- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA









![]() | Today | 6753 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 88907 |
![]() | Last week | 66438 |
![]() | This month | 246280 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8090583 |
Your IP: 38.107.179.244
,
Today: Mei 19, 2012
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
SEKITAR 15-20 tahun yang lalu (dihitung dari tahun 2000) kita mungkin tak dapat membayangkan bahwa suatu saat negeri ini akan dihiasi oleh berbagai stasiun televisi swasta. Pertelevisian nasional didominasi oleh stasiun televisi pemerintah yaitu TVRI, yang bernaung di bawah Departemen Penerangan. Program-programnya, tidaklah mengherankan, berisi hal-hal yang sesuai dengan selera pemerintah. Dalam suasana pemerintah Orde Baru yang kurang atau mungkin bahkan tidak demokratis, praktis rakyat tidak memiliki banyak pilihan menonton acara televisi yang sesuai dengan seleranya. Hanya segelintir masyarakat yang dapat menikmati tayangan alternatif (televisi asing) melalui parabola, mengingat untuk memilikinya relatif mahal.
Program-program TVRI periode Orde Baru mungkin juga dapat disaksikan pada negara-negara yang memiliki pemerintahan yang relatif otoriter: cenderung monoton. Mungkin begitulah ciri pertelevisian nasional di negara-negara yang tidak demokratis.
Sekitar tahun 1989 kita mengenal televisi swasta pertama yaitu RCTI, stasiun televisi swasta yang dikenal luas dimiliki oleh anggota Keluarga Cendana. Demikian pula sekitar tahun 1990, muncul SCTV, tahun 1991 muncul TPI dan terus bermunculan Indosiar dan ANTV. Kehadiran mereka sedikit banyak menyajikan tayangan alternatif yang sesuai dengan selera masyarakat. Namun pembatasan mengenai apa yang boleh dan yang tak boleh ditayangkan masih terasa. Program diskusi yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah masih sangat kurang –untuk tidak mengatakan tidak ada.
Revolusi 1998 yang melengserkan simbol Orde Baru yaitu Soeharto (lahir tahun 1921) dari jabatannya sebagai Presiden kedua Republik Indonesia, mengubah banyak hal. Berbagai hal-hal yang sekian lama dinilai tabu dibahas pada periode kekuasaannya begitu cepat diungkap atau disebar luas, semisal berbagai praktek pelanggaran HAM dan praktek KKN. Gairah masyarakat untuk lebih berpartisipasi menentukan nasib bangsa dan negara –yang tentu terkait dengan nasib mereka sendiri– seakan mendapat “angin surga”. Para pejabat dan aparat –baik sipil dan militer– yang sekian lama cenderung dinilai sewenang-wenang sempat terpojok dan menjadi obyek sikap kritis masyarakat, terutama LSM.
Angin surga kebebasan tersebut merambah pula ke dalam dunia pertelevisian kita. Program-program yang disajikan lebih bervariasi dan “berani”. Beberapa stasiun televisi baru muncul.
Namun perkara berani atau bervariasi agaknya makin lama makin melampaui batas, kian jauh dan menyimpang dari ukuran yang patut. Penulis menilai bahwa betapapun variatifnya acara televisi, program-program yang disajikan agaknya dapat dibagi dalam beberapa kelompok semisal telenovela, film India, sinetron, musik dangdut dan tayangan misteri. Acara-acara demikian nyaris ada pada setiap stasiun. Seiring perjalanan waktu, mulai ada yang mengkritisi hal demikian.
Sebagai contoh, kita simak tayangan musik dangdut dan misteri. Jika kita mencermatinya, nyatalah bahwa penampilan para artis dangdut makin lama makin berani dalam arti pamer aurat dan gerak-geriknya cenderung erotis. Pada umumnya mereka adalah generasi muda. Penampilan tersebut sempat menimbulkan keprihatinan para seniornya. Para senior merasa telah bersusah payah mengangkat martabat musik dangdut dari musik yang dinilai pinggiran atau kampungan menuju level terhormat di pentas nasional, bahkan internasional. Penampilan seronok para artis muda tersebut dinilai dapat menjerumuskan musik dangdut hingga menjadi musik comberan.
Mengenai tayangan misteri, ini tak terlepas dari peradaban kita (Timur) yang meyakini sesuatu yang ghaib. Ini mungkin dapat difahami, bahwa perkara ghaib sangat terkait dengan agama yang memang lahir di Timur semisal Hindu, Budha, Konghucu, Nasrani dan Islam. Bahkan sebelum ada agama, manusia –terutama di Timur– meyakini bahwa di balik segala yang tertangkap panca indera juga terdapat alam yang misteri, yaitu alam yang terdapat kekuatan atau kuasa besar mengatur segala yang ada –yang lazim disebut Tuhan atau Dewa/i, ruh, setan atau hantu. Kepercayaan itulah yang agaknya dieksploitasi habis-habisan oleh (setiap) stasiun TV. Bahkan untuk pembuktian alam ghaib, beberapa orang bersedia menjadi peserta “survey” dengan istilah seperti “uji nyali” dan “uka-uka”. Si peserta ditinggal sendirian di tempat yang dinilai angker pada malam hari, umumnya berakhir jam 05.00.
Dalam konteks Indonesia yang notabene mayoritas Muslim, tak pelak bahwa tayangan tersebut merusak mental masyarakat. Masyarakat seakan dituntun untuk percaya alam ghaib melenceng dari batasan yang ditetapkan agama Islam –lazim disebut syirik– dan umbar aurat. Tayangan tersebut boleh dibilang menguntungkan stasiun bersangkutan ditinjau dari banyak iklan yang menghiasi acara tersebut, perkara dampak terhadap masyarakat itu soal lain. Serahkan saja pada diri masing-masing penonton.
Bagi yang cermat menyimak, tayangan yang dinilai merusak mental masyarakat adalah hasil dari peradaban kapitalisasi global yang berfokus mencari untung (materi) belaka tanpa peduli dampak moralnya. Jika menyebut kapitalis, hampir pasti bahwa yang teringat adalah dunia Barat. Bahkan ada yang menilai bahwa tayangan yang disajikan kepada masyarakat Indonesia bukan sekadar mencari untung, tapi terselip suatu misi tertentu yaitu penjajahan budaya atau norma atau pernah penulis baca dengan istilah penetrasi budaya. Memang penetrasi di bidang budaya merupakan bagian dari imperialisme Barat selain dominasi di bidang politik dan eksploitasi di bidang ekonomi. Walaupun cara dan wujudnya mungkin berbeda sesuai dengan perjalanan zaman namun dasarnya tetap sama.
Untuk menghadapi penjajahan model itu, bukanlah dengan cara militer yang didukung persenjataan paling canggih, karena norma adalah sesuatu yang abstrak tetapi hidup atau ada di masyarakat. Maka harus dihadapi dengan cara yang abstrak pula.
Sejauh ini agama adalah cara yang tepat untuk menangkal dampak merusak dari tayangan TV, baik diberikan di rumah/keluarga –dan ini yang paling dasar– juga diberikan di lembaga pendidikan. Dinilai sebagai cara yang tepat karena agama memiliki serangkaian hukum atau moral yang bila dilanggar akan menemui akibat yang lazim disebut dosa, semacam noda atau cacat yang harus dibereskan oleh hukuman dalam tempat yang sering digambarkan secara mengerikan yang lazim disebut neraka.
Dalam ghaib, Tuhan menjelaskan bahwa yang pertama dan utama ghaib adalah Tuhan itu sendiri. Manusia dituntut percaya ghaib dengan mendahulukan percaya kepada Tuhan, Dzat yang Maha Ghaib. Dengan kepercayaan dasar demikian manusia diarahkan percaya bahwa Tuhan mampu menciptakan makhluk ghaib.
Untuk menutup kemungkinan manusia memperlakukan perkara ghaib melenceng dari batasan yang ditetapkan-Nya, Tuhan menjelaskan bahwa makhluk ghaib juga dibebani kewajiban mengabdi kepada Tuhan dan segala perilakunya juga dimintai pertanggung jawaban, sama halnya dengan manusia. Setahu penulis, antara makhluk ghaib dan manusia diizinkan saling berhubungan dalam lingkup tauhid, bukan syirik.
Mengenai seni, agama menjelaskan bahwa Tuhan adalah Maha Pencipta. Tentu saja mampu menciptakan yang indah-indah semisal hutan hijau, langit cerah serta sungai yang bagai berlenggak-lenggok. Manusia hanya meniru ciptaan tersebut dengan menyimak alam sekitar. Manusia diizinkan mengungkapkan rasa indahnya dengan tujuan makin mencintai sumber keindahan yaitu Tuhan sendiri. Mengumbar gerakan dan pakaian seronok tentunya tidak termasuk yang mendapat izin Tuhan.
Tetapi maksud akhir agama bukanlah untuk menuntun orang menggembirakan dengan surga dan menakuti dengan neraka, tetapi menuntun manusia untuk hidup dan mati sesuai kehendak Tuhan sebagai rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan kepada kita, termasuk nikmat hiburan. Dan hal tersebut memiliki peluang berguna menyikapi berbagai tayangan TV yang telah merambah ruang privat kita yaitu kamar tidur atau (mungkin) WC kita.
Kaum Muslim jelas mendapat tanggung jawab berat menyelamatkan Indonesia dari dekadensi moral karena mayoritas penonton adalah kaum Muslim pula. Sikap kritis terhadap tayangan TV perlu ditampilkan, bagaimanapun orang membuat stasiun TV dan menyusun acaranya tidak terlepas dari perhitungan dagang, jika bicara soal dagang orang cenderung lebih mengutamakan untung –tentu dalam arti materi– tanpa atau sedikit mempedulikan dampak moral. Sadar atau tidak sadar para pemilik modal melaksanakan agenda imperialis. Gerakan imperialis menetapkan bahwa penjajahan dapat dilaksanakan melalui media elektronik –hampir pasti menjadikan kaum Muslim sebagai target utama, di Indonesia telah tersedia para anteknya yang siap melaksanakan program tersebut.
Kegagalan imperialis Barat dalam perang salib (1095-1291) disimak dengan cermat. Kaum Muslim sulit dijajah kalau imannya belum diperlemah atau moralnya belum dirusak. Media elektronik dapat berperan ampuh menyebarkan faham yang mengagungkan nikmat lahir atau duniawi, yang lazim disebut hedonisme. Tepat peringatan Muhammad menjelang akhir hayat bahwa kaum Muslim akan takluk karena cinta dunia dan takut mati. Dua perasaan itulah yang menjadi target bidik untuk di tumbuh-kembangkan oleh imperialis Barat.
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 21 Maret 2012 09:00)











