KETUA PGI KE AL-ZAYTUN

Konsultasi MUI


K.H Mahruf Amin

0816790343

Amidhan

081172000

Aminudin Yakub

0818404946

K.H Kholil Ridwan

0816882911

AA Yewangoe mengemukakan, ia tidak melihat ada sesuatu yang menyimpang dari program pendidikan yang dilaksanakan di Ponpes Al Zaytun.

Saturday, Jan. 14, 2006 Posted: 8:54:03AM PST

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Dr AA Yewangoe, mengemukakan bahwa dia tidak melihat ada sesuatu yang menyimpang dari program pendidikan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.

“Dalam pengamatan saya Pondok Pesantren Al Zaytun sangat modern dan jauh dari tuduhan sebagai sarang sekelompok orang yang ingin melahirkan Negara Islam Indonesia,” ujar Yewangoe saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Zaytun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/1), Suara Pembaruan memberitakan.

Menurut Yewangoe, kunjungan tersebut merupakan bagian dari amanat Sidang Raya PGI sebagai bagian dari bentuk membangun kebersamaan dan silaturahmi nasional dengan seluruh organisasi keagamaan dan lembaga keagamaan di Indonesia yang ingin bekerja sama, berdialog dan membangun semangat persatuan dan kesatuan.

“Kunjungan dan silaturahmi kami ini tidak memiliki maksud politik apa pun, karena toh sebelumnya PGI juga telah banyak berdialog dan berkunjung kesejumlah pesantren milik Nahdatul Ulama atau Muhammadiyah,” kata Yewangoe.

Hal senada juga diungkap oleh Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt Weinata Sairin MTh yang terkesan dengan keberadaan Al Zaytun karena sangat inklusif dan mengembangkan program pendidikan Islami secara modern dengan memadukan kurikulum pendidikan pemerintah dan kurikulum sekolah.

Dalam kunjungannya ke Al Zaytun, pimpinan PGI diterima oleh pimpinan Al Zaytun, KH AS Panji Gumilang yang didampingi Sekretaris Yayasan Ustadz Abdul Halim, para staf Yayasan dan sejumlah guru dan dosen yang mengajar.

Selama kurang lebih enam jam pimpinan PGI meninjau ke proyek-proyek yang tengah digarap oleh Al Zaytun, di samping berdiskusi dengan pimpinan pondok tentang upaya-upaya yang harus dilakukan bersama dalam membangun masa depan ke arah yang baik.

PGI terkesan dan kagum atas proses pendidikan yang dilaksanakan oleh Al Zaytun karena mengkombinasikan secara holistik dan komprehensif aspek-aspek intelektualitas dan keterampilan.

Dalam percakapan dengan KH AS Panji Gumilang, pimpinan PGI juga menjelaskan tentang program kerja PGI dan kepedulian PGI untuk membangun tali silaturahmi nasional dengan organasisasi keagamaan dan lembaga pendidikan Islam lainnya yang dibingkai dalam semangat bhinneka tunggal ika.

“Sebagai lembaga keagamaan Kristen di aras nasional yang mengakomodasi 80 persen umat Kristen di Indonesia, program PGI amat signifikan dan kontributif bagi pembangunan sebuah Indonesia yang majemuk. Dalam konteks itu PGI melakukan hubungan dan kerja sama dengan berbagai potensi bangsa, termasuk dengan Al Zaytun,” ujar Weinata Sairin. Ia merespons dengan positif kunjungan pimpinan PGI dan menyatakan untuk membalas kunjungan itu dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Ia menyatakan, masa depan Indonesia harus dibangun secara bersama oleh seluruh potensi bangsa. “Hendaknya kita tidak lagi berpikir dan terkotak-kotak dalam terminologi mayoritas dan minoritas tetapi semuanya berupaya untuk mewujudkan toleransi dan perdamaian,” ujar Panji Gumilang.