Kategori
- DOKTRIN ( 47 )
- DOKUMENTASI MEDIA ( 113 )
- FAKTA DAN DATA ( 47 )
- KESAKSIAN ( 20 )
- MODUS OPERANDI ( 29 )
- OPINI ( 43 )
- SEJARAH ( 13 )
Rekomendasi
Menuju Mardhotillah
Titik Kekuatan NII-KW9 Al-zaytun Dalam Doktrin dan Manajemen
NII Proyek Kemiskinan Berjamaah
Pundi-Pundi Sang Syekh Panji Gumilang
GELAR PROF. & PHD NYA AS PANJI GUMILANG
Sembilan Pos Keuangan Sebagai Pendukung Program Pembanguan NII KW-9 AL-Zaytun
AMPLOP KOSONG PANJI GUMILANG DAN PROYEK KEMISKINAN BERJAMAAH
KEMANA ARAH AL ZAYTUN DAN PROGRAM PENDIDIKANNYA ?
Adah Jaelani Di Al-Zaytun
ISTANA KHUSUS AS PANJI GUMILANG
POLITIK ADU DOMBA & KONFLIK INTERNAL ” YASIR VS AS PANJI GUMILANG “
SUMMARY TABLIGH AKBAR ”MENGUAK TABIR MISTERI PERGERAKAN NII
Bayi Mati mengenaskan Di Al-Zaytun
S.M Kartosuwiryo
JARINGAN BISNIS NII KW9
Tragedi 1 Muharram Di Al-Zaytun
KONTROVERSI NII KW9 DAN PERKEMBANGANNYA KINI
JARINGAN STRUKTUR FUNGSIONAL
Hasil Penelitian MUI tentang Al-Zaytun
Sepuluh Kriteria Aliran Sesat (Fatwa MUI)
ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR NII KW 9 AL ZAYTUN
JEJAK AKTIFIS NII JAKARTA DI JAWA TENGAH
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
POLITIK ALIENASI DAN DIKOTOMI KASTA
POLITIK BENTENG STEEL SEL
POLITIK BARTER DAN BALAS BUDI
JARINGAN STRUKTUR & APARAT TERITORIAL
IMING – IMING LANJUTAN STUDY
ANCAMAN HENDRO TERHADAP AKTIFIS ISLAM
Praktek fungsi dan peran intelejen di masa Orde baru
BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
KORUPSI DI ALZAYTUN
SUMMARY SEMINAR AKBAR KUPAS TUNTAS NII
KETIKA ULAMA DAN PEMERINTAH SAMA SAMA BERBOHONG
SEKILAS TENTANG TEAM NCC
Daftar Jamaaah NII KW9 teritorial Jaksel
GERAKAN BARU NII: MASYARAKAT INDONESIA MEMBANGUN Dari Gerakan Bawah Tanah Menuju ke Permukaan
NII UPDATE APA ITU MIM?
PENGURUS
NCC Harap Film Mata Tertutup Bongkar Bahayanya NII
Bahaya Majalah Al-Zaytun
POLITIK KEMUNAFIQAN
POLITIK MENARA GADING & BAHAYANYA
POLITIK SENSASI DAN EXPLOITASI
Nabi/ Rasul Baru Bernama Syaikh Panji Gumilang
PROFIL
Kewajiban Perekrut
BAHAN BAKU PEREKRUT
Identifikasi Kebiasaan Target Korban
Lingkungan Terdekat Dihindari
Kualitas Calon KOrban
DATA KUNJUNGAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
CALON TILAWAH ( Target Korban )
TAFTIS DAN HIJRAH ( SELEKSI )
AQUBAH ( PENGORBANAN )
Materi Aqidah
AYAT AYAT PENDUKUNG NII ALZAYTUN
MATERI MENTAL MUJAHID
MATERI AKHLAK
Nama kedua (Ismu tsani)
KAMUS NII
MATERI TILAWAH
PROTAP KEAMANAN MARKAS
TARGET TILAWAH BERKUALITAS
MATERI AKAL
STANDART OPERASIAONAL PROSEDUR
KRITERIA CALON KORBAN NII ALZAYTUN
Proklamasi Ditinjau Dari Segi Politik
Maliyah / Keuangan
MATERI DASAR TAZKIAH PASCA HIJRAH
MENDAPAT DATA DARI QUISIONER
STRATEGI PERANG NII ALZAYTUN
MATERI PENGKADERAN NII ALZAYTUN
Penyimpangan Makna Rukun Iman Oleh Ajaran Sesat NII alzaytun
Pelaksanaan Program Munakahat/ Nikah di NII alzaytun
Identifikasi Perilaku Warga/ korban yang Baru Masuk NII
Sangsi Dosa bukan Istighfar, Tapi Bayar Denda Agar Dosa Hilang
Al-Zaytun, Golkar dan NII
Sekilas Asal Muasal Bangsa Indonesia
TAYANGAN STASIUN TELEVISI KITA
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
KEKERASAN / PELANGGARAN HAM
PERUSAKAN ALAM
FANATIK TAPI MUNAFIK
Pembahasan Hasil Analisa Faktor Kegagalan Tilawah ( PEREKRUTAN )
Istilah istilah Madinah & Definisi
Rukun Islam versi NII
Proklamasi & Penjabarannya
Baiat (Ber-Janji Setia)
Mawarid Baitul Mal (MBM)
OPINI OPINI TENTANG NII
Pemahaman Aqobah pra MH
Materi Tarqiyah
PROSEDUR KERJA NII ALZAYTUN
PERMASALAHAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PERTANYAAN DALAM PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
MODUS PEREKRUTAN NII ALZAYTUN
PENGKAWALAN PROGRAM NII ALZAYTUN
CONTOH CARA WARGA NII MEREKRUT KORBAN
SEJARAH BERDIRINYA NII
MATERI PENYAMBUTAN WARGA BARU NII ALZAYTUN
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
FATWA FUU INDONESIA
Kiat Sukses Bertilawah Ala NII
MENAMPAR MUKA MUADHOF
MENGGELANDANG MUADHOF
Syuro NII Wilayah Jakarta
Materi Setelah Hijrah
NII DAN ORDE BARU
PENGERTIAN IBADAH VERSI NII
IDENTIFIKASI DAN REHABILITASI
TERLEPAS DARI NII ALZAYTUN SETELAH MEMBACA NCC
Sholat
Puasa
Zakat
Haji
USAHA NII BERKEDOK PEDULI FAKIR MISKIN DAN YATIM PIATU
Rasul Sesat Panji Gumilang
Syahadat
PERPECAHAN DAN KELALAIAN
PRAKTEK KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
NASIB SANTRI ZAYTUN & KELUARGA NII
PERTEMPURAN GARDA MAHAD VS ASPG
PERGOLAKAN DI DALAM NII ZAYTUN
FASE MAKKAH TAPI TILAWAH PAKAI AYAT-AYAT MADINAH
Cukup Aku Saja yang Pernah Membenci Indonesia
NII Zaytun Wilayah Banyumas 2004 – 2006
SANTRI ZAYTUN JADI TAMENG / PAGAR BETIS KE-2
SAYA TAKUT DIBILANG KAFIR & KASLAN
KEWAJIBAN
Bahan Baku
Kebiasaan
Pacaran
Lingkungan terdekat
Kualitas
Data Kunjungan
Bahaya Majalah Al-Zaytun
CALON TILAWAH ( Target Korban )
NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN
JARINGAN PENDUKUNG PENDANAAN NII KW-9 AL ZAYTUN
Solidaritas Kemanusiaan untuk Keluarga Besar Korban Gerakan Sesat & Makar NII KW-9 Alzaytun
Inilah Panca Program NII alzaytun
INFAQ (Nafaqoh Daulah/N.D) NII alzaytun
Harokah Idikhor ( Tabungan Untuk Negara )
Harokah Ramadhan ( Dana perjuangan )
HAROKAH QURBAN ( Gerakan Berkurban )
HAROKAH QIROD ( Pinjaman Kepada Negara )
AQIQOH ( Pendaftaran akah Negara )
SHODAQOH MIN SHODAQOH ( Dana Pembicaraan Khusu dengan Pimpinan )
SHODAQOH KHOS ( Shodaqoh Yang Dikhususkan )
Tabungan Pendidikan Anak ( TPA )
Tazkiyah Amwal Baitiyah ( Zakat dari harta Kita )
Harokah Maunah Tarbiyah ( subsidi untuk pendidikan )
Pelaksanaan Sumber Pendapatan NII alzaytun
PELACURAN DI PESANTREN ALZAYTUN INDRAMAYU
Bayi Mati mengenaskan Di Pesantren Al-Zaytun
Membongkar Gerakan Sesat NII Dibalik Pesantren Mewah Alzaytun
TRAGEDI KERJA RODI DI NII KW 9 ALZAYTUN
PROSEDUR KEAMANAN GERAKAN NII ALZAYTUN DIMASYARAKAT
Program Penyesatan Dalam Sistem Pendidikan di Pesantren Alzaytun
SKENARIO DUNIA KEBANGKITAN ISLAM VERSI NII KW 9 ALZAYTUN
Sumber Pendanaan Riil Gerakan Sesat NII KW-9 Pesantren Alzyatun
Kesaksian Penginjil dari Pesanten AL-Zaytun
Bayi yang Mati mengenaskan, Hadiah Untuk Aparat Negara Islam Alzaytun
Bayi Merah Saya Dirampas, Dijual Untuk Infak Negara Islam Alzaytun ( 1 )KEKAFIRAN NKRI VERSI AJARAN NII ALZAYTUN DAN KEBANGKITAN ISLAM DI ALZAYTUN ?
PROGRAM GERAKAN ORANG TUA ASUH SANTRI OLEH JAMAAH NII ALZAYTUN
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun di Masyarakat
Gereliya NII Alzaytun Di Kampus Universitas Indonesia
Menipu 20 Juta ke Orang Tua Untuk Infak Pembersihan Dosa
Ciri Korban Cuci Otak NII
71 Ribu Pengikut NII Gaya Baru Telah Dilantik
Ini Ayat Pertama untuk Rekrut Aktivis NII
Waspadai aliran yang mencuci otak seperti kasus Lian
Panji Gumilang mangkir lagi
Santri Alzaytun Kabur Karena Dipukul dan Dicekik Guru
PERGESERAN MODUS DAN PERUBAHAN STRUKTUR NII KW9
PENYIMPANGAN DAN KESESATAN AJARAN NII ALZAYTUN
Ibadah yang Sah Hanya Di NEgara Islam Indonesia Alzaytun ??
SEJARAH BANGKITNYA ISLAM DI INDONESIA VERSI NII ALZAYTUN
Rukun Islam Versi Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia Alazytun
PENDALAMAN TENTANG ILMU AQIDAH ( VERSI NII AL-ZAYTUN )
Bukti-Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun
Paspor Warga NEgara Islam Indonesia Lzaytun
MENARI – NARI MENIKMATI KEKAYAAN & KEMEWAHAN DIATAS PENDERITAAN UMMAT
Pemahaman Tentang Makna Proklamasi dan Rahasia-Rahasianya Versi Negara Islam Indonesia alzaytun
Update Modus Terbaru Perekrutan/ Tilawah Ajaran Sesat Negara Islam Indonesia AlzaytunAL-QURAN MP3
AL-QURAN FLASH
PERMASALAHAN DALAM BERPROGRAM VERSI NII KW-9 ALZAYTUN
Warisan Pancasila Yang Berubah Jadi Berhala NKRI ( Doktrin Mentah NII KW9 Alzaytun )
Waspada Tapi Jangan Fobia
PELAJAR DIMINTA BERANI MENOLAK AJAKAN NII
Pendiri NII Crisis Center: "Penggalangan sumbangan di ATM, 100 persen NII"
Proses rehabilitasi korban NII masih keliru
Eks Pengikut NII: Presiden itu Thogut
SEPAK TERJANG NEGARA ISLAM INDONESIA KW IX MERUSAK CITRA UMAT ISLAM
Penyimpangan Perilaku Sosial Yang Terjadi di Komunitas NII Alzaytun
Tugas Dan Tanggung Jawab Jamaah Gerakan Sesat NII Alzaytun
AJARAN ZINA DI PESANTREN AL ZAYTUN
PENERAPAN SISTEM KERJA RODI DI PESANTREN ALZAYTUNPROSES PERPINDAHAN KEWARGANEGARAAN NKRI KE NII ( MUSYAHADATUL HIJRAH )
Doktrin Baku Penyebab Orang Masuk Ke Ajaran Sesat NII Alzaytun
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
Panji Kena Kasus, Jamaah NII Kena Sasus
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
NII VS NKRI Faktapos.com
Mengupas Sejarah NII ( BUKLET NII VS NKRI )Tantangan Berat NCC Menanggulangi NII
"Mata Tertutup ", Kisah Tentang Korban NII di Filmkan
Panji Gumilang antara NII dan MIM
Lukai perasaan umat Islam, Panji Gumilang minta Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan IsraelRohis Diguncang Al Kahfi atau dikenal Islamic Center ( Alkahfi Antara JIL dan NII )
ANTARA MIM DAN GAFATAR Persaingan Ketat Anak Kandung NII
Awas NII Lebih Bahaya Dari Terorisme
Waspadalah NII Wajah Baru
Telaah Singkat Penanganan Kasus NII KW9
Mengupas Sejarah NII
NII Gaya Baru dan Keterkaitan Dengan Terorisme
Apa Itu NII Gaya Baru
Waspada Modus NII Gaya Baru
NCC Siap Bantu Antisipasi Gerakan NII
Cuci Otak NII Gunakan dalil Al-quran
Uns tidak steril NII
NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas
Ada Kuliah Umum Wajib Untuk Angkatan 2011 Untuk Antisipasi NII
Korban NII Terus Berjatuhan
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Aktivis NII Injak-injak Alquran
Cuci Otak Untuk Hancurkan Mental
Awas, Modus Baru Perekrutan Gerakan NII
Gerakan NII Sudah Menistakan Agama Islam
Pemprov Jawa Timur Akan Keluarkan Pergub Larangan NII
Mereka Lakukan Pembusukan Islam Dari Dalam
Aparat Kepolisi Diminta Segera Bongkar NII Di Indonesia
Kampus Jadi Target Penyusupan NII
Korbannya Tiba-tiba Suka Bohong dan Supersibuk
Jadi Anggota NII "Nyetor" Terus
NII Crisis Center: Mereka Jemaah NII KW 9
NII Crisis Center Terima Ribuan Pengaduan
Waspadai Basis Wilayah NII di Jakarta
Melawan NII Dan Menciptakan Masyrakat Berkesadaran
Inilah 9 Kesesatan NII
NII Mengincar Anak SMA
Inilah Modus 'Cuci Otak' NII
Astaga! Jemaah NII Wajib Setor Rp 14 Miliar
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Ortu Bisa Cari Anak Hilang Korban NII KW9 di Massa Panji
Pemerintah belum Menganggap NII Berbahaya
NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama
Jihad di NII: Cari Uang dan Orang
Waspada! NII Masi Mencari Mangsa
MUI Sudah Buktikan Kesesatan Al Zaitun dan Pusat dari NII
4 Tahap Utama Masuk NII
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Anak Polisi Hilang, Diduga Terjerat NII
Hari Ini, Daftar Panjang Korban NII Dibeber
Panji Gumilang: NII Sudah Selesai
NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas
Seperti Ini Cara NII Mencuci Otak
Cadar Lian Bisa Jadi Pengalihan Agar Tak Dikira Perbuatan NII
Jangan Takut Keluar NII, Ancaman Bunuh Cuma Bohongan
Lebih Seribu Orang Jadi Korban Pencucian Otak NII
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan
Tak Diberi Izin, Massa Kontra Panji Gumilang Batal Gelar Demo Tandingan
Kader NII Rekrut Anggota untuk Kumpulkan Uang
Rehabilitasi Korban NII Kerap Keliru
Seminar NII dio nurul fikri
Ini Dalil yang Dipakai NII Untuk Cuci Otak
Berikut Alasan NII Incar Mahasiswa Iman Herdiana - Okezone
Buruh Perempuan Lebih Rawan Jadi Korban NII
Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah
Penuhi Target, Korban NII Jadi Pelacur
Waspadai Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
10 Guru SMA Negeri di Bogor Diduga NII
Jemaah NII Berhaji ke Indramayu
Al Zaytun Seratus Persen NII
Siapapun Berpotensi Masuk NII
20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII
Waspadalah! Pencuci Otak Juga Berkeliaran di FB dan Twitter
Lampung Basis Strategis NII
NII Krisis Center Terima Ribuan Pengaduan
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
NII, Tragedi Kemanusiaan di Indonesia
Anggota NII KW 9 Banyak Tersebar di Jakarta
NII Merebak, Ortu Larang Siswa Ikut RohisSeks Bebas di Kalangan NII
Tangerang Masuk Empat Besar Anggota NII Jabodetabek
Satu-satunya Polda Yang Berani Tindak NII Adalah Susno Duadji"
Jangan Takut Keluar NII
NII Crisis Center Terima 2.000 Laporan
Waspadai Penggalangan Dana Jaringan NII
Pat Gulipat Al Zaytun
Bentuk Penyelewengan NII dari Tauhid Mereka
Kantong Penyebaran NII Diawasi Polisi
MIM, Modus Baru NII
Telusuri Mahasiswa Terkait NII, Undip Bentuk Tim
Kampus-kampus di Banten Telah Disusupi NII
Awas, NII Bidik Orang-orang Bermasalah Kepribadian
NII Crisis Center: Menag Ke Al Zaytun? Menggelikan
Waspadai Gerakan NII
NII Berubah Jadi Ormas, Tawarkan Kredit Lunak
Mahasiswa Jadi Kekuatan NII di Jakarta Selatan
15 Pelajar Hilang Diduga Terkait NII
NII Crisis Center: Mahasiswi Paling Banyak Hilang Terkait NII
NII Salahgunakan Ajaran Islam untuk Melawan NKRI
Kenali Tanda-tanda Seseorang Telah Terkena Bujuk Rayu NII KW IX
Korban NII: Orangtua Bisa Kafir, Harta Halal
Penggalangan Dana di ATM 100 Persen NII
Benarkah NII KW-9 didalangi
Kesaksian korban rekrutmen NII
Tentang NII KW-9
Upaya PT mencegah NII di kampus
Lian Beruntung Hanya Linglung, Banyak Korban Cuci Otak yang Gila
Ilusi Negara Islam Indonesia
NII Mengincar Anak SMA
Ken Setiawan : Waspada, Ormas MIM adalah NII Gaya Baru
Gerakan NII Sangat Berbahaya Jika DibiarkanSELAYANG PANDANG ORMAS GERAKAN FAJAR NUSANTARA
Pengunjung









![]() | Today | 7109 |
![]() | Yesterday | 22737 |
![]() | This week | 89263 |
![]() | Last week | 66438 |
![]() | This month | 246636 |
![]() | Last month | 834606 |
![]() | All days | 8090939 |
We have: 126 guests online
Your IP: 38.107.179.244
,
Today: Mei 19, 2012
Your IP: 38.107.179.244
,
Today: Mei 19, 2012
Data Kunjungan
| DATA KUNJUNGAN | |
| Secara operasional harian, DK diperjalankan oleh seluruh warga dengan visi mengisi peluang CT untuk hari yang sama (hari ini). Bukan asal yang penting ada DK. Bila DK tidak bisa untuk CT hari ini, usahakan bisa dihadirkan untuk CT di hari yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan DK kepada bahan baku yang lain, demikian terus sehingga tercapai CT untuk hari ini, atau hingga jam operasional berakhir pukul 18.00. | |
| Bahan baku yang akan diajak bertilawah harus telah memiliki kedekatan yang cukup dengan kita. Perhatikan jumlah pertemuan yang telah dilakukan pada saat pematangan bahan baku. Persyaratan wajib bagi bahan baku yang akan diproses menjadi calon tilawah adalah sudah mengetahui dimana tempat tinggalnya (rumahnya dan atau kostnya). | |
| Pada saat DK diupayakan semaksimal mungkin untuk mengajak bahan baku berbicara kepada masalah tilawah (gesek). Baik untuk Calon Tilawah hari ini (bila kesempatannya ada) atau untuk stok pada hari yang lain (bila jadwalnya padat). Karena kemungkinannya masih 50% maka untuk menjamin ketersediaan Calon Tilawah harian selama 1 pekan minimal harus ada 14 DK dalam satu tim. | |
| Pembawa atau pengawal wajib melaporkan hasil kunjungannya maksimum 1 jam setelah pertemuan selesai. Telepon genggam tidak boleh dalam keadaan mati, sehingga bisa menerima panggilan masuk. | |
| Materi gesek selalu mengarah kepada 2 hal: kabar gembira (yang penting dan perlu untuk masa depan menghadapi keadaan yang selalu negatif/ memburuk saat ini) dan peringatan (atas kondisi saat ini). | |
| Prinsipnya terangkan kepada bahan DK bahwa kita (pembawa/ pengawal) diundang oleh teman ke tempat kerjanya untuk bersama-sama mendapatkan suatu informasi yang penting untuk masa depan kita semua. Kenyataan, bahwa orang yang menguasai informasi maka mereka akan memiliki persiapan yang cukup untuk masa depannya. | |
| DK yang bermasalah dengan kondisi pembawa harus didampingi oleh pengawal. Misalnya, DK seseorang yang suka (berlawanan jenis kelamin) dengan pembawanya. Sehingga bila ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada proses tilawah, ada saksi independen yang dapat memberi data pelengkapnya. | |
| Melakukan janji untuk bertemu harus dengan alasan yang membutuhkan waktu cukup lama, misalnya membahas materi kuliah/ujian, mengajak main ke mall/ke rumah teman (menambah teman baru), bukan alasan pertemuan yang hanya membutuhkan waktu sesaat, misalnya pinjam buku. Karena dibutuhkan waktu yang cukup untuk menerangkan undangan ini. | |
| Agar terlihat serius, maka kita memberi tanda kepadanya dengan menepatkan waktu bertemunya, menspesifikan lokasi bertemunya, dan mengkonfirmasi kepastian jadi bertemunya beberapa jam sebelumnya. Jangan pernah terlambat, lebih baik menunggu daripada dipersalahkan keseriusan kita. Perkirakan waktu tempuh minimum dalam satu daerah 1 jam. | |
| Tempat yang spesifik : tempat yang dikenal oleh kedua pihak yang berjanji, tempat yang mudah dilihat/terbuka, ada tanda yang khusus pada tempat itu, misalnya di McDonald's pada sisi pintu masuk, persis disebelah patung Ron yang sedang duduk. Nah, saya duduk di sebelahnya. | |
| Waktu yang pasti : jam berapa tepat/lewat berapa. Konfirmasi ke dia sebelum kita berangkat, apakah dia pun sudah akan berangkat. Setelah sampai, konfirmasi lagi sampai dimana dia berada. | |
| Waktu tempuh dari dalam satu daerah dengan kendaraan umum minimum diperlukan 1 jam perjalanan. Misalnya dari Cawang ke Kali Malang. Sedangkan waktu tempuh antar daerah dengan kendaraan umum minimum diperlukan waktu 2 jam. Misalnya dari Pasar Minggu ke Kali Malang. | |
| Kondisikan situasi pertemuannya sehingga pada saat bertemu dia tidak dalam keadaan tergesa-gesa dan tidak bersama teman-temannya. Dengan tidak dalam keadaan tergesa-gesa itu, maka bila saja dia datang bersama teman-temannya, maka luangkan waktu untuk terus bersamanya sampai teman-temannya berpisah. Namun, bila ternyata ada kejadian mendadak sehinga dia terpaksa harus pergi, maka buat janji untuk bertemu kembali sebelum berpisah. | |
| Bila pertemuannya adalah di rumah bahan baku tersebut, tanyakan dulu situasi rumahnya sebelum berkunjung: apakah orangtuanya ada di rumah, apakah sedang ada acara di rumahnya, dan hal-hal lain yang akan menyulitkan kita berbicara secara pribadi dengannya. | |
| Bila membawa sendiri maka prinsipnya pembawa calon tilawah kebetulan diundang oleh temannya (muqri) untuk bersama-sama hadir bersama seorang temannya (bahan baku) ke kantor/tempat usaha muqori (maksimal 1 orang karena alasan keterbatasan tempat/ruang kantor yang dipakai muqori). Muqori ingin menyampaikan suatu hal khusus yang (penting dan menarik) berhubungan dengan pembicaraan pembawa dengan bahan baku. | |
| Bila membawa bersama pengawal maka prinsipnya pengawal kebetulan sedang mencari seorang teman lagi selain dari teman yang sedang bersamanya tersebut (yang dikawal/pembawa bahan baku) untuk bersama-sama memenuhi undangan oleh seorang teman (muqri) ke kantor/tempat usaha muqri (maksimal 3 orang karena alasan keterbatasan tempat/ruang kantor yang dipakai muqri). Muqri ingin menyampaikan suatu hal khusus yang (penting dan menarik) berhubungan dengan pembicaraan pembawa dengan bahan baku. | |
| Selalu harus diinformasikan kepada calon tilawah, bahwa menurut pemberi berita (muqri), ia akan merujuk kepada Al-Qur'an. Jadi dari awal ia tahu bahwa undangan ini akan membahas apa yang ada di dalam Al-Qur'an. Jangan melakukan penipuan dan fit accompli (terpaksa tidak bisa tidak jadi harus), misalnya alasannya minta diantar ke teman pinjam buku, tapi sampai di tempatnya ternyata diajak membahas Al-Qur'an (padahal waktunya belum tentu ada). Jadi terpaksa tidak bisa tidak jadi harus ikut daripada terlihat kurang menghargai orang lain (menimbulkan perasaan kurang nyaman/ikhlas). | |
| Yang termasuk benar-benar virus adalah orang yang pernah masuk ke ruang tilawah (tahap materi apapun) dan menolak. Dengan pengalamannya itu ia dengan mudah menanggapi ajakan kita. Cek virusnya dengan mengatakan bahwa pembahasannya ada/melalui Al-Qur'an. Calon tilawah akan mengingat kembali pengalaman hidupnya yang mungkin sesuai. Bila ia bercerita lengkap namun bersikap negatif tentang pengalamannya/pengalaman temannya yang hampir bersesuaian dengan prosedur standard maka bersikaplah sedikit kurang setuju karena menurut pendapat umum berprasangka itu belum tentu benar. Namun tetap hargai pendapatnya, sehingga kita tidak dicurigai. | |
| Cek wawasannya tentang Islam yang ekstrim (termasuk musuh negara) seperti FPI. Tanyakan dengan spontan dan dengan mimik kurang awas ketika ia sedang tidak menghadap ke jalan raya yang ramai, | |
| (+) "Ah, orang itu iseng sekali, naik motor tidak waspada, hampir menabrak angkot" | |
| (-) "Yang mana?" | |
| (+) "Sudah didepan. Bajunya ada tulisannya FPI, apa sih FPI?" (tinggal tunggu jawabanya). | |
| Keberhasilan mengajak tergantung dari: | |
| = | Keyakinan pembawa/pengawal akan kemampuan dirinya. Perluas wawasan tentang lingkungan yang berhubungan dengan materi gesek. |
| = | Kedekatan personal pembawa kepada bahan baku, yaitu melalui proses pematangan bahan baku (lih. Bahan Baku). |
| = | Momen yang tepat. Bahan baku tidak dalam keadaan sangat sibuk, tidak sedang merasakan sakit, atau tidak sedang/akan menghadapi ujian, tidak kemalaman, tidak sedang letih. |
| = | Edifikasi yang benar. Edifikasi artinya meninggikan citra/gambaran mengenai seseorang (yang mengundang). Ceritakan kehebatan pribadi muqrinya. Orang lebih senang/ingin memiliki teman-teman yang hebat, atau orang yang hebat lebih menarik perhatian. Semakin baik citra tentang teman yang mengundang itu (muqri) ditangkap oleh calon tilawah, semakin mudah kita mengundangnya. |
| = | Tingkat antusiasme pembawa/pengawal dalam bercerita, juga tingkat dukungan pembawa bahan baku kepada ajakan pengawalnya. Tunjukan keinginan untuk lebih lanjut menuntaskan potongan berita/kabar yang "pernah dikatakan oleh temannya itu (muqri)". |
| = | Bicara yang positif tentang hal ini, untuk menghindari malas dan persangkaan. Misalnya, mengenai tempat katakan "tempatnya dekat (bukan jauh)", mengenai bila ia menduga-duga tentang yang negatif (misal penipuan) katakan "belum tentu apa yang disampaikan seperti itu, coba kita dengar sendiri sumber yang ini". Katakan bahwa peluang yang baik tidak pernah datang dua kali. |
| Bahan baku yang belum berhasil digesek untuk hari yang sama (hari ini) tetap dijadikan stok untuk kesempatan lain yang lebih tepat, dengan menanyakan kapan waktu yang luang dalam jangka pendek ini. Katakan bahwa teman yang mengundang ini punya kesempatan yang pendek karena kesibukannya. | |
| Pembawa yang belum berhasil menggesek seorang bahan baku, segera mengalihkan fokusnya untuk mengunjungi bahan baku yang lain dalam rangka mengakrabkan silaturahim, mengamati serta melengkapi data mengenai kebiasaan bahan baku itu, sekaligus meraih peluang momen yang tepat untuk mengajak bahan baku yang lain itu. Lakukan hal ini berkali-kali kepada berbagai stok bahan baku sampai waktu operasional berakhir. | |
| Bila tidak ada bahan baku lain yang memiliki waktu untuk dikunjungi, lakukan penambahan bahan baku di tempat-tempat yang baik seperti diterangkan di bab Bahan Baku. | |
| Bahan baku yang berstatus sudah berkeluarga tidak diundang untuk bertemu di malja, tetapi di tempat lain di luar malja (rumahnya, tempat umum yang tenang) sampai pada tahap akhir tilawah. Bila sudah ikhlas, maka muqri mengatakan bahwa ia (mereka) akan diantar bertemu dengan wakil pemerintah Islam, dengan syarat tidak boleh membuka mata sebelum diizinkan berhijrah. | |
| Pembawa/pengawal yang telah berhasil menggesek, diminta untuk mengisi buku strategi gesek untuk kepentingan keilmuan warga yang belum bisa/baru berhijrah. | |
| TILAWAH | |
| Calon tilawah adalah tamu yang diundang, maka muqri wajib melayani dan menerima dengan sebaik-baiknya. Penampilan awal (imej pertama) kepada calon tilawah akan menentukan sikap calon tilawah apakah dia akan menghormati dan mendengarkan kita atau menganggap sepele/ mengecilkan kita sebagai muqorinya. Pakailah pakaian yang rapi dan wajar dipakai ditempat itu (bila strateginya kantor, pakailah kemeja), tersenyum, bila perlu kenakan sedikit parfum. Jangan memakai kaos T-shirt walaupun hari Ahad, pakailah kemeja pendek atau kaos berkerah. Jangan lupa tawarkan minum setelah berkenalan dengan pengundangnya (muqori). Siapkan makan, buka puasa bila saatnya bertepatan. | |
| Sebelum pembawa calon tilawah/ tilawah lanjut dan peserta calon tilawah/ peserta tilawah lanjut datang ke malja, pembawa/ pengawal wajib menelpon ke malja untuk mengatur: | |
| = | "teknis" materi gesek (untuk calon tilawah) |
| = | nama pembawa, nama pengawal, nama muqori serta hubungan antara muqori dengan pembawa calon tilawah (untuk calon tilawah dan tilawah lanjut bila muqori terpaksa harus diganti). |
| = | waktu tiba di malja agar dipersiapkan ruang tamu dan ruang tilawahnya agar tidak berbenturan dengan "tamu" (tilawah) lain. Termasuk mempersiapkan calon muqorinya. |
| Bila tidak sempat melapor secara sempurna, ketika sudah sampai di malja pembawa atau pengawal wajib berstrategi menumpang ke kamar kecil, dan bicaralah dengan muqorinya di sana (malja) umpamanya dalam kamar kecil. | |
| Muqri jangan pernah terlihat kaget atas kedatangan dan menanyakan maksud kedatangan mereka, yang akibatnya dapat mementahkan semua cerita pembawa/pengawal. Jadi jangan mengatakan: | |
| (-) "Ada apa kalian datang kemari?" | |
| Sebaliknya muqori sudah tahu bahwa: | |
| = | Mereka akan datang, karena pembawa/pengawal sudah menelpon sebelumnya (ketika "membicarakan teknis") |
| = | Mereka datang karena undangan muqori. |
| Jadi sebaliknya tanyakan: | |
| = | "Apa saja yang sudah ia (pembawa/pengawal) ceritakan (tentang saya)?" |
| = | "Apa yang membuat kamu tertarik?" |
| Tidak dibenarkan membuat janji bertemu dengan peserta tilawah di depan gang/ jalan menuju malja. Jarak tempat pertemuan minimum dari malja adalah satu kilometer. | |
| Pembawa dan pengawal atau salah satu dari keduanya (bila materi tilawah telah mencapai materi ibadah), harus tetap mengawal kedatangan peserta tilawah ke malja. Tidak diperbolehkan bagi peserta tilawah untuk datang sendiri ke malja. | |
| Materi yang disampaikan muqori harus sesuai dengan standard yang ditetapkan desa. Improvisasi dibenarkan hanya dengan syarat untuk memperjelas materi dasar dan tidak keluar alur (kemana-mana). Muqri harus menguasai materi utama dengan beberapa ayat penjelas, dapat menjabarkan dengan contoh-contoh konkrit dalam kehidupan, menekankan (fokus) perhatian peserta pada inti tiap tahap materi, mengatur suara (intonasi) dan perhatian mata (ke seluruh peserta). | |
| Perhatikan waktu, jangan lebih dari 2 jam, karena konsentrasi pendengar sudah tidak lagi sempurna. Juga jangan lupa memberi jeda waktu sholat dan sholat jum'at. Bila peserta tilawah laki-laki, maka muqori wajib menemani ke mesjid. Sediakan makanan (siang) bila materinya terpotong jam makan siang. | |
| Bila ada itikad dari calon tilawah untuk mencatat materi yang disampaikan, katakan dengan baik bahwa lebih baik tidak mencatat dulu, karena akan mengurangi konsentrasi kita (muqori) dalam menjelaskan (tidak terbiasa menjelaskan sambil ada yang mencatat karena sifat kita menjelaskan harus memperhatikan respon orang yang dijelaskan), sehingga kemungkinan besar mengganggu yang lain juga. Kemudian katakan bahwa nanti setelah seluruh materi selesai, seluruh peserta akan diberikan catatan tersendiri tentang semua ini. | |
| Kuncilah setiap akhir pertemuan dengan didasari kepahaman yang benar. Kunci bertahap dari yang lembut sampai pada akhirnya yang keras konsekuensinya. | |
| Muqori wajib menghapus tulisan di white board, mengembalikan al Qur'an pada tempatnya, dan membereskan meja setelah peserta tilawah meninggalkan ruang tilawah. | |
| Beri pilihan kepada peserta tilawah. Jangan paksa/ancam bila tidak mau (dengan ayat-ayat atau kata-kata yang menakutkan). Tugas kita hanya memahamkan dan menyabarkan (usaha). Beri waktu bagi dirinya untuk berusaha memahami dan menjalankan yang dipahami itu, misalnya masalah pacar, mencari dana, dsb. | |
| Uji kepahaman peserta tilawah pada akhir tiap materi dan awal materi baru. Jangan pernah melanjutkan bila belum paham dan ikhlas dalam menerima materi sebelumnya. Bila pada suatu titik perjalanan tilawah ia menolak untuk melanjutkan, sedangkan muqri telah menjelaskan segala sesuatunya untuk tahap materi itu, maka hormati keputusannya, berarti ia telah siap dengan segala resiko yang akan terjadi pada dirinya. Hargai prinsipnya, dengan demikian kitapun akan dihargainya karena kita dinilai orang yang toleran. Jaga jangan sampai ada permusuhan pribadi di luar dengan mengantarkannya ke pintu keluar secara santai dan tetap tersenyum bahagia. Berjiwa besarlah, karena Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui. | |
| Kerjasama antara pembawa/pengawal dan muqri juga sangat mempengaruhi keberhasilan tilawah, maka pembawa/pengawal wajib melakukan responsi pada setiap akhir materi. Tingkat keberhasilan ini sebanding dengan tingkat perhatian/careness muqri terhadap setiap tahap pembinaan yang diukur melalui rasa kedekatan (closure), keterbukaan, persahabatan dan pengharapan peserta tilawah kepada muqrinya. | |
| Maka pembawa/pengawal wajib meresponsi: | |
| Contoh percakapan (bahasa baku): | |
| (+) "Bagaimana tadi itu menurut kamu, mengerti?" | |
| Bila ia paham, | |
| (-) "Ah, begitu saja tidak mengerti. Begini, …." (Maka ia cenderung sombong dan tidak terlalu menghargai muqri lagi). | |
| Katakan, | |
| (+) "Begitukah? Wah, hebat kita baru sadar ada hal-hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya, besok mudah-mudahan kita menyadari lebih banyak lagi. Memang banyak hikmahnya berteman dan berbagi pengetahuan." (Agar ia merasakan manfaat pertemuan dengan muqri dalam meningkatkan dirinya, sehingga ada keinginan untuk terus menuntut ilmunya). | |
| Bila ia tidak paham, | |
| (-) "Bagaimana ya? Saya kurang paham mengenai yang …" | |
| (+) "Oh iya, baru terpikir saya tentang hal ini. Kritis juga kamu. Bagaimana ya, baiknya besok kita tanya ke sana" (Jangan coba jelaskan sendiri, supaya tidak ada penolong dia kecuali muqri). | |
| Pada saat penentuan shodaqoh hijrah, berikan ketenangan kepada peserta tilawah, dengan meninggikan nilai shodaqoh kita dibanding dengannya, dan menuliskan segala angka dalam singkatan (misalnya Rp. 2.000.000,- ditulis 2 jt.) supaya terlihat sedikit. | |
| Bila ia menolak, maka pembawa/pengawal bertindak dengan sedikit hampir tidak percaya kepada keputusan peserta tilawah itu, tapi tetap menghargai pendapatnya. Sikap kita terhadap hal ini harus terlihat netral (jangan kelihatan terlalu membela pihak manapun). | |
| Contoh percakapan (bahasa baku): | |
| (+) "Ya sudah, jadi keputusannya tidak lanjut ke sana lagi? Oh,begitu ..." (Pernyataan terputus, yang berarti bisa ok, bisa tidak untuk kita sendiri). | |
| Keuntungan dari sikap netral ini (tidak benar-benar memihak kepada peserta tilawah) adalah apabila kita akan terus mengeksporasi teman-teman dari lingkungan yang sama dengan peserta yang menolak tadi. Sikap dari awal yang harus ditekankan adalah bahwa kita sangat antusias ingin tahu apa yang sesungguhnya dikatakan oleh muqri itu. Jadi wajar apabila kita cari teman lain yang keinginannya sama: menuntaskan materi supaya jelas terbukti mana yang benar (pendapat kita atau muqri) dengan cara memenuhi undangan muqri tadi. Jelas, bahwa bila salah satu teman yang diajak berhasil hijrah, maka ia tidak akan mengatakan status kita kepada yang lain. | |
| Sebaliknya bila kita setuju dengan peserta yang menolak itu untuk tidak kembali lagi ke sana (malja), maka bila kita ketahuan sedang kesana lagi (sendiri atau bersama orang lain), berarti kita membohonginya. Ini berat resikonya. | |
| Dari hasil responsi juga seringkali ditemukan fakta bahwa peserta tilawah membocorkan pembicaraan ini kepada orang lain karena berbagai sebab (takut, bingung, curiga, putus asa). Setiap peserta yang melakukan hal ini, dengan alasan apapun proses tilawah wajib dihentikan (cut). Pembawa jangan terlihat kaget, dengarkan saja apa yang dilakukannya, kemudian laporkan ke muqri secara diam-diam. Beri alasan untuk tidak ke sana lagi dulu, karena ada sesuatu yang penting di luar sampai beberapa hari. Setelah waktu itu habis, kasih kabar bahwa di sana (muqori) tidak ada di tempat sampai beberapa bulan lagi karena ada tugas luar (sebab untuk beberapa hari ditunggu mereka tidak muncul lagi). | |
| Besarkan hati pembawa agar tidak kecewa terhadap apapun yang terjadi, seperti menolak hijrah atau mencurigai pembawa sebagai orang yang telah bersekongkol, karena telah dinyatakanNya bahwa lebih banyak orang yang tidak beriman (12:103 "Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya"). Kewajiban kita hanya menyampaikan dengan sebaik-baiknya (79:45). Berbagai hal seperti muqori yang belum terlalu menguasai materi, bahan baku yang kurang berkualitas, pengawalan di luar yang kurang teliti, bisa menjadi faktor penyebabnya namun lebih dari itu sesungguhnya Allah tidak memilih/menghendakinya (28:68). | |
| Bila menolak sebelum memberi dana taftis, di luar (ruang/rumah tilawah) pengawal menanyakan apa yang selanjutnya ia akan kerjakan, dan terus dipantau hingga 4 bulan. | |
| Bila menolak setelah memberi dana taftis prosedurnya sama dengan yang belum memberi dana taftis. Bila ia menghendaki dananya kembali, beritahukan bahwa kita tidak ada kewenangan untuk mengambil kembali dananya karena ada yang memimpin di atasnya sedangkan yang memimpin pun punya pimpinan dimana aturan hujurat (batas-batas hak dan kewajiban) berlaku bagi hubungan antar-tingkat kepemimpinan, dan kita tidak dapat mencairkan dana yang telah diikhlaskan untuk membeli materi/ barang sarana pembangunan. | |
| Muqori hanya boleh digantikan bila berhalangan karena sakit, ujian sekolah, sedang melayat ke kerabat dekat yang meninggal, atau mengantarkan/ menjaga orang tua yang sakit keras. Maksimum jumlah pengganti adalah 1 orang. Pengganti wajib mengulas ulang (review) apa saja yang telah dipahami oleh tilawah. | |
| Contoh percakapan (bahasa baku): | |
| (+) "Maaf, kalian yang namanya X, Y, dan Z? Sudah janjian sama A, ya?" | |
| (-) "Ya" | |
| (+) "Ini baru saja A telepon saya, kalau dia sedang menolong temannya yang kecelakaan, dan berpesan bila ada temannya, katanya saya diminta tolong untuk sementara melanjutkan materi pembicaraan yang dulu saya juga pernah disampaikan bersama A. Karena saya dahulu ketika A disampaikan materi ini saya pun bersama A, seperti kalian datang bertiga kemari. Bagaimana? | |
| TAFTIS DAN HIJRAH | |
| Minimum jumlah pembinaan sebelum taftis adalah 3 kali pertemuan. | |
| Setelah selesai materi syarat harta, peserta tilawah wajib mengikuti proses pra-taftis sebelum pulang. Pra-taftis dilakukan oleh minimum kepala qobilah atau Mas'ul desa. Pada saat pra-taftis peserta tilawah mengisi Biodata. | |
| Pada saat pra-taftis, muhadir memantapkan kepahaman peserta calon hijrah tentang: | |
| = | Tujuan Anda memahami secara langsung (melalui beberapa kali pertemuan) apa yang ditulis di dalam AQ. |
| = | Tujuan kehidupannya sebagai orang yang beribadah kepada Allah saja, bertentangan dengan apa yang telah ia alami selama ini yaitu kondisi yang tidak bisa ibadah (karena ditindas oleh aturan Thaghut yang memaksa penduduk suatu negeri tidak ibadah kepada syari'at Islam), walaupun tidak disadari, tidak disengaja, atau tidak tahu, itulah kondisi kebodohan (jahily). |
| = | Bahwa selama ini dia belum ibadah. Siap dipanggil (meninggal) Allah SWT kapan saja? |
| = | Lalu bagaimana supaya bisa secara tidak sadar, tidak sengaja, tidak tahu mengikuti aturan Allah saja / ibadah kepada aturan Allah saja? |
| = | Bagaimana kalau sudah ada keterangan cara supaya bisa ibadah tapi tetap memutuskan dengan kehendak sendiri? Konsekuensinya, menurut Allah kita termasuk orang kafir (5:44). |
| = | Jadi untuk apa hijrah? Untuk hanya menjalani hukum/aturan Allah/Islam saja (ibadah) |
| = | Dengan menjadi umat Islam berarti kita mengamalkan AQ, sehingga kita mendapat predikat anak yang beramal sholeh (anak sholeh). Itu suatu hal yang sangat diinginkan orang tua kita, maka bantulah diri kita (usaha keras) untuk berhijrah, agar kebaikan/do'a sampai kepada kedua orang tua kita (3:195). |
| = | Ikhlas meninggalkan RI? Juga apa-apa yang selama ini dijalankan dan tidak sesuai dengan AQ (merokok, gosip, pacaran, membanggakan status militer sebagai pembela hukum Thaghut). |
| = | Ikhlas mau ikut membangun negara Islam walaupun masih kuliah, sehingga harus berkegiatan kuliah sambil bekerja (mencari rezki Allah) untuk ikut membangun/ibadah? Bila kamu ikhlas, kami yang sudah lebih dahulu berhijrah pasti ikut menolong itikad baik kamu (8:74). |
| = | Rencanakan untuk segera mencicil dana atau melunasi dana taftis sambil menunggu jadwal taftis Bapak B. Apabila taftis Bapak A sudah ada jadwalnya, meskipun dana belum seluruhnya lunas, tetap diteruskan cicilannya sehingga bisa ikut taftis Bapak B. |
| Tidak diizinkan proses taftis oleh Distrik (B) bila pembawa/pengawal belum mengetahui lokasi tempat tinggal peserta calon taftis. | |
| Peserta Taftis A sebaiknya telah disertakan dana taftisnya . Proses taftis A dilakukan oleh mas'ul dan hasil taftis A sebelum dijadwal mengikuti taftis B secara rutin dibina oleh qobilahnya sambil menyelesaikan sisa biaya taftis bila belum selesai. | |
| Pembawa/Pengawal wajib mengawal pencarian dana taftis dan hijrah peserta tilawah. Berikan ide-ide, kesabaran, semangat dan keberanian untuk berbuat yang benar (haq). Jangan takut/lemah atas kondisi finansial/ekonomi calon peserta, sebaliknya terus ingatkan tujuan ibadahnya. Sesungguhnya pikiran yang negatif (prasangka) kita akan berakibat kegagalan baginya untuk berhasil, demikian juga sebaliknya pikiran positif akan berakibat keberhasilannya. | |
| Selalu ingatkan kepada peserta taftis untuk tidak mengatakan adanya keluarga militer, baik yang masih aktif menjabat, pendidikan/akademi militer, maupun pensiunan, atau bahkan yang sudah meninggal dunia. Baik keluarga dekat (dalam) atau jauh (luar). | |
| Selalu ingatkan kepada peserta taftis/hijrah untuk tidak bertukar alamat dengan peserta yang lain, karena akan merugikan diri sendiri (tidak semua peserta hijrah bertujuan untuk ibadah, sehingga apabila ternyata dikemudian hari ia berkhianat/murtad, data diri tidak terekam olehnya) | |
| Terangkan tentang dana dan data hijrah yang disertakan dalam amplop tertutup. Beritahukan jumlah dana yang ada dalam amplop beserta besar cicilan shodaqoh (dari total isi amplopnya). Dari seluruh dana yang ia cicil, sebagian sudah dibawa oleh pimpinan sebagai tanda pengambilan jatah kursi peserta hijrah, sisanya (amplop yang dibawa peserta) akan diserahkan peserta sendiri kepada panitia sebagai bukti kehadiran dari kursi yang sudah diambil. | |
| Pahamkan agar tidak kaget/bingung bila di tempat hijrah akan terangkan tentang kebenaran sesungguhnya yang diungkap berdasar bukti, logika, dan ayat Allah. Tidak diperkenankan mencatat di sana, kecuali mengingat nama saksi hijrah dan tarikh hijrahnya. | |
| Pahamkan tentang kesabaran sebagai bukti keimanan kepada qadha dan qadar apabila pada saat pelaksanaan hijrah peserta terpaksa dipulangkan karena kejadian insidentil (over-quota), misalnya kedatangan peserta dari luar negeri yang terlampau banyak. | |
| Pengantar taftis/hijrah wajib membawa HP yang handal (tidak low-bat, tidak drop, sinyal kuat). | |
| Pengantar taftis/hijrah wajib mengingat tentang data taftis/hijrah, jangan sampai tertinggal/hilang. Data taftis simpan di kantong yang terkunci. Data hijrah disimpan pesertanya di kantong terkunci. | |
| Setiap peserta hijrah yang telah pulang kembali, wajib melaporkan dirinya ke pembinanya dan membuang catatan apapun yang dibawa dari tempat hijrah. | |
| TAZKIAH | |
| Pembinaan diarahkan kepada peningkatan secara terarah dan bertahap kualitas mental dan kemampuan jihad umat. Materi masing-masing umat disesuaikan dengan program Peningkatan Sumber Daya Umat dari tiap Qobilah. | |
| Wajib memberikan tazkiah adalah qobilah, Advisor, Qoim, dan Mas'ul. Jadwal pertemuan diatur oleh Advisor dengan persetujuan Mas'ul desa. | |
| Tidak diizinkan membawa catatan tazkiah keluar malja. | |
| Tazkiah rijal diadakan setiap hari dengan muhadir bergantian antara Qobilah dan Mas'ul desa. | |
| Jama'ah baru rijal maupun nisa wajib menuntaskan seluruh materi dasar (1-10) dengan mengikuti kelas pembinaan tingkat desa (berjamaah). | |
| Pemberi tazkiah wajib menanyakan keamanan diri dan lingkungan peserta, dan wajib memberi penambahan materi keilmuan tidak hanya menjadi/melayani/penenang curahan hati (curhat). | |
| Tazkiah dari pimpinan diatas desa wajib diikuti kecuali bila sakit, ujian/quiz sekolah/kursus, atau jumlah absen tidak masuk telah tercapai batasnya. | |
| AQUBAH | |
| Pembinaan aqubah ada dalam tanggung jawab dan koordinasi Qobilah 1. | |
| Aqubah dibina kesiapannya agar segera sanggup berhijrah berhukum Islam, mendukung perjuangan negara Islam, dan menjadi umat Islam yang kuat. Materi pembinaan meliputi: | |
| - | tujuan hijrah, tata cara ibadah, dan aqidah |
| - | ismu tsani, kahfi dan hujurat |
| - | wis-was dan sas-sus |
| - | sejarah negara Islam dan negara Republik Indonesia |
| - | jihad diri |
| - | sikap rasul |
| Aqubah yang sedang dipersiapkan hijrah tidak diperkenankan mengikuti proses hijrah kecuali sudah benar-benar menyelesaikan berbagai permasalahannya dengan tuntas dan dengan cara yang benar/baik/tidak nekat, dan dengan keikhlasan. Pelbagai hal yang dicek ulang adalah | |
| - | dana hijrah lunas tidak dengan cara menggadaikan barang atau hasil tindak kriminal |
| - | strategi izin menginap dan waktu hijrah terutama tidak sedang menghadapi ujian |
| - | status berpacarannya sudah harus putus dengan mengingat Allah Maha Mengetahui |
| - | kebiasaan merokoknya sudah benar-benar ditinggalkan dengan mengingat Allah Maha Mengetahui |
| hijrah pada hakekatnya adalah atas izin Allah, maka poin c.3 dan c.4 yang tidak dapat benar-benar dikontrol oleh pemerintah Islam karena kasat mata, dapat menghambat proses hijrahnya atas izin Allah dan mengganggu perjalanan ibadahnya setelah hijrah bila tidak dituntaskan. | |
| Dalam masa persiapan tersebut, seringkali aqubah mengeluhkan berbagai masalah seperti keuangan dan izin menginap, namun hatinya masih menginginkan untuk berhijrah. Perhatikan bila perkembangan persiapan hijrahnya telah mencapai dua pekan namun belum tuntas juga, sedangkan ia selalu dapat hadir rutin untuk mengikuti pembinaan (tazkiah), biasanya yang terjadi adalah hampir keputus-asaan dan kebosanan, karena bila ke malja biasanya hanya ditanyakan kesiapan dananya selain tazkiah masalah dasar. Sebelum terlambat, tanyakan kembali keinginannya untuk tetap berhijrah. Bila keinginannya berkurang, berikan motivasi bahwa setelah kesulitan itu sesungguhnya ada kemudahan, dan ingatkan tujuan hijrahnya. Bila keinginannya tetap ada atau sudah timbul kembali, berikan jalan agar ia dapat lebih ditolong Allah yaitu dengan cara menolong negara Allah. Bahwa bila ia menolong negara Allah, maka Allah akan menolongnya (47:7). | |
| Fahamkan kepadanya bahwa Negara Islam pada saat ini sedang berhajat untuk bangkit kembali, yaitu dengan cara memperbanyak umatnya. Dengan jumlah umat yang banyak maka dana pembangunan pun akan bertambah besar pula (hasil akumulasi dari jumlah penduduk dikalikan jumlah infaq masing-masing umat). Oleh karena itu seluruh aqubah diharapkan mulai belajar membantu perjuangan negara yang akan ditempatinya (9:120) sampai seluruh persyaratan hijrah pada butir c diatas terpenuhi, yaitu berjihad dengan harta dan dirinya bukan hanya mengikuti tazkiah saja, dengan: | |
| a. | Jihad secara harta: mencicil jumlah dana hijrah, bisa dengan cara menjalankan iqtishodiah desa. |
| b. | Jihad secara diri: membantu (negara) Allah dengan ikut menghijrahkan teman/ orang lain. |
| Hal tersebut dimaksudkan agar: | |
| - | membiasakan calon warga agar tidak kaget setelah berhijrah karena menjadi warga negara nanti pasti akan sibuk sekali berkegiatan di Madinah sambil berkegiatan di Makkah. |
| - | memberi calon warga ketenangan karena dapat bergaul dan diterima dengan lingkungan dan beberapa teman-teman yang baru, dengan cara sering hadir karena tazkiah, mencicil dana hijrah dan beriqtishodiah, dan menghadirkan tilawah. |
| - | memberi kesadaran/ keyakinan kepada aqubah bahwa ia sanggup beribadah di negara Islam. |
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Mei 2012 10:14)











