KALAU DITANYAIIN GAJI, BILANG SAJA CUKUP & ALHAMDULILLAH
Konsultasi MUI
K.H Mahruf Amin
0816790343
Amidhan
081172000
Aminudin Yakub
0818404946
K.H Kholil Ridwan
0816882911
AS Panji Gumilang itu paling malu dan takut jika warga kampung disekitar Al-Zaytun ataupun tamu yang menanyakan tentang hal gaji pekerja kasar bangunan, berapa sih pendapatan tiap bulannya, soalnya kerjanya hampir seharian penuh siang malam tanpa henti apalagi ini pekerjaan kontruksi dan resiko kecelakkaannya yang tentu juga besar, pastilah gajinya besar pula. Makanya untuk mencegah terjadinya informasi dari pekerja kasar tersebut kepada orang luar Al-Zaytun,’’ AS Panji G. selalu pesan dan berkata kepada para muadhof,” kalau nanti ada yang menanyakan mengenai gajinya/ dibayar berapa di Al-Zaytun ini,’’ bilang saja cukup dan alhamdulillah, beres kan ! mereka juga tidak akan tahu kok, bohong – bohongi aja orang luar,’’ pokoknya jangan sampai tahu rahasia kita.
Begitulah pesan – pesan propaganda kebohongan AS Panji G. kepada para muadhof, agar mereka tak menaruh curiga pada kondisi ketenagakerjaan Al-Zaytun yang sesungguhnya, yang begitu tragis dan memprihatinkan. Tentang statement cukup dan alhamdulillah saja dari AS Panji Gumilang adalah bentuk kesewenang – wenangan terhadap tenaga kerja ( perbudakan tiada henti: lalu dimanakah suara dan tindakan Departemen Tenaga Kerja dalam hal ini, kok tidak ada : begitu miris ….? ) : kerja habis – habisan tetapi income serendah – rendahnya. Dalam logika umum kita bahwa sebuah pekerjaan kontruksi dimanapun tempatnya, tentu mendapatkan penghasilan yang cukup besar, bahkan jutaan lebih ( karena dari pagi, siang sampai tengah malam kerja terus ), tapi aneh AS. Panji G. mengupah muadhof dengan seenak perutnya dengan Rp 50.000,- saja, bahkan sederhana saja untuk seragam kerja werpak kuning 2 pasang, werpak hijau 1 pasang dan helmnya saja itu si muadhof yang harus membelinya sekitar Rp.300.000,- ( tiga ratus ribu rupiah ) padahal untuk kepentingan YPI ( Yayasan Pesantren Indonesia ) dan AS. Panji G sendiri, benar – benar muadhof telah menjadi sapi perahan luar dan dalam, lahir dan bathin dari awal hingga akhir.