IMING – IMING LANJUTAN STUDY
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
Begitu banyak trik yang diperagakan AS Panji Gumilang untuk mengikat warga Al-Zaytun [ khususnya ustazd dan muadhof ] agar tidak kabur dari Al-Zaytun, secara diam – diam dalam hati memang AS Panji Gumilang mengakui adanya hal itu. Terlebih jika tidak disiasati dengan begitu maka akan segera kehilangan personel – personel tersebut, apakah mereka keluar diam – diam atau melarikan diri. Lantas siapa yang akan mengajar para santri – santri yang jumlahya ribuan itu. Program untuk ustazd yang menjadi pengajar di Al-Zaytun diwajibkan supaya melanjutkan study S2 nya di Universitas Pendidikan Indonesia [ dahulu IKIP Bandung ], dengan perhitungan dipotong gajinya tiap bulan sekian – sekian. Seperti sudah mahfum bahwa aktivitas para ustazd tersebut sangat padat dan sibuk, sehingga tidak aneh jika waktu untuk keluarga saja sedikit sekali, sepekan hanya bertemu sekali, meski itu jaraknya hanya 1 km atau 2 km saja dan itupun harus tinggal wajib diasrama tidak boleh tidak, yang memang telah dikondisikan sedemikian rupa. Dengan melihat latar belakang ini saja bagaimana para ustazd itu bisa menyelesaikan studynya dengan baik dan cepat sesuai dengan jadwal waktu yang diinginkan para ustazd, bisa saja yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 2 tahun tapi bisa molor bertahun – tahun karena fator tersebut diatas. Fakta ini menunjukkan bahwa AS Panji Gumilang mengintruksikan ustazd – ustazd untuk melanjutkan study murni bukan karena unuk menambah skill dan pengetahuan semata, tetapi dibalik itu adalah agar para ustazd tersebut bisa bertahan lama di Al-Zaytun lagi meski dalam kondisi suka tidak suka dan terpaksa harus menerimanya sebagai realitas ‘’ mimpi buruk ‘’ disiang bolong.
Belajar dari konflik dengan Yasir cs dan akan didemo atau mogok kerja besar – besaran dari muadhof akibat AS Panji Gumilang menampar muka muadhof, AS Panji Gumilang belajar atas hal itu dan mencoba mengambil hati, dan inilah ceritanya. Lain ustazd lain juga muadhof, jika ustazd lebih rasional dan intelek, tapi muadhof begitu sebaliknya. Hal ini didasarkan pada rata – rata tingkat pendidikan para muadhof yang lebih rendah yaitu SD, SMP dan SMA. Namun untuk yang setingkat SMA pun itu bisa dihitung dengan jari. Dan kalaupun kita melihat salah satu latar belakang muadhof yang membuat mereka banyak keluar atau melarikan diri adalah karena penddikan SMA, jadi karena sedikit agak rasional dibanding dengan muadhof yang dari tamatan SD ataupun SMP yang pola pikirnya lebih lettlerleks/ membabi buta. Inilah ironisnya , makanya ketika AS Panji Gumilang memberikan presentasi kepada para muadhof melalui exponen – exponennya yang mengumumkan tentang program pendidikan D3 bagi mereka, mereka begitu antusias dan bersemangat, seolah – olah hal ini bisa melupakan penderitaan physik dan psikis mereka yang telah lama bertahun – tahun tak terobati. Pemberitahuan – pemberitahuan tentang program pendidikan bagi muadhof sungguh sangat licik, menipu, membohongi dan membodohi persepsi mereka ,’’ masa iyak yang punya pendidikan SD, SMP, SMP disamaratakan dalam program pendidikan setingkat D3, tanpa melalui proses jenjang penyetaraan sebelumnya. Dan kalaupun program ini dikampayekan pada muadhof, masih sebatas wacana dan sample saja. Lho bagaimana tidak yang namanya kerjanya saja sampai hampir tengah malam. Llau kapan belajarnya.
Pengertian program pendidikan bagi muadhof sebatas wacana dan sample saja, maksudnya adalah; bahwa makna wacanadisini hanyalah sekedar retorika, basa – basi dan kamuflase semata yang tidak terbukti secara kongkrit dilapangan, yang hanya untuk mendongkark moral kerja mereka yang sudah kepayahan atas beban – beban berat kerja, beban ekonomi dan beban persoalanhidup yang mendera selama ini. Kemudian makna sample disini hanyalah terbatas pada orang tertentu saja, contohnya adalah Komandan muadhof di bagian pertanian, yang kebetulan pendidikannya setingkat SMA dan untuk menambah pengetahuan dan skill yang mendukung terhadap tugas dan tanggungjawabnya itu, maka dilakukanlah ia untuk ditraining di IPB [ Institut Pertanian Bogor ] yang kurang lebih 6 bulan atau kurang dari satu tahun. Inilah liciknya AS Panji Gumilang, karena pada waktu pengumuman terhadap siapa – siapa saja yang dapat bea siswa untuk melanjutkan pendidikan itu diumumkan di Masjid Al-Hayat yang dipenuhi warga Al-Zaytun, apakah itu santri, muadhof, ustazd dan exponen, maka dampaknya begitu magis/ menyihir terhadap muadhof, sehingga terbuai. Padahal kalau kita lihat dari daftar yang dipromosikan itu hanya segelintir orang, dan kalau kita perhatikan yang hanya berasal dari muadhof , yaitu hanya Komandan Pertanian saja.
