapat dipertimbangkan untuk dijadikan progrm desa selanjutnya dan tidak ada salahnya untuk dijalankan karena tidak penting dari mana ide tersebut diperoleh asalkan dapat digunakan untuk kepentingan bersama maka akan lebih baik untuk diterapkan.
Umat lama yang sombong dan tidak taat (pembangkang)
Umat lama akan menjadi sombong bahkan sampai menjadi tidak taat lagi bisa disebabkan karena:
- merasa dirinya pintar dibandingkan umat-umat rizal yang baru atau umat rizal yang masih dalam tahap proses belajar.
- Memiliki banyak keturunan.
Cara mengatasinya:
Apabila perkataan lembut sudah tidak berpengaruh lagi, bisa diberikan ketegasan pada mereka dengan kembali mengingatkan bahwa mereka itu tidak memiliki apa-apa, pahami lagi bahwa setiap umat itu sama derajatnya di mata Allah kecuali orang-orang yang berjihad dengan yang tidak berjihad di jalan Allah; bahwa mereka membutuhkan satu sama lainnya; Mereka juga membutuhkan rizal sebagai pemimpin mereka dan sebagai jembatan ibadah mereka, dan walaupun rizal-rizal tersebut masih tergolong umat-umat baru namun harus diingatkan bahwa mereka adalah calon pemimpin dan nantinya pasti akan menjadi pimpinan mereka. Harus di tegaskan juga kalau yang namanya ahlak itu nomor satu , karena apabila kita tidak memiliki ahlak yang baik maka kita bukanlah siapa-siapa. Menekankan kepada mereka kalau yang namanya otak itu bisa diasah, apalagi jika memakai Al Qur’an, maka seseorang akan menjadi pintar dan cerdas. Jadi, jangan sekali-kali melecehkan umat-umat rizal terutama yang totalitas yang setiap harinya selalu belajar, maka lambat laun kecerdasan mereka akan melebihi umat
Umat lama yang kehilangan semangat
Umat lama bisa kehilangan semangat karena merasa tidak diperlukan dan tidak berguna lagi terutama bagi desanya. Sehingga timbul rasa kurang percaya diri serta kurang semangat didalam menjalankan program yang harus dijalankan. Semangat bisa hilang juga karena dia merasa tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dengan umat-umat barunya terutama yang memiliki banyak keturunan dan umat-umat baru yang lebih paham dibandingkan dengan dirinya.
Ada juga umat lama yang memperoleh semangat dari seorang abi. Entah itu karena apa namun semangatnya bisa timbul apabila abi tersebut ada dan meng-kawal dirinya. Di sini umat lama tersebut menggunakan perasaannya (mungkin sudah fitrahnya) dan secara tidak sadar mulai mengendalikan semangat jihadnya. Apabila abi itu tidak ada atau di tahaul ke desa lain, maka umat tersebut akan merasakan kehilangan. Bahkan bisa merasa sedih lalu menjadi sering menyendiri serta menjadi jauh dengan umat-umat lainnya. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun sebenarnya kerikil kecil ini bisa menjatuhkan seseorang. Hal lain yang menyebabkan umat lama kehilangan semangatnya juga dapat disebabkan karena sakit hati oleh ucapan maupun perlakuan pimpinannya (sensitif dan mudah tersinggung). Umat tersebut jadi merasa cuek dan tidak peduli lagi dengan program sekaligus menghilangkan semangatnya.
Cara mengatasinya:
Sebenarnya semangat itu timbul dan timbul dan hilang oleh diri sendiri, jadi kita bisa memberikan pengertian terhadap mereka untuk terus semangat dan jadikan segala sesuatu yang kita peroleh itu wajib untuk disyukuri dan jadikan pelajaran serta ilmu untuk ke depannya. Selalu menjadikan ujian sebagai tantangan yang harus dan pasti bisa untuk dihadapi. Dapat juga dengan didekati dan diperhatikan oleh abi-abinya atau umat-umat rizalnya karena biasanya semangat bisa didapat dari hal tersebut. Tidak tertutup kemungkinan umat rizal juga memperoleh semangat dari umat nisanya. Jadi, sudah saatnya saling kerjasama yang tentu saja untuk kepentingan bersama juga (desa & negara).
Mengenai masalah pribadinya yang menyangkut perasaan, kita harus lebih sensitif lagi menghadapi mereka dengan cara lebih mengetahui permasalahnya lebih jauh (akan lebih baik jika kita bisa tahu dari orang-orang terdekatnya). Dan kita juga harus bisa memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa hanya kita yang tahu masalah pribadnya dan sebisa mungkin harus bisa menjaga rahasia mereka terhadap orang-orang yang dirasa tidak perlu untuk tahu lebih jauh mengenai masalah mereka. Sebenarnya, kita hanya perlu membuat mereka jujur terhadap diri dan pimpinannya. Karena di Madinah itu kejujuran terhadap pimpinan berarti jujur terhadap Allah, dan itu baik. Mengenai cuek yang ditimbulkan apabila mereka seang memiliki penyakit sakit hati bisa diatasi dengan cara mendekati mereka dan bukan membenci mereka. Sering menceritakan kenapa seorang pimpinan harus bersikap seperti itu terhadap mereka (pengertian) sehingga pimpinan secara tidak sengaja harus berkata yang ‘aneh’ terhadap mereka. Di berikan pemahaman secara terus-menerus mengenai kondisi desa dan semua umat apabila kita cuek terhadap Allah dan negaranya. Tumbuhkan rasa saling menyayangi terhadap semuanya (Mas’ulnya, kadernya, serta umatnya). Tumbuhkan rasa peduli terhadap sesama terutama terhadap desanya. Bagi umat yang terlalu sensitif, harus sering diberikan ucapan-ucapan yang nantinya bisa membuat dia terbiasa dengan ucapan-ucapan yang kira-kiranya bisa melatih mental mereka.
8. Protect
Imunisasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Untuk aqobah
Diingatkan kembali tentang ayat-ayat jangan dulu cerita seperti:
- 60/1: ”Orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad) karena rasa kasih sayang padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang telah datang kepadamu, mereka mengusir rasul dan mengusir kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu untuk. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
Penjelasan:
- Orang-orang beriman maksudnya orang yang sudah berhijrah.
- Janganlah mengambil musuh-Ku dan musuhmu… berita Muhammad karena rasa kasih sayang maksudnya jangan kamu jadikan orang yang berbeda pola-pikir (aqidah) sebagai teman kepercayaan, dimana kamu bisa cerita kepadanya apa saja termasuk tentang hijrahnya kamu ke NKA.
- Kelanjutan kalimat dari ayat tadi adalah keterangan bahwa siapa yang melakukannya akan tersesat dari jalan yang lurus maksudnya akan merasa bimbang akan hijrah yang kamu jalani ini.
Logika:
- “Perumpamaan jika kamu bercerita nanti, seperti dialog ahli matematika dengan tukang foto. Pertanyaan 3 x 4 akan dijawab 12 oleh ahli matematika, sedangkan oleh tukang foto akan dijawab 1200. Kedua jawaban tersebut tidak ada yang salah, tapi jelas sudah tidak nyambung. Dengan kata lain, jika kamu bercerita nanti, cerita kamu dengan mereka sudah tidak nyambung lagi, kamu sudah terima AQ, tapi mereka belum tentu dengan mudah bisa menerima AQ pula seperti kamu. Sebagai bukti, apakah pada awalnya kamu bisa menerima AQ dengan mudah?
- 60/2: Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakitimu dan mereka ingin supaya kamu kembali kafir.
Penjelasan:
- Jika mereka menangkap kamu maksudnya mengetahui kalau kamu sudah hijrah.
- Niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu maksudnya mereka akan membenci hijrahnya kamu karena mereka belum mengerti.
- Melepaskan tangan dan lidah m:ereka kepadamu dengan menyakitimu maksudnya mereka akan bertindak kasar secara fisik dan mental melalui ucapan-ucapan mereka supaya kamu mengikuti mereka yaitu kembali beraqidah selain AQ (Pancasila). Maka dari itu kalau kamu sampai cerita pasti kamu akan ditanya: “Dapat dari mana pemikiran seperti itu?”, “Yang kamu sampaikan itu adalah ajaran sesat!”, “Pasti kamu terlibat aliran sesat…”. Siapkah kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi? Kenapa:
- 5/104 : maksudnya kalau kamu mengajak mereka untuk ber-AQ mereka pasti akan menolak karena menurut mereka apa yang mereka dapati dari nenek moyang mereka adalah sudah cukup dan lebih baik dari pemikiran yang kamu sampaikan tadi.
- 30/21 : maksudnya kalau mengajak mereka untuk ber-AQ mereka dengan terang-terangan menolak dan berkata ‘kami hanya akan mengikuti kebiasaan nenek moyang kami’.
Jadi intinya bukan kamu tidak boleh cerita, karena belum saatnya. AQ saja diturunkan secara bertahap seperti dijelaskan pada 17/106: “Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”. Jadi kamu harus bersabar hingga kamu mengerti benar tentang hijrah dan jihad di jalan Allah yang kamu jalani ini. Oleh karena itu coba kamu lihat 33/59 yang maksudnya tentang pemakaian jilbab agar mudah dikenal dan tidak diganggu. Yang dimaksud dengan jilbab adalah sesuatu untuk menutup aurat. Anggapan orang-orang adalah anggota-anggota tubuh yang dapat mengundang hawa nafsu, padahal jilbab bukan hanya dalam bentuk ritual seperti itu, tapi aurat di sini bisa diartikan identitas diri sebagai warga NKA yang harus dijaga agar kita tidak diganggu dan bisa tetap bersosialisasi secara wajar namun tetap tidak melanggar aturan yang ada di dalam AQ.
1. Untuk ahlul bait
Sebagai AB khususnya yang baru MH pasti merasa kaget kalau NKA adalah NII, sehingga jika pemahaman tentang aqidah kurang memadai pasti dia akan merasa takut, tidak percaya dan merasa ditipu. Sehingga kalau tidak diantisipasi dia akan mencari informasi dari pihak lain di luar NKA. Untuk itu langkah-langkah yang dapat diambil diantaranya menjelaskan kembali tentang sejarah Islam khususnya tentang Madinah (Negara Islam) dari awal kebangkitan Islam yang pertama sampai dengan sekarang, dalam rangka menumbuhkan semangat dan jiwa pembelaan terhadap negara.
- 17/4-7 : Terjadi Jaman Jahiliyah I dan II serta Kebangkitan Islam I dan II.
Ketika Jaman Jahiliyah I hancur oleh KBI I Islam mampu menguasai 2/3 dunia, dan kemudian terjadi Jaman Jahiliyah II yang dipelopori Yahudi dan Nasrani. Ketika KBI I hancur ternyata di nusantara Islam mulai tumbuh dan mulai berkembang pesat sehingga timbul kerajaan-kerajaan Islam sebagai asal-usul adanya Negara Islam di nusantara.
- 2/142 : terjadi pemindahan kiblat yang menyebabkan kontroversi di dunia Islam. Dimana orang-orang yang tidak memahami maksud dari pemindahan kiblat pasti tidak akan menerima dengan mudah.
- 2/143 : pemindahan kiblat atau pola pikir akan terasa amat berat karena ini merupakan saringan bagi siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot.
- Setelah dijelaskan tentang hal tersebut di atas, maka kita bisa menyimpulkan kalau KBI II itu memang ada dan terjadi di Indonesia berupa Negara Islam Indonesia.
- Dalam kehidupan sehari-hari kamu pasti akan menemukan hal-hal yang negatif tentang NII. Sekarang tinggal bagaimana caranya kita menyikapi agar kita tidak dengan mudah percaya akan berita-berita yang belum jelas, yang menyebabkan kita bertanya atau bocor selain dari AQ.
Logika:
- Ada kios yang menjual bahan-bahan makanan seperti tepung, gula, beras dll. Lalu ada sekelompok orang yang ingin menyaingi kios itu lalu mereka ia membuat opini yang negatif tentang kios tersebut, seperti barang-barang yang dijual di sana berkualitas rendah, hasil selundupan, mengandung racun, harganya mahal dll. Sehingga kalau sebagai konsumen langsung percaya tanpa adanya suatu bukti yang maka pasti ia akan ikut-ikutan membenci kios tersebut. Padahal kios tadi tidak pernah merugikan si konsumen apalagi sekelompok orang tadi. Kalau benar apa yang mereka katakan itu, pasti kiosnya sudah tutup dan tidak bisa menjual bahan-bahan makanan lagi. Sepintas kalau kamu pikirkan hal tersebut di atas sama halnya dengan NII, banyak kelompok-kelompok dalam masyarakat yang membuat opini-opini bahwa NII sesat, kalau terlibat tidak bisa keluar, menghalalkan segala cara demi tegaknya negara dengan perbuatan kriminal.
Nah kalau kamu perhatikan dan kamu alami sendiri, di sini, apakah hal-hal tersebut benar adanya? Maka dari itu kalau merasa bimbang telitilah dulu baru menyimpulkan serta berkomentar.
- 49/6 : “Orang-orang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. Maksudnya orang fasik adalah orang yang sudah tahu tentang negara tetapi tidak mengakui kalau negara Islam itu benar, sehingga kalau kamu tidak membuktikannya sendiri, pasti kamu akan terjebak oleh berita-berita dari mereka, hingga kamu akan menyesal. Apalagi bila mereka pandai menghubung-hubungkan apa yang terjadi pada kamu merupakan hal-hal yang negatif dan akan merugikan kamu baik secara spiritual maupun material.
- 2/155 : Akan diberikan cobaan-cobaan seperti sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan untuk menguji keyakinan dan kesungguhan sebagai pejuang Allah.
-
boleh percaya boleh tidak.... cara main mereka (NII) cantik tapi kurang ajar.... semua santri disana dari tingkat awal SMP sampai kelas 6 (SMA) tidak akan tahu.... tapi kalau melanjutkan kuliah disana... pasti akan tahu.. bagaimana doktrin itu diberikan secara verbal... gak tertulis... kurikulum yang ada disana (untuk SMP dan SMA) tidak ada satupun yang berbau NII... nama para menteri disamarkan menjadi eksponen... setelah saya lulus sampai kelas 6 di Al zaytun... saya beru tahu hasil analisis pribadi sih.. sama wawancara ke teman saya (beliau sodara saya yang jadi korban)mereka yang menjelek2an al zaytun dan NII bahkan tidak paham bagaimana posisi al zaytun dengan organisasi NII.... jadi tidak semuanya yang disampaikan di web ini benar.. tapi sebagian ada benarnya... bagi mantan alumni MAZ... anda boleh percaya boleh tidak... nama anda sudah ada dalam database NII... tentu mereka orang-orang cerdas tapi kasihan (sedikit tidak waras)... anda pasti lambat laun.. bersiap siap menghadapi mereka karena semua santri dan wali santri telah menjadi target.. tapi jelas cara perekrutannya akan berbeda beda... silahkan tanyakan teman alumni angkatan terdekat anda (saya percaya bila sebagian mereka ada yang sudah NII mereka tahu lebih banyak.. tapi hati-hati kawan....) so, don't ever try to believe what you see and what you heard about MAZ... as you never know what they are really really capable of....
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Mei 2012 10:37)











