HUBUNGAN DAN KRONOLOGI SEBAGAI BUKTI ASPEK INTEGRAL SEJARAH PARA TOKOH STRUKTUR NII TH 1976-2002
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
Keterkaitan secara kronologi kesejarahan antara gerakan NII bentukan militer intelejen sejak dasawarsa 70 di bawah DAUD BEUREUEH th 1976 maupun di bawah ADAH DJAELANI tahun 1978 hingga 1993, dengan gerakan NII yang terpecah belah menjadi NII faksi KW IX Abu Toto, yang berlanjut dengan pengesahan kepemimpinan Abu Toto sebagai Imam – Presiden atau Komandan tertinggi NII oleh ADAH DJAELANI, Ules Suja’i, Ahmad Husen alias Mbah Nurcahyo dan Idris Darmin Prawira Negara alias si Datuk Maharajalela beserta hulu balang Abu Toto pada tanggal 19 Oktober tahun 1996 di Bandung.
Alih generasi dan pelimpahan kekuasaan NII yang diketahui banyak saksi merupakan bukti sejarah yang akhirnya berlanjut hingga apa yang berjalan dan berlangsung sekarang ini baik pada tataran yang terjadi dimasyarakat akar rumput, kemudian membuat sarang di ma’had Al Zaytun, Indramayu Jawa Barat tahun 1996 hingga 2004 sekarang. Simak keterangan Ules Suja’i saat diwawancara berkenaan dengan keberadaan Abu Toto dan Ma’had Al-Zaytun yang dipimpinnya dalam buku Abduh -2001:
“Saya dan pak Adah memang sebagai Dewan Imamah NII waktu tahun 1979 tapi sekarang sudah non-aktif, lalu kata pak Adah kita ini sudah tidak steril sedangkan gerakan harus terus maju, ya sudah kalau begitu kita serahkan kepada generasi baru yang memang kelihatannya lebih punya kemampuan yang lebih hebat dari pada kita. Kita merasakan, yang kedua memang masalah kelemahan, coba pak Adah sendiri bilang, kita sejak 1962 melakukan dakwah hasilnya malah pecah-pecah, itu menunjukkan kita tidak mampu, kan? Jadi perjuangan harus ada regenerasi. Lalu sekarang robah strateginya dari strategi revolusi kepada strategi seperti semboyan yang ada di Zaytun yaitu “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Budaya Perdamaian” robah yang seperti itu bisa saja”
Apakah sebuah kenyataan yang didukung bukti dan data konkret tentang kejelasan hubungan erat dan menjadi poros integral antara Ma’had Al Zaytun dan gerakan NII yang berhasil dilacak terbukti keberadaan gerakannya diatasnamakan gerakan NII masih layak diperdebatkan ?! Para tokoh NII sendiri secara terang-terangan mejeng di Ma’had Al Zaytun dan juga di “Majalah Al Zaytun”. Mereka juga terang-terangan memajang dan memaparkan secara jelas berbagai ajaran (doktrin) yang berlaku dan diterapkan dalam gerakan lintas teritorialnya (Under Ground Movement).
Untuk lebih mengkonkretkan kejelasan hubungan tersebut adalah dengan mengetengahkan data bukti adanya benang merah – hubungan keterlibatan – pasti antara poros dan nama para tokoh NII yang terdahulu dengan para tokoh NII yang kemudian maupun mereka yang kini aktif dan berada di ma’had Al Zaytun, sehingga data tersebut bisa mengantar kepada persepsi serta nalar yang sehat dan benar tentang apa itu Ma’had Al Zaytun dan gerakan NII yang bagaikan gambaran dua sisi mata uang dari sebuah gerakan NII yang paling sesat dan paling jahat di Indonesia
Sumber konspirasi BIN MEGA dan ZAYTUN