- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA









![]() | Today | 6682 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 88836 |
![]() | Last week | 66438 |
![]() | This month | 246209 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8090512 |
Your IP: 38.107.179.242
,
Today: Mei 19, 2012
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
BERDASARKAN penelitian arkeologis, bangsa Indonesia –kecuali sebagian besar bagian timur– adalah termasuk rumpun Melayu sebagaimana penduduk Asia Tenggara lainnya yaitu Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Laos, Thai dan Myanmar (dulu Burma). Adapun bagian timur Indonesia termasuk rumpun Melanesia atau ras Pasifik.
Rumpun adalah keluarga bangsa atau bentuk kumpulan beberapa bangsa. Rumpun Melayu berasal dari wilayah yang kini masuk Provinsi Yunnan, bagian selatan Republik Rakyat Cina. Dalam istilah lama dikenal pula dengan nama “India Belakang”. Mereka mulai tersebar ke seantero Asia Tenggara sekitar 3000-2000 tahun sebelum Masehi karena didesak oleh rumpun lain yaitu Mongoloid.
Rumpun Mongoloid mencakup beberapa bangsa yang kita kenal dengan Cina, Korea, Jepang, Tibet, Manchu dan Mongolia. Suku-suku dari Rumpun Melayu yang menjadi cikal bakal bangsa Indonesia pindah ke gugusan pulau yang tersebar luas di selatan daratan Asia Tenggara, yaitu Nusantara. Diperkirakan mereka pindah karena konflik intern serumpun atau langsung setelah terdesak oleh Rumpun Mongoloid. Dengan demikian mungkin dapat dinilai bahwa bangsa Indonesia dasarnya adalah bangsa pecundang. Jarang menang jika ada pertarungan atau persaingan dengan bangsa lain karena moyangnya demikian.
Perpindahan massal tersebut dikelompokkan dengan istilah Melayu Tua. Maka, citra bangsa ini sebagai pelaut atau minimal keturunan pelaut agaknya perlu ditinjau ulang –termasuk kalimat lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut– karena mereka mengarungi lautan bukan karena jiwa pelaut tetapi terusir dari kampung halamannya di benua Asia dan berlayar ke gugusan Nusantara.
Sekitar 300 tahun sebelum Masehi terjadi gelombang kedua yang dikenal dengan sebutan Melayu Muda. Mereka telah mengenal logam untuk kebutuhan perkakas, setingkat lebih tinggi dari para migran gelombang pertama yang masih menggunakan batu.
Bagi penduduk Nusantara, periode 3000 tahun sebelum Masehi hingga 500 tahun sesudah Masehi lazim disebut pra sejarah karena belum mengenal tulisan. Maka, pembagian periode pra sejarah atau mencari nama-nama pribadi jauh lebih sulit. Peninggalan yang sampai kepada kita hanyalah fosil, perkakas dan perhiasan yang tersebar dalam beberapa situs arkeologi.
Istilah pra sejarah mungkin terkesan membingungkan atau janggal karena ilmu yang mempelajari periode tersebut adalah juga sejarah, mengingat sejarah adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lalu, terlepas dari soal terdapat warisan tertulis atau belum. Kalau boleh usul, istilah pra sejarah diganti dengan istilah “pra tulisan”.
Pelan tapi pasti, penduduk kuno tersebut menata hidup di tempat yang baru. Kehidupan berkelompok mengharuskan mereka untuk memilih minimal 1 orang untuk memimpin demi keteraturan masyarakat. Dengan demikian mereka mengenal dasar-dasar demokrasi. Masalah bersama dibahas bersama –lazim disebut musyawarah– dan pemimpin melaksanakan hasil musyawarah tersebut. Hasil pembahasan yang telah disetujui bersama atau mayoritas peserta, lazim disebut mufakat. Dengan memiliki pemimpin, suatu kelompok mengenal dasar-dasar pemerintahan atau tata negara karena seorang pemimpin mustahil mampu bekerja sendiri. Dia perlu bantuan beberapa orang untuk diberi tugas, dengan demikian bangsa ini boleh dinilai telah mengenal apa yang kini lazim disebut kabinet.
B. Hubungan Awal Dengan Bangsa Asing
Asal muasal peradaban adalah dunia Timur, sekitar 5000-3000 tahun sebelum Masehi muncul peradaban di Mesir, Mesopotamia (kini mencakup ‘Iraq, Kuwait dan sedikit Turki), Arabia, India dan Cina. Melalui proses waktu yang relatif lama peradaban tersebut tersebar dan ada yang terhubung satu sama lain, secara langsung maupun dengan perantara. Barat menerima pengaruh Timur antara lain dari bangsa-bangsa Mesir, Asyur, Funisia, Arab, Akkadia, Israel dan Babilonia. Awalnya tumbuh di wilayah yang kini masuk Yunani, kemudian diwarisi oleh Romawi.
Pada abad ke-4 sebelum Masehi, Alexander yang Agung mencoba mempersatukan Barat dan Timur –termasuk peradabannya– dengan peperangan dan penaklukan. Pada awalnya, dia mengikuti pendapat umum di dunia Yunani bahwa bangsa Yunani adalah bangsa beradab dan non Yunani adalah bangsa biadab. Ketika dia menaklukkan dunia Timur dari Mesir hingga India, dia sadar bahwa umumnya bangsa-bangsa yang sukses ditaklukan adalah bangsa yang telah memiliki peradaban canggih jauh sebelum ada peradaban Yunani. Bahkan Yunani mengambil dari Timur.
Ambisi mempersatukan dua dunia tersebut menghasilkan peradaban baru yang lazim disebut Hellenisme, suatu peradaban yang berumur panjang dengan Romawi dan Byzantium sebagai pengawalnya. Wilayah bekas taklukan Yunani di Asia Barat sempat dikuasai kedua negara tersebut.
Romawi mencapai puncak kejayaan pada periode Kaisar Augustus (36 tahun sebelum Masewhi hingga 14 tahun sesudah Masehi).
Sementara itu Cina terkesan “kekar” untuk ditaklukan, bahkan bangsa tersebut berambisi memperluas kekuasaan.
Antara abad ke-3 sebelum Masehi hingga abad ke-3 sesudah Masehi, Cina dikuasai oleh Dinasti Han. Periode tersebut termasuk masa kejayaan Cina, penaklukan yang dilaksanakan oleh dinasti tersebut sebagian besar kini masih menjadi wilayah Cina. Sebagaimana halnya Alexander, Cina juga sadar bahwa penaklukan ke arah barat mempertemukannya dengan bangsa-bangsa beradab. Di Asia Tengah – yang lazim disebut Turkistan– bertemulah jalur penaklukan Yunani dengan jalur penaklukan Cina. Mungkin dari peristiwa tersebut muncul cikal bakal jalur darat legendaris yang dikenal dengan sebutan silkroad (jalan sutra), jalur penghubung Barat-Timur via darat yang dipakai mungkin hingga abad-19, dan kini sedang diusahakan menghidupkannya kembali.
Hubungan Cina-Romawi diperkirakan bermula sekitar awal Masehi, ketika Dinasti Han berkuasa di Cina dan Kaisar Augustus berkuasa di Romawi.
Sementara jalur sutera makin terkenal, berangsur-angsur hubungan Barat-Timur via laut melalui Asia Tenggara dirambah.
Yunani dan Romawi telah mengenal jalur laut ke India, dari orang India mereka samar-samar mengetahui bahwa wilayah lebih jauh ke timur terdapat gugusan kepulauan yang luas –mengingat pelayaran orang India telah menjangkau Cina. Berdasar info dari mereka pakar geografi Ptolemy di Mesir membuat peta yang samar-samar pula tentang Nusantara.
Selain musafir India, para musafir dari Arab dan Persia juga berlayar sejauh Cina. Dalam perjalanan mereka singgah di Asia Tenggara, termasuk kepulauan Nusantara. Kepulauan tersebut juga menyediakan beberapa barang dagangan semisal kapur barus, kemenyan, kulit harimau dan kayu. Mereka tertarik singgah, bahkan bermukim, karena kesuburan tanah dan kekayaan alam Asia Tenggara.
Para musafir Cina merantau sejauh pesisir timur Afrika dan Laut Merah, dengan demikian mereka bertemu langsung dengan orang Barat.
Penduduk Nusantara sempat dikenal sebagai perantau, sejak zaman pra tulisan (pra sejarah), wilayah jelajah mereka terbentang dari pantai timur Afrika hingga gugusan pulau Pasifik Barat. Kemungkinan besar ada pertemuan dengan orang Barat, ketika itu imperialisme Barat mencakup Asia Barat dan Afrika Utara.
Pertemuan dengan berbagai bangsa asing memperkenalkan penduduk Nusantara yang masih primitif dengan arus besar peradaban Timur. Berangsur-angsur mereka mengenal pembuatan busana, aneka menu, bahasa, huruf dan berbagai seni. Namun yang terpenting adalah mereka mengenal agama, norma yang disampaikan Tuhan kepada manusia melalui para nabi. Kelak mayoritas bangsa ini menganut agama “impor”, penganut agama “asli” atau agama “suku” cenderung bermukim lebih ke pedalaman.
Munculnya kerajaan di Nusantara mungkin dapat menjadi ukuran seberapa banyak peradaban yang diterima bangsa ini. Sejauh yang diketahui, kerajaan tertua adalah Kutai di Kalimantan sekitar abad 4-5. Minimnya peninggalan yang sampai kepada kita mungkin dapat menjadi ukuran bahwa peradaban impor yang diterima juga minim. Berbeda dengan Kerajaan Majapahit misalnya, warisannya relatif lebih banyak sehingga dapat dinilai bahwa peradaban impor yang diterima juga banyak. Layak diketahui bahwa Majapahit berlangsung antara abad 13-16. Pada periode itu bangsa ini telah 1000 tahun mengenal peradaban.
Walaupun peradaban telah hadir di sebagian besar Nusantara, sifat asli bangsa ini yaitu barbarisme masih belum hilang. Praktek korupsi dan pelanggaran hak asasi adalah contoh nyata yang masih hadir hingga kini. Sesungguhnya kedua perilaku tersebut merupakan “pengembangan” dari praktek kanibalisme dan vandalisme yang dilaksanakan oleh moyang bangsa ini saat pra sejarah.
Kanibalisme yang berciri dasar memakan manusia dalam arti sebenarnya –seperti layaknya menyantap hewan– dikembangkan menjadi praktek korupsi, yaitu “menyantap” yang bukan haknya semisal uang negara atau perusahaaan. Adapun vandalisme yang memiliki ciri dasar merusak benda dikembangkan menjadi praktek kekerasan semisal pertumpahan darah dan perusakan aset, dengan berbagai istilah semisal “perang”, “rusuh” atau minimal corat-coret di tempat umum.
Riwayat bangsa ini penuh dengan kekerasan yang berakibat “banjir darah” dan menciptakan “killing field” di negeri ini. Dengan demikian agama atau perkara ruhani lain hanya diperlakukan –yaitu difahami dan diamalkan– sebatas ritual semisal shalat, puasa dan haji. Namun keshalihan ritual tersebut tidak atau hanya sedikit berdampak pada keshalihan sosial. Berbagai perselingkuhan seperti menipu atau mencuri seakan menjadi “amal wajib” sehari-hari disamping shalat 5 waktu setiap hari. Ingat kepada Tuhan hanya terbatas di tempat ibadat semisal Masjid, Gereja atau Vihara. Adapun di tempat usaha –apalagi di tempat hiburan– Tuhan terlupakan. Seakan-akan keberadaan Tuhan hanya di tempat ibadat, selah-olah Tuhan tidak hadir atau tidak “kontrol” ke mana-mana. Orang cenderung lupa, bahwa Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu.
Sekilas Tentang Imperialisme Barat dan Dampaknya
Sifat dasar barbarisme tersebut –yang mungkin sempat berkurang akibat pengaruh Timur– kembali bertambah dengan kehadiran imperialisme Barat pada abad ke-16. Imperialisme berakibat capaian prestasi –yaitu kemakmuran dan kecerdasan– yang pernah diraih semisal Sriwijaya dan Majapahit menjadi rusak atau hilang. Keterbelakangan –berupa kemiskinan dan kebodohan– menjadi ciri bangsa ini dan kelak cenderung dilestarikan –ketika kemerdekaan telah diraih– oleh para elite sendiri yang tidak amanah terhadap jabatan. Mungkin layak dikatakan bahwa abad ke-16 adalah periode “jahiliyah” bagi Asia Tenggara. Khusus Indonesia, saat proklamasi kemerdekaan 1945 sekitar 90% rakyatnya buta huruf. Bangsa ini kembali ke titik nadir.
Imperialisme Barat semakin memeriahkan negeri ini dengan pertumpahan darah, perlawanan terhadap imperialisme berbuah perang dengan segala keburukannya –di samping berbagai kisah heroik dan patriotik. Bangsa ini makin akrab dengan kekerasan, pelanggaran hak asasi tidak berkurang.
Imperialisme Barat juga sempat memperkenalkan bentuk perselingkuhan yang lebih canggih, misalnya yang lazim disebut korupsi. Praktek ini adalah bentuk pencurian atau ketidak-jujuran yang lebih berat. Sebelum hadir imperialisme, mungkin bangsa ini hanya mengenal jenis pencurian yang relatif sederhana yang tentu berakibat kehilangan yang relatif kecil, misalnya maling jemuran atau maling sandal. Tetapi korupsi berakibat hilangnya uang negara atau perusahaan yang kadang mampu menuntun pada pengeroposan, bahkan kebangkrutan.
Perusakan mental bangsa ini sangat sukses dilaksanakan oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), perusahaan dari Belanda yang dibentuk pada 1602 dan tamat pada 1799. VOC dikenal dengan perusahaan raksasa yang penuh dengan praktek KKN dan pelanggaran HAM, kedua hal itulah yang dipelajari dan dipraktekkan oleh bangsa ini. Ketika kolonialisme Belanda berpindah dari swasta ke negara –yaitu kepada Hindia Belanda, praktek korupsi berangsur-angsur berkurang namun pelanggaran hak asasi masih berlangsung– bahkan lebih kejam. Gabungan antara sifat dasar bangsa ini yang memang barbar dengan dampak penjajahan berakibat bangsa ini lebih jahiliyah dibanding sebelumnya.
Walaupun Belanda paling lama menjajah Nusantara tetapi bukan yang pertama hadir, sebelumnya ada bangsa Portugis. Bangsa tersebut hadir pertama kali pada 1509 di Asia tenggara, tepatnya Kesultanan Malaka. Malaka ketika itu pusat kegiatan internasional terbesar di wilayah tersebut. Kegiatan mencakup antara lain da’wah, dagang dan diplomatik. Namun negara tersebut mengalami proses pembusukan dengan ciri perpecahan intern keluarga istana, Sultan Mahmud Syah berselisih dengan putra dan bendaharanya. Hukuman mati terhadap bendahara berakibat negara tersebut kehilangan seorang pejabat yang sedemikian handal.
Akibatnya, walaupun Malaka sempat melawan dengan gigih serbuan pasukan Portugis namun akhirnya tamat juga riwayatnya. Tahun 1511 –saat peristiwa tersebut terjadi– bolehlah dinilai sebagai awal periode jahiliyah Asia Tenggara, karena sejak itu “penampakan” imperialisme Barat tidak dapat dicegah lagi. Bangsa-bangsa Barat lain beramai-ramai berebut rezeki berupa tanah jajahan. Ketika Perang Pasifik mulai pada tanggal 7 Desember 1941, hanya Muangthai yang masih merdeka, selebihnya dicengkeram imperialis dengan berbagai istilah: colony, commonwealth, overseas atau protectorate.
Usaha perbaikan bukan tak ada, sebagaimana telah disebut terdapat berbagai kisah heroik dan patriotik di seantero Nusantara. Perang Jawa (1825-1830), Perang Paderi (1821-1837), Kebangkitan Nasional pada awal abad-20, Revolusi 1945 (1945-1950) dan “Revolusi Darul Islam” (1949-1965) adalah beberapa contoh upaya lepas dari imperialisme Barat sekaligus menata ulang kehidupan bangsa ke arah yang lebih beradab dari sebelumnya, minimal meraih capaian kemanusiaan yang pernah dimiliki pada pra kolonial, yaitu kemakmuran dan kecerdasan. Namun kesuksesan masih jauh dari bangsa ini, bukan jarang usaha-usaha demikian mendapat tantangan dari dalam, dengan dukungan dari luar.
Insya Allah, dalam tulisan berikut penulis coba membahas beberapa kebobrokan bangsa ini, yang mungkin sekitar separuhnya adalah warisan kolonial.
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Mei 2012 10:17)











